Pramuka Kwarcab 04.02 Ikuti Kegiatan KKRI di Makodim 0314/Inhil
kabarmelayu.com,INHIL Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) 04.02 Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengikuti kegiatan Korps Kadet Republik I
TNI/Polri
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2019 yang mencapai 5,02% menimbulkan banyak spekulasi dari berbagai kalangan. Ada yang percaya, dan ada yang tidak.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto pada pemaparannya kepada publik, Selasa (5/11/2019) menyebutkan ekonomi Indonesia tumbuh melambat pada triwulan III-2019.
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,02% di triwulan III-2019 atau lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang mencapai 5,05%.
Baca Juga:
"Triwulan III-2019 dibandingkan dengan triwulan II-2019 melambat. Dibandingkan dengan 2018 juga melambat karena pada 2018 di triwulan III-2019 mencapai 5,17%," kata Suhariyanto di kantornya.
Sebuah lembaga riset ekonomi Capital Economics asal London, Inggris pun mempertanyakan mengenai data pertumbuhan ekonomi yang disuguhkan oleh BPS tersebut.
Baca Juga:
Peneliti Capital Economics, Gareth Leather mencurigai perihal stabilnya pertumbuhan ekonomi di angka 5% selama lima tahun terakhir. Oleh karena itu, dia pun mempertanyakan angka pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2019 tersebut.
"Peneliti kami yang khusus meneliti aktivitas Indonesia menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh pada kecepatan yang jauh lebih lemah," kata Gareth seperti dikutip dalam laman resmi Capital Economics, Selasa (5/11/2019).
Kecurigaan ini muncul karena beberapa sektor penopang PDB mayoritas mengalami pelemahan. Sehingga ia menilai PDB Indonesia harusnya masih lebih rendah.
Apabila dirangkum secara rinci, berdasarkan lapangan usaha, industri jasa tumbuh paling tinggi hingga digit ganda. Industri lainnya tumbuh 10,72%, industri jasa perusahaan tumbuh 10,22% sementara industri jasa kesehatan dan kegiatan sosial tumbuh 9,19%.
Secara kuartalan, lapangan usaha yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi adalah jasa pengadaan listrik dan gas yang tumbuh 4,94%, konstruksi tumbuh 4,76% dan jasa keuangan dan asuransi 4,66%.
Secara struktural, ekonomi Indonesia masih ditopang oleh sektor industri yang mencapai 19,62% disusul oleh sektor pertanian sebesar 13,45% kemudian sektor perdagangan 13,02% dan sektor konstruksi yang berkontribusi 10% terhadap PDB.
Keempat sektor lapangan usaha di atas berkontribusi lebih dari 50% dari PDB Indonesia. Apabila ditilik lebih lanjut, pertumbuhan keempat sektor tersebut juga terbilang lesu.
Sektor industri tumbuh melambat menjadi 4,15% (YoY) dari sebelumnya yang mencapai 4,35%. Sektor pertanian juga terkontraksi. Sektor pertanian tumbuh melambat menjadi 3,08% (YoY) dari sebelumnya di kuartal III-2018 berada di 3,66% (YoY).
Sektor perdagangan juga tumbuh melambat menjadi 4,75% (YoY) dari sebelumnya di kuartal III-2018 yang mencapai 5,28%. Sektor konstruksi pun tumbuh melambat di kuartal III-2019. BPS mencatat sektor konstruksi tumbuh 5,65% (YoY) melambat dibandingkan tahun lalu yang mencapai 5,79%.
Melambatnya keempat sektor yang menopang lebih dari 50% PDB Indonesia membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi terbebani dan hanya mampu tumbuh mentok di 5,02%.
Menanggapi hal itu, Suhariyanto mengatakan bahwa BPS tidak bisa asal dalam mengeluarkan data dan dia menjamin data yang sudah dirilis pihaknya sudah akurat.
"BPS ini dimonitor oleh forum masyarakat statistik. Teman-teman IMF [International Monetary Fund] juga selalu datang ke BPS, minimal sekali setahun dengan timnya untuk check," ungkapnya.
"Dan selama lima tahun berturut-turut, kita dapat statement bahwa data PDB akurat. Sekarang betul nggak bahwa kita stable? Tidak juga, dari 5,17% ke 5,02%, kan turunnya tajam," tutur Suhariyanto melanjutkan.
(sumber: cnbcindonesia.com)
kabarmelayu.com,INHIL Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) 04.02 Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengikuti kegiatan Korps Kadet Republik I
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemadaman listrik total (blackout) yang melanda sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Kota Pekanbaru, membuat jaja
Hukrim
kabarmelayu.com,ROHIL Polsek Rimba Melintang menutup rangkaian Turnamen Futsal Kapolsek Rimba Melintang Cup Tahun 2026 yang digelar di Lap
TNI/Polri
kabarmelayu.com,INHIL Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Ka
Pemerintahan
kabarmelayu.com, SIAK Pagi itu suasana SD Negeri 24 Tanjung Pal dan SMP Negeri 8 terasa berbeda. Langkah kecil anakanak berlari di halam
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sistem pembangkit listrik PT. PLN wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengalami gangguan. Sebanyak empat pr
Peristiwa
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota berhasil meraih Juara III pada Lomba Resensi Buku Tingk
Pendidikan
kabarmelayu.com,CILACAP Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke bersama pengurus lai
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dualisme kepengurusan Federasi Serikat Pekerja Transport IndonesiaKonfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesi
Hukrim
Bedah Status Hukum Etomidate Bersama Kepala BNNK Pekanbaru, Penandatanganan MoU, dan Deklarasi Mahasiswa
TNI/Polri