Senin, 20 April 2026 WIB

Kejar Potensi Wisatawan dan Pelaku Industri ASEAN, Anggota Komisi VII DPR RI Dorong Percepatan Ro-Ro Dumai-Melaka

Redaksi - Senin, 06 April 2026 23:41 WIB
Kejar Potensi Wisatawan dan Pelaku Industri ASEAN, Anggota Komisi VII DPR RI Dorong Percepatan Ro-Ro Dumai-Melaka
Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief.(Foto: ist)
kabarmelayu.comJAKARTA - Saat ini pemerintah berencana menggarap potensi wisatawan Asia Tenggara (Short Haul) sebagai alternatif menurunnya kunjungan wisatawan dari Eropa, AS (Long Haul).

Melihat kebijakan tersebut sangat positif, anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief MBA mendukung langkah pemerintah melalui Kementerian Pariwisata tersebut. Saat dihubungi pada Senin (6/4/2026) menyebut langkah itu lebih real baik jangka pendek atau panjang.

"Potensi short Haul seperti Asia Tenggara sangat realistis kita garap saat ini. Baik itu potensi wisatawan, pelaku industri atau tujuan ekspor produk Indonesia. Apalagi dengan dinamika pasar global saat ini jadi cerminan bagaimana dunia ini berkembang ke depannya" kata Hendry Munief.

Baca Juga:

Dukungan itu juga disampaikan oleh Hendry Munief saat Rapat Kerja (Raker) antara Komisi VII DPR dengan Kementerian Pariwisata, Rabu (1/4/2026).

Saat itu Hendry Munief juga mendorong agar pemerintah segera merealisasikan pengembangan Roal On Roal Off (Ro-Ro) Dumai-Melaka sebagai Hub Internasional Indonesia.

Baca Juga:

"Saat ini mengejar potensi wisatawan short haul yaitu Negara ASEAN sebagai wisatawan sangat realistis. Apalagi wisatawan kita menurun hingga 1,64 juta akibat konflik dan perang." terang Hendry Munief.

Untuk menggarap pasar wisatawan ASEAN, Hendry menyarankan kepada pemerintah baik itu dari Kemenpar atau Kementerian terkait lainnya agar memanfaatkan Riau sebagai Hub Internasional karena berdekatan dengan negara-negara ASEAN lainnya.

Hendry Munief menilai strategi mengejar pasar Short Haul tidak akan berhasil tanpa memaksimalkan potensi daerah terdekat dari negara yang dikejar. Yang bisa dikejar bukan saja potensi wisatawan tapi juga sektor industri dimana saat ini Roro

"Riau sangat layak sebagai Hub Internasional Indonesia. Di tengah fluktuasi harga minyak dunia yang tidak stabil dan cenderung terus naik, maka salah satu alternatif adalah jalur laut. Maka kita usulkan agar rencana pembangunan Roro Dumai-Melaka segera diaktivasi," tegas Hendry Munief.

Jalur laut menurut Hendry Munief lebih murah. Ini akan meningkatkan minat wisatawan. Apalagi Roro ini bukan saja mendukung pasar pariwisata namun juga sektor lainnya baik industri, investasi dan lainnya.

"Mudahnya akses akan meningkatkan tingkat kunjungan dan investasi ke Indonesia. Apalagi pasar ASEAN yang dominan suku Melayu memiliki kedekatan secara budaya dengan daerah Sumatra berbasis Melayu" tegasnya.

Dia juga menyampaikan bahwa dengan adanya jalur tol Trans Sumatera turut mendukung program ini. Dumai terhubung dengan seluruh provinsi di Pulau Sumatera.

Di tengah upaya penguatan program tersebut, sektor pariwisata global saat ini menghadapi dampak dari konflik di Timur Tengah. Penutupan wilayah udara Iran pada periode 28 Februari hingga 28 Maret 2026 menyebabkan gangguan penerbangan dari enam hub utama penerbangan internasional—Abu Dhabi, Doha, Dubai, Jeddah, Madinah, dan Muscat—yang berkontribusi pada pembatalan sekitar 770 penerbangan menuju Jakarta, Bali, dan Medan.

Situasi ini diperkirakan menyebabkan potensi kehilangan sekitar 60 ribu kunjungan wisatawan mancanegara dengan potensi devisa yang tidak terealisasi mencapai sekitar Rp2,04 triliun.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ranperda Perlindungan Anak Riau, Diminta Fokus pada Norma Utama
Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
Hendry Munief Dorong Kolaborasi Pemerintah Pusat-Pemda Kembangkan Urban Tourism
Silaturahmi "Tali Berpilin Tiga" FKPMR, Hendry Munief Ajak Semua Elemen Bangun Riau
Komisi VII DPR Minta Pemerintah Kontrol Komersialisasi Air Bawah Tanah
Kunker  ke Yonif  132/Bima Sakti,  Anggota Komisi I DPR RI Dorong TNI Makin Dekat dengan Rakyat
komentar
beritaTerbaru