Senin, 08 Juni 2026 WIB

Umat Islam Telah Diingatkan Datangnya Zaman Penuh Tipu Daya

Harijal - Sabtu, 15 April 2017 07:20 WIB
Umat Islam Telah Diingatkan Datangnya Zaman Penuh Tipu Daya
Bohong/ilustrasi

JAKARTA - Dalam kehidupan sehari-hari, tentunya secara sadar atau tidak berkata dusta sering kita lakukan. Padahal, kita tahu bahwa menyampaikan suatu kebohongan dapat melahirkan kebohongan-kebohongan berikutnya. 

"Berdusta atau bohong adalah penyakit yang amat berbahaya," kata Habib Abadurrahman Alhabsyi seperti dilansir Republika.co.id di Jakarta, Jumat, (14/4).

Menurut pengasuh Majelis Sahabat Alquran ini mengatakan, saking bahayanya dusta, sampai Allah SWT menyebutnya sebanyak 280 kali dalam Alquran sambil memberikan kecaman yang keras kepada mereka yang hobi berdusta. 

Baca Juga:

"Saat ini orang sudah tidak merasa risih berdusta. Bahkan dusta kebohongan, dan kepalsuan sudah merasuki segala aspek kehidupan insan," ujarnya.

Menurut Abdurahman yang juga ketua Yayasan Syekh Ali Jaber, ada yang berdusta untuk mendapatkan keuntungan duniawi sesaat dan kepentingan pribadi. Ada juga yang berdusta sekedar menyalurkan hasrat kebencian atau dendam pada seseorang.

Baca Juga:

"Ada juga dusta menjadi bahan canda hariannya, hobi dan menjadi terbiasa. Sehingga menjalarlah virus dusta dalam kesehariannya," katanya.

Fenomena berdusta yang sudah menjadi kebiasaan merupakan tanda akhir zaman sebagaimana pernah disabdakan oleh Nabi SAW. "Mendekati kiamat akan muncul para pendusta. Maka, berhati-hatilah terhadap mereka.” (HR Muslim).

Dalam Riwayat yang lain Nabi berpesan: “Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipu daya. Para pendusta dipercaya sedangkan orang jujur dianggap berdusta. Penghianat diberi amanah sedangkan orang yang amanat dituduh khianat. Dan pada saat itu, para Ruwaibidhah mulai angkat bicara." 

Lalu, kata Habib Abdurrahman, ada yang bertanya kepada Rasulullah: "Siapa itu Ruwaibidhah?’ 

Beliau menjawab, "Orang dungu yang berbicara tentang urusan orang banyak (umat).”  Hadis Riwayat Ahmad.

"Semoga Allah menjaga kita dan negeri kita dari fitnah akhir zaman Allahumma aamiin," kata Habib Abdurrahman.(ROL)

SHARE:
beritaTerkait
Mengurai Gurita Pemerasan WNA dan Urgensi Penegakan Hukum Radikal
Ini Kata Kadinkes Inhil Soal Pelaksanaan MBG dan Kepatuhan SPPG
Lawan Narkoba, Polresta Pekanbaru Kembali Gempur Pangeran Hidayat, Pria Terciduk Bawa Sabu
Hitungan Jam, TRC BPBD Inhil Taklukkan Dua Titik Karhutla
Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69
Dugaan Korupsi Dana Program Digitalisasi Desa, Masyarakat Siap Buat Laporan Aduan
komentar
beritaTerbaru