Indonesia Menuju Jurang?
Universitas Paramadina bersama Universitas Harkat Negeri menggelar diskusi bertajuk Menakar Akurasi Laporan The E
Politik
JAKARTA - Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, mengatakan tidak bisa membuka jejak penelusuran kontak pasien corona (Covid-19) seperti yang dilakukan negara-negara lain.
"Mohon maaf kita masih belum bisa membuka [informasi penelusuran] seperti halnya di Singapura. Karena kita ternyata tidak berputar pada wilayah yang kecil," ujarnya di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3).
Yuri mengungkapkan jejak penelusuran sengaja dirahasiakan untuk mencegah orang yang melakukan kontak dengan pasien corona melarikan diri ke wilayah lain.
Baca Juga:
"Lebih baik dengan cara tidak terbuka, karena nanti [yang dipantau bisa] kabur. [Penelusuran] Kita lakukan dengan Dinas Kesehatan. Mereka tahu detail, kemudian diajak bicara dengan baik. Kalau diumumkan nanti ada yang pindah keluar kota, kita ngejarnya setengah mati," jelasnya.
Pasien positif corona di Indonesia saat ini mencapai 19 orang. Menurut Yuri salah satu cara memutus mata rantai wabah ini adalah menghentikan penyebarannya di masyarakat. Yuri berkata pemerintah masih fokus menelusuri kontak pasien corona.
Baca Juga:
Ditambahkan Yuri bahwa pihaknya juga tengah melakukan pelatihan untuk sejumlah tenaga penelitian di daerah.
Pelatihan diberikan supaya pemeriksaan virus corona tidak cuma dilakukan di Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta, tapi juga di daerah.
Yuri menuturkan pelatihan dan instruksi yang ketat perlu diberikan karena ada banyak hal mesti diperhatikan dalam pemeriksaan virus corona.
"Karena ini ada standar bio safety dan bio security. Bio safety, jangan sampai nular yang memeriksa. Bio security, jangan sampai virusnya lepas ke dunia luar menulari yang lain," tambahnya.
Pemerintah, lanjut Yuri, akan memberikan 10 ribu alat pemeriksaan polimerisasi (PCR) dari pusat ke penjuru daerah jika petugas laboratorium sudah menjalani pelatihan.
Dia berkata kebijakan itu untuk memastikan sumber daya dan fasilitas laboratorium di daerah bisa memenuhi standar dalam melakukan pemeriksaan virus corona.
Pemerintah telah mengumumkan ada 19 orang positif virus corona di Indonesia, per Senin (9/3) lalu. Jumlah itu bertambah dari sebelumnya 6 orang.
Jumlah itu, setelah dipetakan, terdiri dari tiga klaster, yakni klaster Jakarta, klaster Diamond Princess, dan klaster Luar Negeri. Klaster Jakarta dan sekitarnya adalah orang-orang yang terjangkit corona di Jakarta.
Klaster Diamond Princess merujuk pada orang-orang yang terjangkit di kapal pesiar tersebut, dan terakhir klaster Luar Negeri adalah mereka yang terjangkit virus di luar negeri.
(CNNIndonesia.com)
Universitas Paramadina bersama Universitas Harkat Negeri menggelar diskusi bertajuk Menakar Akurasi Laporan The E
Politik
kabarmelayu.com,INHIL Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menerima kunjungan kerja Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Riau, He
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) 04.02 Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengikuti kegiatan Korps Kadet Republik I
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemadaman listrik total (blackout) yang melanda sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Kota Pekanbaru, membuat jaja
Hukrim
kabarmelayu.com,ROHIL Polsek Rimba Melintang menutup rangkaian Turnamen Futsal Kapolsek Rimba Melintang Cup Tahun 2026 yang digelar di Lap
TNI/Polri
kabarmelayu.com,INHIL Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Ka
Pemerintahan
kabarmelayu.com, SIAK Pagi itu suasana SD Negeri 24 Tanjung Pal dan SMP Negeri 8 terasa berbeda. Langkah kecil anakanak berlari di halam
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sistem pembangkit listrik PT. PLN wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengalami gangguan. Sebanyak empat pr
Peristiwa
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota berhasil meraih Juara III pada Lomba Resensi Buku Tingk
Pendidikan
kabarmelayu.com,CILACAP Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke bersama pengurus lai
Sosial