Minggu, 30 Agustus 2026 WIB

KPK Tetapkan Satu Tersangka Baru Kasus BLBI

Harijal - Selasa, 25 April 2017 21:45 WIB
KPK Tetapkan Satu Tersangka Baru Kasus BLBI
Antara/Sigid Kurniawan
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Tumenggung sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Kasus ini telah melalui proses penyelidikan di KPK sejak 2014 lalu. 

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan Syafruddin yang menjabat sebagai ketua BPPN sejak April 2002 ini menyampaikan usulan kepada Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) pada Mei 2002.

Isi usulan tersebut, yakni agar KKSK menyetujui perubahan terkait proses  litigasi terhadap kewajiban obligor menjadi restrukturisasi atas kewajiban penyerahan aset oleh obligor Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) kepada BPPN sebesar Rp 4,8 triliun. 

Baca Juga:

"Hasil restrukturisasi itu adalah Rp 1,1 triliun dinilai sustainable, dan ditagihkan kepada petani tambak," jelasnya di kantor KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (25/4).

Sedangkan sisanya, yakni Rp 3,7 triliun, itu tidak dilakukan pembahasan dalam proses restrukturisasi. Sehingga seharusnya masih ada kewajiban obligor BDNI  sebanyak Rp 3,7 triliun yang belum ditagihkan.

Baca Juga:

Namun, pada april 2004, tersangka Syafruddin ini mengeluarkan surat pemenuhan kewajiban pemegang saham terhadap Samsul Nur Salim selaku pemegang saham mayoritas, atas kewajibannya terhadap BPPN. 

"Padahal, saat itu seharusnya masih ada kewajiban dari Samsul ini sebesar Rp 3,7 triliun tadi," ujar dia. 

Syafruddin dinilai telah melakukan tindakan yang menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi melalui jabatannya. Karena telah merugikan keuangan negara sebesarp Rp 3,7 triliun tersebut.

"Karena jabatannya yang dapat merugikan keuangan negara atau ekonomi negara dalam penerbitan SKL kepada saudara Samsul Nur Salim, selaku pemegang saham BDNI pada 2004," katanya.

Syafruddin disangkakan pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 UU 31/1999 seperti diubah dengan UU 20/2001 tentang pemberantasan korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.(ROL)

SHARE:
beritaTerkait
Babinsa Koramil 06/Siak Hulu Hadiri Malam Puncak Peringatan HUT RI ke-81 Desa Tanah Merah
Pemkab Bengkalis Usul Pembangunan RSUD Bukit Batu dan Pengembangan Layanan Jantung-Kanker ke Kemenkes
Pria di Pekanbaru Diancam dan Diperas, 5 Pelaku Ditangkap
Tim Alpha Lakukan Fastrope ke Titik Api di Riau, Buka Jalan Tim Free Fall
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta, Komitmen Bersama Kawal Industri Sawit Nasional
Ratusan Anggota Koperasi Produsen Tani Aman Makmur Didampingi Pengacara dan LSM Penjara Rohul Tuntut PT. SRL Tinggalkan Lahan 2.050 Hektare
komentar
beritaTerbaru