Rabu, 16 September 2026 WIB

Kasus Covid-19 Meningkat, Masjid Al Aqsa Kembali Ditutup

Harijal - Kamis, 17 September 2020 17:08 WIB
Kasus Covid-19 Meningkat, Masjid Al Aqsa Kembali Ditutup
(AFP PHOTO / THOMAS COEX)
Kompleks Masjid Al Aqsa

JAKARTA - Kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem akan kembali ditutup sementara mulai Jumat (18/9), akibat lonjakan kasus virus corona (Covid-19) di Palestina dan Israel.

Penutupan itu rencananya dilakukan selama selama tiga pekan. Selama itu umat Muslim setempat tidak diperkenankan menunaikan ibadah di sana.

Keputusan itu diambil setelah pengurus kompleks Masjid Al Aqsa dan dinas kesehatan setempat menggelar rapat terkait kondisi kasus Covid-19 di Palestina dan Israel.

Baca Juga:

Pengurus Masjid Al Aqsa lantas memutuskan supaya kompleks itu ditutup sementara mulai Jumat petang waktu setempat selama tiga pekan.

"Kami berharap para penduduk bisa memahami aturan ini, supaya mereka tetap sehat dan sejahtera," kata salah satu anggota pengurus Masjid Al Aqsa, Hatem Abdel Qader, seperti dilansir AFP, Kamis (17/9).

Baca Juga:

Keputusan menutup sementara kompleks Masjid Al Aqsa juga bertepatan dengan pelaksanaan penguncian wilayah (lockdown) yang kembali dilakukan pemerintah Israel. Tentara Israel selama ini yang mengendalikan akses keluar masuk ke kompleks Masjid Al Aqsa.

Akan tetapi, pengurus Masjid Al Aqsa akan tetap mengumandangkan azan selama penutupan itu. Selain itu, hanya pengurus yang diberi pengecualian untuk bisa menunaikan ibadah di Masjid Al Aqsa selama lockdown.

Yordania adalah pihak yang menjadi juru kunci kompleks Masjid Al Aqsa, atau dikenal sebagai Haram al-Sharif. Masjid itu pernah menjadi kiblat pertama umat Muslim.

Ini adalah kedua kalinya pengurus Masjid Al Aqsa memutuskan menutup tempat ibadah itu sejak Israel menduduki Yerusalem dalam Perang Enam Hari pada 1967.

Pada Mei lalu, pengurus Masjid Al Aqsa juga menutup lokasi tersebut sebagai tindakan antisipasi penyebaran virus corona.

Masjid Al Aqsa. (AFP PHOTO / THOMAS COEX)

Sampai saat ini tercatat ada 30.200 kasus positif infeksi virus corona di Tepi Barat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 214 pasien dilaporkan meninggal.

Sedangkan jumlah kasus positif infeksi Covid-19 di Israel mencapai 167 ribu orang, dengan 1.147 pasien di antaranya meninggal.

(AFP/CNNIndonesia)

SHARE:
beritaTerkait
Polisi Bongkar Sindikat Pembuat dan Pengedar SIM Palsu di Riau, 8 Tersangka Diamankan
Bukan Sekadar Menangkap, Noki Loviko Imbau Masyarakat Bersama Cegah Penyalahgunaan Narkoba
Sudah Produksi 500 Lembar, Pemalsuan SIM di Siak dan Pekanbaru Dibongkar
Hotspot Riau Bertambah Terus, Sumatera Tembus 5.983 Titik
Jadi Narasumber Podcast PWI, Kepala Bakom RI Bahas Urgensi Perlindungan Media dan Regulasi Sosmed
Pecat dan Miskinkan Koruptor!
komentar
beritaTerbaru