Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus
kabarmelayu.com,BOGOR Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meresmikan Markas Komando (Mako) Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI di S
TNI/Polri
JAKARTA - Para penyelam profesional telah mengeksplorasi wilayah Yucatan Peninsula, Meksiko, yang disebut Cenote Angelita. Fenomena menakjubkan ini kabarnya hanya bisa dilihat oleh penyelam terampil yang mampu menjelajah hingga kedalaman 180 kaki.
Website Daily Mail melaporkan, fotografer Anatoly Beloshchin telah mengabadikan eksplorasi Cenote Angelita. Ada pemandangan kabut yang berputar-putar tampak seperti sungai yang mengalir, lengkap dengan pepohonan yang muncul dari permukaan.
Kabut itu sebenarnya adalah lapisan tebal hidrogen sulfide yang memiliki kedalaman 6 kaki. Kabut muncul karena benturan antara air tawar di bagian atas gua dan air asin (air laut) yang mengisi di bagian bawahnya.
Baca Juga:
Pada saat menyelam, penyelam bisa menyalakan lampu mereka dan menemukan jalan sebelum masuk ke air asin. Kabut tersebut kabarnya bisa ditemukan saat penyelam mencapai kedalaman 90 kaki.
"Di bawah saya, saya melihat sebuah sungai, pulau, dan daun yang jatuh. Sebenarnya, sungai yang dapat Anda lihat, adalah lapisan hidrogen sulfida," kata Beloshchin.
Baca Juga:
Fakta bahwa terdapat sungai (air tawar) yang tidak bercampur dengan air laut telah disebutkan dalam Alquran. Jauh sebelum manusia saat ini mengenal teknologi canggih dan menemukan fakta tersebut, Alquran menjelaskan fenomena itu sejak 14 abad silam.
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi," bunyi Surah Al Furqan Ayat 53.
Terkait dengan temuan sungai di bawah laut ini, ada kisah menarik tentang seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Prancis, Jacques-Yves Cousteau.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar yang tidak bercampur dengan air laut. Seolah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya. K
emudian, suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim dan menceritakan fenomena itu. Profesor itu teringat pada ayat Alquran tentang bertemunya dua lautan pada surat Ar Rahman Ayat 19-20.
"Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing," bunyi Surah Ar Rahman Ayat 19-20.
Mendengar ayat-ayat Alquran itu, Costeau kagum dan dikatakan ia memeluk Islam. Wikipedia menerangkan, Jacques-Yves Cousteau lahir di Prancis pada 11 Juni 1910 dan meninggal dunia di Paris pada 25 Juni 1997.
kabarmelayu.com,BOGOR Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meresmikan Markas Komando (Mako) Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI di S
TNI/Polri
kabarmelayu.com,ROHUL Untuk memberantas habis peredaran narkoba di wilayah hukumnya, Kapolsek Kepenuhan Iptu Jonnes, SH, dan anggota kem
Hukrim
kabarmelayu.com,EKANBARU Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Pekanbaru gencar menggelar kegiatan sosialisasi dan
Pendidikan
Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis Gelar Turnamen Sepak Bola, Peringati HGN 2026
Pemerintahan
Mengenal Noki Loviko, Sosok Polisi yang Memimpin Operasi Sarang Narkoba di Pekanbaru
Hukrim
kabarmelayu.com,SIAK Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak menggelar pembacaan Surah Yasin, tahlil, dan doa bersama untuk almarhum H. Arwin A
Pemerintahan
kabarmelayu.com,KAMPAR Jajaran Polsek Siak Hulu, Polres Kampar, berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika jenis sabu di w
Hukrim
kabarmelayu.com,KUANSING Nenek Rosnidar (75), warga Desa Sungai Alah, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) sela
Peristiwa
kabarmelayu.com,JAKARTA Anggota Komisi I DPR RI, Dr. Syahrul Aidi Maazat, mengingatkan pemerintah agar memastikan investasi asing di Indo
Parlemen
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat, S.I.K., M.Si., memberikan peringatan keras kepada seluruh personel Polda R
Hukrim