Minggu, 24 Mei 2026 WIB

#GejayanMemanggil, Aksi Pemantik Menuju Demo Lebih Besar

Harijal - Senin, 09 Maret 2020 15:38 WIB
#GejayanMemanggil, Aksi Pemantik Menuju Demo Lebih Besar
(CNN Indonesia/Sut)
Demonstrasi Gejayan Memanggil menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja di Yogyakarta, Senin (9/3).

YOGYAKARTA - Ratusan mahasis dari sejumlah kampus di Yogyakarta dan Magelang Jawa Tengah long march menuju jalan Gejayan Yogyakarta untuk menggelar aksi #GejayanMemanggil Tolak Omnibus Law Cipta Kerja pada Senin (9/3).

Perwakilan dari Aliansi Mahasiswa UGM yang juga humas Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) Yogyakarta, Kontratirano menjelaskan aksi kali ini sebagai pemantik awal agar kesadaran publik terhadap isu Omnibus Law semakin berkembang.

"Gerakan ini sebagai pemantik awal untuk ke depannya akan dieskalasi oleh semua teman-teman (mahasiswa) di Indonesia," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, di sela-sela aksinya.

Baca Juga:

Dari pantauan CNNIndonesia.com, ratusan mahasiswa yang sebagian besar mengenakan jas almamater dari kampus masing-masing mulai bergerak menuju ke jalan Gejayan sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka ling march sambil meneriakkan yel-yel, membentangkan spanduk serta poster-poster, dengan berbagai tulisan.

Sementara Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (BEM KM UGM), Sulthan Farras menyebut draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja hanya melayani kepentingan investasi dan tidak menciptakan keadilan ekonomi.

Baca Juga:

Mestinya, menurut Sulthan, kebijakan publik bertujuan menyejahterakan rakyat, melindung para pekerja, dan menjamin keberlanjutan lingkungan.

Sulthan menambahkan sikap pemerintah kukuh melanjutkan pembahasan Ombnibus Law Cipta Kerja adalah bukti bahwa negara sedang dalam keadaan tak baik.

"Ketika para pejabat selalu mendengungkan pertumbuhan ekonomi adalah tujuan utama, dengan lantang kami menggugat, jangan lupakan keadilan ekonomi!" tegasnya.

Dalam aksi kali ini, BEM KM UGM juga turut menyerukan tiga poin tuntutan. Pertama, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan melebur, serta bergerak bersama dalam mengembalikan demokrasi rakyat. Kedua, meneruskan eskalasi #reformasidikorupsi secara masif dan sistematis. Ketiga, menolak pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja. 

(CNNIndonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Indonesia Menuju Jurang?
Wakapolda Riau Kunjungi Inhil, Wabup Yuliantini Tekankan Kolaborasi dan Penghijauan
Pramuka Kwarcab 04.02 Ikuti Kegiatan KKRI di Makodim 0314/Inhil
Polda Riau Kerahkan Tim RAGA dan Brimob Jaga Keamanan Masyarakat saat Pemadaman Listrik
Raih Juara 2, Koramil 05/RM Turut Meriahkan Futsal Cup 2026 Polsek Rimba Melintang
Pemkab Inhil Gelar Rakor Siaga Darurat Karhutla 2026
komentar
beritaTerbaru