Jumat, 26 Juni 2026 WIB

Hendry Munief Dukung Langkah Pemerintah Kawal Investigasi Penembakan WNI asal Riau di Malaysia

Redaksi - Sabtu, 01 Februari 2025 11:10 WIB
Hendry Munief Dukung Langkah Pemerintah Kawal Investigasi Penembakan WNI asal Riau di Malaysia
Anggota DPR-RI asal Riau, Hendry Munief.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comJAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Riau, Hendry Munief, mendukung penuh langkah pemerintah untuk mengawal investigasi kasus penembakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Riau di Malaysia hingga tewas.

Tindakan Presiden Prabowo dalam mengawal kasus ini menurutnya sudah tepat. Presiden sebagai kepala negara berkewajiban menjaga keamanan rakyat Indonesia baik di dalam atau luar negeri.

"Kita mendukung penuh pak presiden untuk mengawal kasus penembakan WNI di Malaysia. Langkah ini memastikan keadilan bagi para korban, dan memberikan keamanan bagi WNI baik dalam negeri atau luar negeri," kata Hendry Munief saat dihubungi Sabtu (1/2/2025).

Kita juga mengimbau masyarakat agar jangan mudah tergiur dengan iming-iming sindikat yang menjanjikan upah atau gaji besar untuk dipekerjakan di luar negeri. Jika masyarakat tertarik bekerja di luar negeri, sudah ada lembaga khusus pemerintah yang menyalurkannya.

Baca Juga:

"Silahkan ikuti program pemerintah. Di samping dicarikan pekerjaan, para calon tenaga kerja akan diberikan pelatihan khusus dan dipantau keamanannya di negara tempat bekerja. Maka mari kita manfaatkan program pemerintah ini" ulasnya.

Sebelumnya, pada 24 Januari 2025 sekitar pukul 03.00 pagi waktu setempat, petugas Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) melakukan penembakan sebuah kapal di perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia.

Baca Juga:

"Kita menyayangkan tindakan represif pihak Malaysia. Apapun motifnya, tindakan mereka jangan sampai menghilangkan nyawa. Atas nama masyarakat Riau kami ucapkan terima kasih kepada bapak presiden yang mengawal kasus ini," kata Hendry Munief.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur mendapat informasi bahwa WNI yang meninggal dengan inisial B itu berasal dari Riau. Sementara untuk 4 WNI yang menjadi korban luka-luka sudah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit dan sekarang kondisinya stabil.

KBRI juga telah mendapatkan akses kekonsuleran untuk menemui mereka pada Rabu, 29 Januari 2025. Kemenlu dan KBRI Kuala Lumpur memastikan akan terus memantau perkembangan kasus tersebut serta memberikan pendampingan kekonsuleran dan hukum, guna memastikan terpenuhinya hak-hak WNI dalam sistem hukum di Malaysia.

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Audiensi dengan Pj Gubernur, PT. Agrinas Komitmen Serap Naker Lokal di Riau
Sidak LPK PT. RTC, Disnakertrans Riau Stop Operasional Perusahaan
Aksi Vandalisme Anarkis Kelompok Separatis Sahrawi dan Urgensi Dialog Beradab
Menaker Ajak Generasi Muda Amalkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Kemnaker dan Huawei Indonesia Perkuat Kemitraan Pengembangan SDM dan Program Magang
Kemnaker Kembali Raih Penghargaan Nasional Pengawasan Kearsipan dengan Kategori Sangat Memuaskan dan SJTN 2026
komentar
beritaTerbaru