Kamis, 06 Agustus 2026 WIB

Jokowi Didesak Hentikan Hubungan Diplomatik dengan Myanmar

Harijal - Sabtu, 19 November 2016 21:17 WIB
Jokowi Didesak Hentikan Hubungan Diplomatik dengan Myanmar
AP
Aksi unjuk rasa memprotes penindasan warga Muslim Rohingya yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar.

JAKARTA, kabarmelayu.com - Tragedi kemanusian yang tak beradab terus berulang di Myanmar terkait dengan etnis Rohingya. Sampai detik ini Myanmar yang mengaku telah mengusung demokrasi dengan tokoh peraih Nobel Perdamaian Aung San Syu Kyi sebagai ikon.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pada faktanya, Myanmar telah menjadi negara yang niradab melalui pembiaran bahkan diduga dengan sengaja melakukan pembantaian terhadap etnis Rohingya. Indonesia sebagai negara yang mengusung rasa kemanusian yang adil dan beradab, serta mengedepankan hak asasi manusia (HAM) dinilai perlu bersikap terang dan tegas terhadap Pemerintah Myanmar.

"Saya mendesak Presiden Jokowi untuk mencabut hubungan diplomatik dengan Myanmar dan meminta Duta Besar Myanmar meninggalkan Indonesia segera," ujar Dahnil, Sabtu (19/11/16).

Baca Juga:

Dia menyebut apa yang dilakukan Pemerintah Myanmar tidak mencerminkan negara beradab dan bertentangan dengan prinsip dasar Indonesia yakni Pancasila. Menurut Dahnil, pengusiran Duta Besar Myanmar penting dilakukan untuk menyampaikan pesan kepada dunia sikap tegas Indonesia terhadap negara yang mengabaikan HAM dan niradab dengan melakukan pembantaian etnis. (ROL/rec)

 

Baca Juga:
SHARE:
beritaTerkait
Seekor Monyet Ditangkap di Tembilahan, BBKSDA Riau Lakukan Identifikasi
Lawan Pinjol Ilegal, Pers Didorong Jadi Garda Terdepan Edukasi Publik
Perjuangan Pemadaman Karhutla di Mak Teduh Pelalawan, Tim Berjalan Kaki Dua Kilometer
Ungkap Penyebab Kematian, Polisi Bongkar Makam Pelajar SMK di Pekanbaru
Kemnaker Perkuat Pelatihan dan Penempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas
Kepala UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Lepas Lima Siswa yang Mengikuti Jambore Nasional XII Cibubur Jakarta
komentar
beritaTerbaru