Semangat HUT Bhayangkara Ke 80, Polresta Pekanbaru Perkuat Komitmen Pelayanan Terbaik Masyarakat
Semangat HUT Bhayangkara Ke 80, Polresta Pekanbaru Perkuat Komitmen Pelayanan Terbaik Masyarakat
TNI/Polri
PEKANBARU, kabarmelayu.com - Anggota DPD RI perwakilan Provinsi Riau, Instiawaty Ayus SH,MH melakukan dialog publik di Hotel Camaio, Jumat (22/9/17) kemarin.
Menariknya, dalam dialog bertopik urgensi penataan sistem ketatanegaraan Indonesia melalui perubahan UU NRI tahun 1945 tersebut, kinerja Walikota Pekanbaru yang hadir sebagai salah satu narasumber menuai sorotan.
Awalnya, Instiawaty Ayus memaparkan fungsi DPD RI di depan puluhan peserta yang datang dari berbagai kalangan, termasuk kalangan pers. Ia mengatakan, DPD RI merupakan ujung tombak inisiatif untuk mendorong tata kelola pemerintahan yang baik karena negara yang besar dan majemuk seperti Indonesia.
Baca Juga:
Senator asal Dapil Riau ini mengungkapkan, sebagai lembaga penyeimbang DPD diharapkan dapat mengawal pelaksanaan otonomi daerah dan mampu menjembatani kepentingan pusat dan daerah, serta memperjuangkan kesejahteraan daerah yang berkeadilan dan berkesetaraan.
“Artinya, kehadiran DPD sebagai kamar kedua di parlemen sangat penting dan strategis dalam perkembangan sistem ketatanegaraan Indonesia, guna mewujudkan prinsip saling mengawasi dan mengimbangi (checks and balances),” ujarnya.
Baca Juga:
Instawaty Ayus menjelaskan, hasil perubahan lain dari UUD 1945 yang terjadi di wilayah kekuasaan eksekutif adalah, Presiden tidak lagi memegang mandat atas MPR dengan kewajiban melaksanakan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).
Sementara anggota DPRD Riau DR Taufik Arrakhman berharap DPD semakin kuat, tanpa dibatasi kepentingan partai dan bergerak sendiri.
“Ini harus kita dukung di amandemen 45 ini, sehingga porsi-porsi pembangunan terlaksana dengan baik,” kata politisi Partai Gerindra tersebut.
Giliran Walikota Pekanbaru DR Firdaus ST MT yang memaparkan sejumlah prestasi selama 5 tahun memimpin kota Pekanbaru. Salah satunya dengan terpilihnya kota Pekanbaru sebagai kota tujuan investasi.
Dari paparan ini kemudian para peserta diminta untuk menyampaikan pendapat atau pertanyaan kepada narasumber.
Menariknya, satu dari tiga peserta yang mengajukan pertanyaan yakni, Faisal Efendi mempertanyakan kinerja Walikota Pekanbaru Firdaus terkait penanganan banjir dan sampah yang hingga kini belum tuntas.
Menanggapi hal itu, Walikota Pekanbaru yang digadang gadang akan maju sebagai calon Gubernur Riau pada 2018 tersebut, justru terkesan buang badan.
Ia mengatakan, banjir yang kerap menggenangi jalan di kota Pekanbaru dipicu oleh sistim drainase yang kurang memadai.
Disisi lain sambung Firdaus, pihaknya tak punya kewenangan untuk membangun drainase di jalan kolektor yang ditangani pusat dan Pemprov.
Sementara masalah sampah kata Walikota yang baru dilantik bulan April 2017 untuk kali kedua ini mengaku karena keterbatasan unit mobil sampah.
“Saat ini hanya ada 50 unit mobil sampah. Idealnya untuk mengagkut sampah di kota Pekanbaru setidaknya butuh 150 unit,” ujar Firdaus. (fin)
Semangat HUT Bhayangkara Ke 80, Polresta Pekanbaru Perkuat Komitmen Pelayanan Terbaik Masyarakat
TNI/Polri
Polisi Ringkus Empat Tersangka Penyalahgunaan Narkoba di Tambang
Hukrim
Menjaga Ketahanan Pangan di Ujung Musim, Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Hadir Mengawal Petani Hingga Panen
Lingkungan
Puluhan Anggota TNI Datangi Polsek Bina Widya Pekanbaru, Ada Iringan Lagu Ulang Tahun Hari Bhayangkara
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang a
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upaya percepatan pembangunan daerah terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Salah satu
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Mantan Chairman Riau Pos Group, Rida K Liamsi, mengaku menjadi korban perlakuan yang tidak adil dari manajemen
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, kembali menggandeng kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluar
Pemerintahan
Sempat menghilang dalam OTT (Operasi Tangkap Tangan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Kuantan Singi
Hukrim
Terdetiksi 254 Hotspot, Pemkab Siak Perkuat Mitigasi Hadapi Super El Nino
Pemerintahan