Indonesia Menuju Jurang?
Universitas Paramadina bersama Universitas Harkat Negeri menggelar diskusi bertajuk Menakar Akurasi Laporan The E
Politik
JAKARTA - Pegiat Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM) Teknokra Universitas Lampung (Unila) mengaku mendapat ancaman dari oknum tak dikenal ketika hendak mengadakan diskusi daring bertema "Diskriminasi Rasial Terhadap Papua" pada Kamis (11/6) malam. Ancaman dan teror telah diadukan ke kepolisian. Sementara diskusi online tetap digelar.
Teror itu dialami Pemimpin Redaksi Teknokra Unila yang menjadi moderator seminar Mitha Setiani Asih dan Pemimpin Umum Teknokra Chairul Rahman Arif yang menjadi narahubung dalam poster undangan diskusi tersebut.
Chairul mengatakan pihaknya telah mengadukan insiden teror tersebut ke Polda Lampung.
Baca Juga:
"Tadi belum kuat untuk dibuat pelaporan, jadi masih pengaduan. Ada beberapa teror, dan chat bernada ancaman," kata Chairul saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (11/6).
Chairul mengatakan pihaknya tetap menggelar acara diskusi tersebut tanpa ada perubahan narasumber maupun skema kegiatan yang dilangsungkan.
Baca Juga:
Diskusi tersebut mengundang Ketua Aliansi Mahasiswa Papua John Gobai, Juru Bicara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua Surya Anta, dan Serikat Jurnalisme untuk Keberagaman (Sejuk) Tantowi Anwari untuk menjadi narasumber.
Pantauan CNNIndonesia.com, diskusi tersebut tetap digelar tanpa ada gangguan. Diskusi dimulai sekitar pukul 19.00 WIB sesuai dengan jadwal dalam undangan.
Para narasumber maupun moderator berdiskusi secara daring melalui aplikasi Zoom dari tempat masing-masing dan disiarkan secara langsung di akun Youtube UKPM Teknokra.

Juru Bicara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua Surya Anta menjadi narasumber dalam diskusi di Unila Lampung. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Kronologi Ancaman versi Korban
Chairul menjelaskan ancaman itu dialami pada 10 Juni 2020, atau sehari sebelum kegiatan digelar. Chairul mendapat panggilan telepon dari nomor tidak dikenal untuk menanyakan tempat kegiatan diskusi.
Dia juga mendapat pesan ancaman berupa hasil tangkapan layar identitas lengkap dalam bentuk e-KTP miliknya. Tangkapan layar itu, disertai pesan bernada ancaman agar pihaknya tidak menggelar kegiatan diskusi.
"Entah dapat dari mana. Mereka mengirim pesan, 'Hati-hati di jalan bro, jangan buat diskusi yang provokasi banyak orang'," kata Chairul saat dihubungi.
Di sisi lain, kegiatan itu juga tidak mendapat restu dari pihak rektorat kampus. Dia sempat dipanggil oleh Wakil Rektor III Unila untuk menunda kegiatan diskusi tersebut. Selain itu, pihaknya juga diminta menambah narasumber dalam diskusi karena dinilai tidak berimbang.
Korban lainnya, kata Chairul, adalah Pemimpin Redaksi Teknora Mitha Setiani Asih yang mendapat ancaman berupa peretasan akun ojek online yang membuat korban memesan layanan berkali-kali.
"Mitha mendapatkan pesan kode OTP akun Gojek miliknya. Namun, Mitha tidak terpikir akan mengalami peretasan. Tiba-tiba pesan WhatsApp masuk dari driver Gojek," kata dia.
Dia mengatakan dari aplikasi ojek online itu sudah ada puluhan pesanan yang dilakukan oleh akunnya tersebut. Dia pun akhirnya menghubungi call center ojek online itu untuk menutup akun miliknya.
Peretasan itu juga terjadi di akun media sosial pribadi milik Chairul.
"Pukul 22.57 WIB akun Instagram dan Facebook saya tidak bisa diakses. Sekitar pukul 02.00 WIB, akun saya bisa login, dan saya berinisiatif mengganti sandi namun tidak bisa. Dan ada aktivitas login di Australia," kata dia menceritakan.
Dihubungi secara terpisah, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra membenarkan ada aduan dari mahasiswa Unila. Menurutnya Polda Lampung bakal menindaklanjuti setiap bentuk pengaduan yang diterima.
Dia mengatakan para mahasiswa tersebut masih membuat pengaduan sehingga belum mendapat nomor laporan polisi. Nantinya, pihak kepolisian akan memulai penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi dan juga mengumpulkan sejumlah barang bukti.
"Kalau surat seperti itu kan pengaduan saja. Pasti akan kami tindak lanjuti sesuai kewenangan Polri. Akan dipelajari unsur-unsur yang dilaporkan," kata Pandra saat dihubungi CNNIndonesia.com.
Dia menjelaskan apabila menemukan bukti permulaan yang kuat, pihak kepolisian akan melanjutkan ke tahap gelar perkara sehingga dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan.
(CNNIndonesia.com)
Universitas Paramadina bersama Universitas Harkat Negeri menggelar diskusi bertajuk Menakar Akurasi Laporan The E
Politik
kabarmelayu.com,INHIL Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menerima kunjungan kerja Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Riau, He
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) 04.02 Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengikuti kegiatan Korps Kadet Republik I
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemadaman listrik total (blackout) yang melanda sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Kota Pekanbaru, membuat jaja
Hukrim
kabarmelayu.com,ROHIL Polsek Rimba Melintang menutup rangkaian Turnamen Futsal Kapolsek Rimba Melintang Cup Tahun 2026 yang digelar di Lap
TNI/Polri
kabarmelayu.com,INHIL Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Ka
Pemerintahan
kabarmelayu.com, SIAK Pagi itu suasana SD Negeri 24 Tanjung Pal dan SMP Negeri 8 terasa berbeda. Langkah kecil anakanak berlari di halam
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sistem pembangkit listrik PT. PLN wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengalami gangguan. Sebanyak empat pr
Peristiwa
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota berhasil meraih Juara III pada Lomba Resensi Buku Tingk
Pendidikan
kabarmelayu.com,CILACAP Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke bersama pengurus lai
Sosial