62 Hotspot Masih Terpantau di Riau. Inhil 49, Pelalawan Tersisa 7
kabarmelayu.com,PEKANBARU Setelah terpantau hingga 500an hotspot (titik panas) di Riau sepekan lalu, pagi ini Badan Meteorologi Klimatolo
Lingkungan
JAKARTA - Jenazah almarhum Andi Mapetahang (AM) Fatwa rencananya akan dimakamkan pada 15.00 WIB di TMP Kalibata, Jakarta Selatan. Seperti diketahui Anggota DPD RI itu meninggal sekira pukul 06.25 WIB di Rumah Sakit MMC Jakarta.
Hal tersebut nampak dalam keterangan yang disampaikan melalui papan pengumuman yang diletakkan di depan rumah duka di Jalan Condet Pejaten, tepatnya di Kompleks Bappenas Nomor 11 Jakarta Selatan.
Keponakan almarhum, Andi Agung Baso Amir mengatakan, pamannya itu sudah dirawat di RS MMC sejak dua minggu lalu. "Masuk RS bolak balik terakhir dua minggu lalu," di Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis, (14/12/2017).
Baca Juga:
Agung menceritakan, terakhir pamannya itu mengidap lever stadium 4, pun demikian beliau tidak pernah merasa sakit sehingga keluarga terkejut beliau mengidap liver tersebut.
"Keluhan terakhir level stadium 4, kelebihan beliau tidak pernah merasa sakit, jadi kita gak ngerti beliau sakit, malah kita sebagai keluarga kaget, tiba-tiba sakit lever stadium 4," terangnya.
Baca Juga:
Pantauan Okezone di lokasi, di rumah duka AM Fatwa sudah mulai dipenuhi para pelayat. Mereka nampak duduk dan ada yang membacaakan yasin sembari menunggu kedatangan jenazah.
Rencananya, DPD akan menggelar upacara penghormatan terakhir bagi AM Fatwa sebelum dibawa ke rumah duka di kediamannya di Pejaten, Jakarta Selatan. "Benar, DPD akan berikan penghormatan terakhir untuk beliau," ucap Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris saat dikonfirmasi.
Namun, Fahira belum mengetahui waktu pasti upacara penghormatan terakhir tersebut. Rencananya tokoh pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) ini akan dikemubikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata siang nanti.
Sosok pria kelahiran Bone 12 Februari 1939 ini dikenal sebagai salah satu sosok yang kritis terhadap kebijakan orde lama dan orde baru. Bahkan, tak jarang intelektualitas kritisnya, membuat dia sering mendapat teror dan tindak kekerasan dari dua rezim pemerintahan tersebut.
Sebelum mencapai karier politik yang cemerlang, AM Fatwa bahkan divonis 18 tahun penjara dari tuntutan seumur hidup saat melakukan kotbah politik yang kritis terhadap orde baru serta membuka lembaran putih peristiwa Tanjung Priok pada 12 September 1984.
(aky/okezone)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Setelah terpantau hingga 500an hotspot (titik panas) di Riau sepekan lalu, pagi ini Badan Meteorologi Klimatolo
Lingkungan
kabarmelayu.com,MERANTI Seekor buaya muara menerkam seorang warga bernama Atai (35) saat menyeberang menggunakan rakit di Sungai Sendewo,
Peristiwa
kabarmelayu.com,JAKARTA Menjalani Tugas seharihari di dunia kesehatan sebagai dokter, tidak membuat dr. Hj. Nadya Isra Miranti, M.K.M ber
Kesehatan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Law Firm Citra Hukum Keadilan (CHK) resmi memperluas jangkauan layanannya dengan meresmikan Kantor Perwakilan Pr
Hukrim
kabarmelayu.com,KAMPAR Babinsa Koramil 06/Siak Hulu, Serma Gali Handoko, menghadiri malam puncak peringatan HUT RI ke81 tahun 2026, Sabtu
Sosial
kabarmelayu.com,BENGKALIS Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus berupaya memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui sinergi den
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Aksi pemerasan disertai ancaman kekerasan berhasil diungkap jajaran Polsek Sukajadi. Korbannya seorang pria ya
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebanyak 12 personel Tim Alpha Pekanbaru melaksanakan fastrope sebagai tim pembuka di titik Drop Zone (DZ) dalam
TNI/Polri
kabarmelayu.com,YOGYAKARTA Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) berkolaborasi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), me
TNI/Polri
kabarmelayu.com,SUMUT Ratusan anggota Koperasi Produsen Tani Aman Makmur didampingi Tim Pengacara, LSM Penjara Rohul, dan Ketua Adat men
Peristiwa