Melalui Program Quick Wins Kapolri, Ditreskrimsus Polda Riau Gencarkan Edukasi Antikejahatan Digital
Melalui Program Quick Wins Kapolri, Ditreskrimsus Polda Riau Gencarkan Edukasi Antikejahatan Digital
Pemerintahan
Masjid terbesar di China tampak kosong dari jamaah yang beribadah. Kemungkinan sepinya masjid ini karena represi kebebasan beragama muslim Uighur di Xinjiang.
Seperti dilansir dari Yenisafak, terlihat masjid terbesar di China, yakni Masjid Id Kah di Xinjiang tak terlihat lagi jamaah yang sampai luber ke luar masjid.
Dikenal sebagai masjid terbesar di China, dan berusaha mempertahankan identitas Islamnya dalam beberapa tahun terakhir. Namun mereka tak mampu melawan berbagai aturan dan kebijakan represif.
Baca Juga:
Kini Masjid Id Kah dan sekitarnya berubah menjadi kota hantu setelah bertahun-tahun ada peningkatan pembatasan beribadah sistematis.
Id Kah berarti tempat perayaan dalam bahasa Mandarin. Masjid yang indah ini sejatinya dapat menampung hingga 10.000 jamaah.
Baca Juga:
Namun setelah adanya aturan pembatasan masjid, tidak ada seorang muslim Uighur yang dapat beribadah di Masjid Id Kah.
Sejak pengangkatan pejabat setempat Chen Quanguo pada 2016, pembatasan terhadap jumlah dan akses terhadap masjid dimulai dengan sungguh-sungguh.
Hal ini bisa dilihat ketika kamera pengintai dan penghalang mulai dipasang di pintu masuk masjid dan para jamaah mulai ditandai. Kondisi seperti itu mengakibatkan berkurangnya jamaah yang pergi ke masjid.
Lebih lanjut, menurut Radio Free Asia, hampir 5.000 masjid ditutup di kota itu selama tiga bulan pertama masa jabatan Chen.
Menurut sumber independen, sejak 1997, China telah menutup lebih dari 1.200 masjid di seluruh Xinjiang. Selain itu, ratusan masjid kecil pun ditutup. Beberapa masjid yang ditutup oleh pemerintah kemudian dihancurkan seluruhnya, yang lain diubah menjadi kantor komunikasi untuk Partai Komunis.
Menurut AS dan PBB, sebanyak 1 juta orang atau sekitar 7 persen dari populasi muslim Xinjiang ditahan dalam kamp pendidikan ulang. Namun Beijing menyangkal dengan mengatakan, kamp-kamp di Xinjiang adalah pusat pendidikan kejuruan.
September lalu, Human Rights Watch yang bermarkas di New York merilis sebuah laporan yang menuduh Beijing melakukan kampanye sistematis pelanggaran hak asasi manusia terhadap muslim Uighur di Xinjiang. Kasus ini pun hangat kembali.
Perlu diketahui, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China, kerap disebut juga sebagai rumah bagi banyak etnis minoritas, termasuk di dalamnya adalah orang Uighur Turki yang mana wilayah itu disebut juga dengan nama Turkestan Timur.
(okezone.com)
Melalui Program Quick Wins Kapolri, Ditreskrimsus Polda Riau Gencarkan Edukasi Antikejahatan Digital
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan program bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa baru yang telah d
Pemerintahan
AKP Noki Loviko Bikin Pengedar Narkoba KetarKetir, Empat Orang Diringkus
Hukrim
kabarmelayu.com,KAMPAR Usai menggelar kegiatan pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) periode 20262027 pada Kamis, 22 Okto
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus menggesa pengerjaan Simpang MTQ, Kota Pekanbaru. Mereka bukan cuma menyi
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, mengonfirmasi temuan jejak Harimau Sumatra (Pant
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus berupaya memastikan masyarakat mendapat Bahan Bakar Minyak (BBM) sesuai
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H. Tantawi Jauhari memimpin apel Senin pagi gabungan di
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU PSPS Pekanbaru masih bertengger di puncak klasemen sementara Grup A Pegadaian Championship 2026/2027. Tim Askar
Sport
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Dasar Negeri (SDN) 024 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, kembali menunjukkan prestasi ge
Pendidikan