Minggu, 24 Mei 2026 WIB

DPR Rapat dengan Sri Mulyani, BI, OJK Bahas Nasib RI 2021

Harijal - Senin, 22 Juni 2020 10:51 WIB
DPR Rapat dengan Sri Mulyani, BI, OJK Bahas Nasib RI 2021
(CNBC Indonesia/Cantika Adinda Putri)
Foto: Menteri Keuangan melakukan rapat kerja bersama Komisi XI bahas cukai plastik

JAKARTA - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hari ini, Senin (22/6/2020) akan mengadakan rapat kerja (raker) bersama pemerintah membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021.

Ketua Komisi XI DPR, Dito Ganinduto, mengatakan raker akan dilaksanakan terbuka mulai pukul 10.00 WIB dan akan dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Wimboh Santoso, dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suharyanto.

"Rapat diadakan terbuka untuk membahas asumsi dasar dalam KEM-PPKF RAPBN 2021," kata Dito, Senin (22/6/2020).

Baca Juga:

Sebelumnya seluruh fraksi di DPR menilai, target pertumbuhan ekonomi pada 2021 yang mencapai 4,5% sampai 5% terlalu optimistis dan pemerintah terlalu percaya diri dengan menargetkan pertumbuhan ekonomi yang sebesar itu.
Baca: Ekonomi RI Diramal -3,1%, Ternyata Banyak Negara Lebih Parah!

Sri Mulyani mengatakan, asumsi pertumbuhan ekonomi pada 2021 dan di tengah kondisi ketidakpastian yang sangat tinggi akibat masih meluasnya penyebaran Covid-19 yang belum diketahui kapan berakhir, penetapan asumsi pertumbuhan ekonomi masih diliputi ketidakpastian.

Baca Juga:

"Asumsi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 sebesar 4,5 - 5,5 persen memang masih mengandung ketidakpastian," ujar Sri Mulyani di ruang rapat paripurna, Kamis (18/6/2020).

Perkiraan pertumbuhan ekonomi pada rentang 4,5% - 5,5% diasumsikan masih ditopang oleh konsumsi masyarakat, investasi, dan perdagangan internasional yang berangsur pulih, setelah pukul terberat akibat Covid-19 mulai mereda dan tidak terjadi second wave penyebaran covid-19.

Saat ini, kata Sri Mulyani, pemerintah masih terus bekerja keras untuk menahan dampak negatif Covid-19 terhadap perekonomian. Berbagai langkah stimulus dan dorongan serta kebijakan insentif dilakukan untuk menjaga dan memulihkan sisi permintaan, seperti konsumsi, investasi dan ekspor, dan juga dari sisi supply atau produksi.

Dengan mempertimbangkan segala risiko dan ketidakpastian yang ada, serta potensi pemulihan ekonomi global dan nasional di tahun depan, pemerintah mengusulkan kisaran indikator ekonomi makro yang digunakan sebagai dasar penyusunan RAPBN 2021, berikut rinciannya:

- Pertumbuhan ekonomi 4,5-5,5 persen;
- Inflasi 2,0-4,0 persen;
- Tingkat suku bunga SBN 10 tahun 6,67-9,56 persen;
- Nilai tukar Rupiah Rp 14.900-Rp15.300 per dollar AS;
- Harga minyak mentah Indonesia 40-50 dollar AS per barrel;
- Lifting minyak bumi 677-737 ribu barrel per hari;
- Lifting gas bumi 1.085-1.173 ribu barrel setara minyak per hari;
- Defisit APBN 3,21% - 4.17% dari Produk Domestik Bruto (PDB)

(CNBCIndonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Indonesia Menuju Jurang?
Wakapolda Riau Kunjungi Inhil, Wabup Yuliantini Tekankan Kolaborasi dan Penghijauan
Pramuka Kwarcab 04.02 Ikuti Kegiatan KKRI di Makodim 0314/Inhil
Polda Riau Kerahkan Tim RAGA dan Brimob Jaga Keamanan Masyarakat saat Pemadaman Listrik
Raih Juara 2, Koramil 05/RM Turut Meriahkan Futsal Cup 2026 Polsek Rimba Melintang
Pemkab Inhil Gelar Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026
komentar
beritaTerbaru