Selasa, 28 Juli 2026 WIB

Tak Ada "Muhammad" di Xianjiang

Harijal - Minggu, 07 Mei 2017 22:23 WIB
Tak Ada "Muhammad" di Xianjiang
Muslim Uighur di Cina.

JAKARTA - Pilihannya hanya dua: Urungkan pemberian nama bernuansa Islam, atau anak ditolak masuk sekolah dan seluruh tunjangan dari pemerintah dihapuskan. Inilah dilema baru yang kini dihadapi kaum Muslim di Provinsi Xinjiang, Cina.

Awal bulan lalu, pemerintah provinsi yang menampung sekitar setengah dari 23 juta Muslim Cina ini merilis daftar nama ter larang bagi bayi baru lahir di sana. Menurut Associared Press, nama seperti Muhammad, Jihad, dan Islam termasuk di antara setidaknya 29 nama yang sekarang dilarang di wilayah yang menjadi rumah bagi etnis Uighur ini. Nama lainnya yang dilarang adalah Imam, Haji, Azhar, Wahhab, Saddam, Arafat, Medina, dan Kairo.

Pemerintah daerah juga diberi kewenangan untuk menambah daftar nama lain selain nama-nama yang ditetapkan pemerintah provinsi. Menurut seorang pejabat di sebuah kantor keamanan publik tingkat kabupaten mengatakan beberapa nama dilarang karena mereka memiliki 'latar belakang agama'.

Baca Juga:

Pembatasan penamaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah yang lebih luas untuk 'mengendalikan' Xinjiang, yang merupakan rumah bagi sekitar 10 juta warga Uighur, orang-orang Turki yang kebanyakan mengikuti ajaran Islam Sunni. Telah lama Beijing mencurigai pemikiran Islam radikal telah menyusup ke kawasan ini, yang memicu berbagai perlawanan Muslim Xinjiang terhadap berbagai aturan ketat yang membatasi kebebasan beragama di wilayah ini.

Selama puluhan tahun, tekanan terhadap Muslim Uighur dari Beijing lebih keras dibanding terhadap Muslim dari suku lain di Cina, katakanlah etnis Hui.(ROL)

Baca Juga:
SHARE:
beritaTerkait
Kemnaker Gandeng GreatNusa dan Microsoft Siapkan Talenta AI Hadapi Perubahan Pasar Kerja
Sepakat Akhiri Polemik, Hotman Paris Minta Maaf Langsung ke Ketum PWI
Harga Kelapa di Inhil Anjlok Hingga Rp1.800 Per Kilogram, Pemprov Diminta Ambil Langkah
7 Kilogram Sabu Dikubur di Tanah dan Kebun Sawit, Ditresnarkoba Polda Riau Ringkus 3 Tersangka
Kapolsek Kandis Turun Bersama Petani, Rawat Tanaman untuk Menjaga Ketahanan Pangan
Populasi Lalat Meningkat, Peternak di Kulim Janji Perbaiki Pengelolaan Kandang
komentar
beritaTerbaru