Musim Haji 1447 H/2026, Ini Pesan Penting untuk Jemaah Riau
kabarmelayu.comPEKANBARU Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, menyampaikan imbauan kepada seluruh je
Muslim
PEKANBARU - Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Brigjen TNI (purn) Edy Natar Nasution nontong bareng (Nobar) Gala Premiere Film Buya Hamka di Gedung XXI Mall SKA Pekanbaru, Minggu (9/4/2023) Sore.
Wagubri nobar bersama pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau. Ia mengungkapkan, Film Buya Hamka memperlihatkan kehidupan tokoh pejuang yang luar biasa.
"Saya melihat bahwa ini adalah gambaran kehidupan bahwa seorang Buya Hamka Menjadi seorang tokoh pejuang di Muhammadiyah yang memiliki ketegaran yang luar biasa," ucap Wagubri Edy.
Baca Juga:
Perjuangan Buya Hamka mempertahankan agama, menjadi Buya Hamka tokoh yang patut diteladani generasi penerus.
"Tidak ada kekhawatiran dalam diri beliau dalam mempertahankan agama, dan hal ini mesti dicontoh oleh generasi islam secara keseluruhan," jelasnya.
Baca Juga:
Selanjutnya, Mantan Danrem 031 Wirabima itu menuturkan, bahwa Film Buya Hamka menjadi tayangan yang layak ditonton untuk generasi islam di Indonesia, khususnya di Riau.
"Film ini sangat bagus dan layak menjadi inspirasi untuk generasi umat islam di Indonesia dan di Riau khususnya," tandas Wagubri.
Sinopsis Film Buya Hamka
Film Buya Hamka adalah sebuah fim biografi yang mengangkat kisah nyata perjalanan seorang tokoh inpiratif Indonesia bernama Buya Hamka.
Buya Hamka yang memilki nama panjang Haji Abdul Malik Katim Amrullah adalah sosok wartawan, penulis, pengajar, sekaligus politikus.
Beliau juga dikenal sebagai ketua pertama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan tokoh Muhammadiah yang mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.
Film Buya Hamka ini akan terbagi dalam tiga volume yang berdurasi total selama tujuh jam. Film ini fokus menceritakan kehidupan sosok Buya Hamka dari kecil hingga dewasa.
Pada volume pertama, film ini mengisahkan periode ketika Hamka menjadi pengurus Muhammadiyah di Makassar dan berhasil memajukan organisasi tersebut.
Setelah keberhasilan tersebut, Buya Hamka diangkat menjadi pemimpin redaksi majalah pedoman masyarakat sehingga membuat ia dan keluarganya harus pindah ke Medan.
Namun, pengangkatannya sebagai pemimpin tersebut membuat ia mulai berbenturan dengan kepentingan Jepang, hingga membuat medianya harus ditutup karena dianggap berbahaya.
Kehidupan keluarganya juga terguncang ketika salah satu anak mereka meninggal dunia. Selain itu, usahanya mendekati Jepang membuatnya dianggap penjilat dan dimusuhi sehingga ia pun diminta diminta mengundurkan diri dari jabatanya sebagai pengurus Muhammadiyah.(*)
kabarmelayu.comPEKANBARU Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, menyampaikan imbauan kepada seluruh je
Muslim
kabarmelayu.comPEKANBARU Polres Dumai kembali mengungkap sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menyasar masyarakat rentan. S
Hukrim
kabarmelayu.comPEKANBARU Warga Kota Pekanbaru, diimbau mewaspadai potensi bencana akibat fenomena El Nino ekstrem yang diperkirakan berlang
Pemerintahan
kabarmelayu.comPEKANBARU Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Riau kembali memindahkan 103 narapidana dari
Hukrim
kabarmelayu.comJAKARTA Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tid
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Suasana duka masih terasa kental dalam tahlil hari ketujuh almarhum Zulmansyah Sekedang yang digelar Persatuan Wa
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho, Kota Pekanbaru berhasil mencatatkan prestasi gemilang dalam sektor
Pemerintahan
Sinkronkan Pelatihan Vokasi dengan Industri KEK, Kemnaker Siapkan 60 Ribu Kuota Pelatihan
Pemerintahan
kabarmelayu.comLAMPUNG Pertumbuhan ekonomi semua provinsi di Pulau Sumatera terus memperlihatkan geliat positif. Dengan segala kelebihann
Parlemen
kabarmelayu.comINHIL Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) resmi menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Rabu. Kebija
Pemerintahan