Gerebek Pengedar Narkoba, Polresta Pekanbaru Sita 31 Catridge Etomidate dan 40 Pil Ekstasi
Gerebek Pengedar Narkoba, Polresta Pekanbaru Sita 31 Catridge Etomidate dan 40 Pil Ekstasi
Hukrim
JAKARTA - Sekretaris Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Wina Armada Sukardi meminta Dewan Pers secepat mungkin lakukan verifikasi perusahaan pers. Menurutnya, sekarang ini predikat tersebut sangat penting karena berita hoax sudah merajalela.
Wina tak ingin lagi melihat generasi muda terhasut pemberitaan yang ditulis atau disebarluaskan oleh media abal-abal. Ia ingat betul salah satu kasus yang menghebohkan pemilihan presiden 2014 lalu.
Ketika sebuah media bodong bernama Obor Rakyat mempropagandakan kampanye hitam tentang Presiden Joko Widodo. Jokowi dikatakan keturunan China, beragama Kristen dan sebagainya. Semua informasi yang tak bisa dibuktikan kebenarannya.
Baca Juga:
"Dewan Pers harus secepat mungkin verifikasi lembaga pers, tunjukkan mana yang benar, mana yang bukan. Jangan sampai ada Obor Rakyat lagi," ujarnya dalam diskusi World Press Freedom Day yang digelar PWI Pusat dengan tema 'Memerangi Hoax, Memperkuat Media Siber Nasional di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta Pusat, Senin (1/5/2017).
Mantan anggota Dewan Pers dua periode itu berkeyakinan, tidak ada pers yang menyebarkan berita hoax. Pers itu di seluruh dunia diakui sebagai institusi yang kredibel dan jurnalis merupakan profesi paling bermartabat.
Baca Juga:
"Jadi, jurnalis juga harus tahu aturan. Kalau Anda melanggar, maka ada sanksinya. Bahkan, bisa dilarang menjadi wartawan lagi, tergantung kesalahannya," katanya.
Setelah ada verifikasi dari Dewan Pers, pengajar Hukum Komunikasi di Universitas Tarumanagara tersebut menyarankan pula agar ada sosialisasi kepada publik tentang perusahaan media mana saja yang layak dipercaya beritanya.
Selain itu, ia mengusulkan agar segera didirikan lembaga yang independen sebagai pusat informasi antihoax. Dalam hal ini, ia mengapresiasi langkah yang diambil rekannya sesama mantan anggota Dewan Pers, Agus Sudibyo. Sebab, pekan lalu Agus baru saja mendirikan Jaringan Wartawan Antihoax (Jawarah).
"Usul lain, saya minta ada pusat informasi antihoax. Mereka haruslah lembaga yang independen karena kalau pemerintah yang sediakan, nanti dikira hanya jadi corong sepihak pemerintah," terangnya.
Di sisi lain, Wina berpesan agar para wartawan juga meningkatkan pemahamannya soal berita hoax. Pasalnya, tanpa mengerti lebih dulu soal berita palsu, mustahil jurnalis bisa memeranginya.
Bagaimana pun, jurnalis adalah garda terdepan penyebaran informasi. Sebab, pewarta bukan cuma bisa jadi korban dari beredarnya berita hoax. Kalau tidak paham isu dan Kode Etik Jurnalistik, maka para wartawan juga bisa menjadi pelaku yang lebih dahsyat dari citizen reporter (warga sipil pewarta) di media sosial.
Gerebek Pengedar Narkoba, Polresta Pekanbaru Sita 31 Catridge Etomidate dan 40 Pil Ekstasi
Hukrim
Benih Jagung Kuartal III Telah Ditanam, Polsek Kandis Perkuat Ketahanan Pangan di Wilayah Binaan
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Setelah terpantau hingga 500an hotspot (titik panas) di Riau sepekan lalu, pagi ini Badan Meteorologi Klimatolo
Lingkungan
kabarmelayu.com,MERANTI Seekor buaya muara menerkam seorang warga bernama Atai (35) saat menyeberang menggunakan rakit di Sungai Sendewo,
Peristiwa
kabarmelayu.com,JAKARTA Menjalani Tugas seharihari di dunia kesehatan sebagai dokter, tidak membuat dr. Hj. Nadya Isra Miranti, M.K.M ber
Kesehatan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Law Firm Citra Hukum Keadilan (CHK) resmi memperluas jangkauan layanannya dengan meresmikan Kantor Perwakilan Pr
Hukrim
kabarmelayu.com,KAMPAR Babinsa Koramil 06/Siak Hulu, Serma Gali Handoko, menghadiri malam puncak peringatan HUT RI ke81 tahun 2026, Sabtu
Sosial
kabarmelayu.com,BENGKALIS Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus berupaya memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui sinergi den
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Aksi pemerasan disertai ancaman kekerasan berhasil diungkap jajaran Polsek Sukajadi. Korbannya seorang pria ya
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebanyak 12 personel Tim Alpha Pekanbaru melaksanakan fastrope sebagai tim pembuka di titik Drop Zone (DZ) dalam
TNI/Polri