BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Pagi Ini
kabarmelayu.com,PEKANBARU Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini 1 (PD 1) tsunami pagi ini untuk
Lingkungan
JAKARTA - Perdebatan mengenai pusat tata surya sempat digeluti oleh para ilmuwan dahulu. Bumi bahkan sempat disebut sebagai pusat dari tata surya.
Para filsuf Eropa dan ilmuwan menyakini bahwa bumi merupakan pusat alam semesta dan seluruh benda-benda langit termasuk matahari mengelilingi bumi. Di Barat, teori Geosentris dengan konsep yang meyakini bumi sebagai pusat alam semesta, sudah menjadi pemahaman yang lazim dari abad kedua sebelum masehi.
Pada 1912, Nicholas Copernicus mengemukakan teori Heliosentris dalam konsep tata surya. Teori ini menegaskan bahwa matahari selalu bergerak sebagai pusat tata surya dengan planet-planet mengelilinginya.
Baca Juga:
Pada 1609, ilmuwan Jerman Yohannus Keppler mengenalkan teori Astronomia Nova yang menyimpulkan bahwa selain planet-planet mengelilingi matahari dalam garis orbit, mereka juga berputar pada sumbu masing-masing dengan kecepatan yang tidak teratur.
Penemuan teori ini menjadi alasan yang tidak dapat dipungkiri bagi para saintis Eropa untuk mengoreksi kembali mekanisme sistem dari matahari. Di mana posisi matahari sebagai pusat tata surya dan termasuk di dalamnya proses bergantinya siang dan malam.
Setelah penemuan teori ini, teori yang menganggap bahwa matahari statis dan tak berputar pada sumbunya seperti bumi adalah keliru. Rupanya, rotasi matahari juga telah dijelaskan dalam Alquran.
Baca Juga:
“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya,” bunyi surah Al-Anbiya Ayat 33.
Dijelaskan dalam buku “Miracles of Alquran & Assunah” bahwa fakta berputarnya matahari pada sumbunya telah banyak dicatat. Fakta ini dapat dibuktikan dengan bantuan alat canggih untuk mengambil gambar matahari.
Penelitian membuktikan bahwa akan muncul bintik-bintik pada matahari jika telah genap melakukan satu fase rotasi penuh yang memerlukan waktu 25 hari. Pada kenyataannya, matahari bergerak mengelilingi angkasa dengan kecepatan sekira 150 mil dan memakan waktu sekitar 200 juta tahun untuk menyelesaikan satu kali revolusi di sekitar galaksi Bimasakti.
kabarmelayu.com,PEKANBARU Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini 1 (PD 1) tsunami pagi ini untuk
Lingkungan
DUNIA keimigrasian Indonesia kembali didera sorotan tajam menyusul mencuatnya serangkaian dugaan kasus pemerasan sistemik yang menyasar warg
Opini
kabarmelayu.com,INHIL Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dr. H. Udin Syafriudin, M. Kes, menanggapi pemberitaan da
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upaya pemberantasan peredaran narkotika terus digencarkan oleh Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru. Dala
Hukrim
kabarmelayu.com,INHIL Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir bergerak cepat menangani
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan dan memperkuat ketahanan iklim, Pemprov
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR Kasus dugaan korupsi penyelewengan dana program digitalisasi desa yang melibatkan oknum kepala desa dan pihak ven
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upaya membangun ekosistem industri film nasional yang inklusif dan berdaya saing terus didorong melalui kolab
Parlemen
Kecelakaan Maut di Tol Permai, 5 Orang Tewas dan 5 Lainnya Lukaluka
Peristiwa
kabarmelayu.com,MEDAN Suara kekecewaan dan ketidakpercayaan masyarakat asal Kepulauan Nias bergema di depan Markas Kepolisian Daerah Sum
Peristiwa