Dua Hari Pencarian, Bocah Tenggelam di Jembatan Empat Balai Sungai Kampar Ditemukan Malam Tadi
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim SAR gabungan berhasil menemukan seorang anak lakilaki yang sebelumnya dilaporkan hilang tenggelam saat mand
Peristiwa
PEKANBARU, kabarmelayu.com - Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, mengkhawatirkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Madani yang dibangun melalui APBD Kota Pekanbaru, tinggal label. Bahkan SMP yang dibangun untuk mencetak para tafidz Al-Quran ini diyakini tidak akan tercapai sesuai dengan yang diharapkan.
Kondisi ini terjadi setelah rombongan Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Senin (23/7) pagi, melakukan Kunjungan Lapangan (Kunlap). Kunlap dipimpin oleh Ketua Komisi III Zulfan Hafis.
Dari Kunlap yang dilakukan oleh Komisi yang membidangi persoalan pendidikan ini, terpantau masih banyak fasilitas yang belum tersedia dan belum lengkap. Salah satunya adalah Meubeler dan ruangan asrama bagi para siswa belajar sekaligus menetap di tempat tersebut.
Baca Juga:
"Kita akan agendakan hearing dengan OPD terkait membahas anggaran untuk pengadaan keperluan sekolah SMP Madani. Bila perlu jemput bola cari peluang anggaran dari Pemrov," Kata Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Zulfan Hafis usai Kunlap.
Dia meyakini, jika sarana dan fasilitas telah lengkap dan memadai, sekolah madani pencetak tahfiz Al Quran pertama di Kota Pekanbaru ini, akan diperebutkan oleh siswa dan siswi.
Baca Juga:
Untuk menunjang hal itu, perlu adanya perbaikan dari berbagai aspek terutama dari aspek fasilitas seperti boarding (asrama) yang dinilai saat ini sangat mendesak.
"Kita harap kendala-kendala yang ada hari ini bisa diselesaikan di APBD perubahan," harap politisi Partai NasDem ini.
Di lain hal, Anggota Komisi III lainnya, Dian Sukheri yang meninjau lokasi sekolah, juga menginginkan agar sarana dan prasarana untuk sekolah itu segera diselesaikan. Sebab, jika tidak terealisasi maka tujuan dari visi misi smart city yang madani tidak akan terwujud.
"Kita prihatin melihat situasi SMP Madani ini. Kondisi dilapangan anak-anak tidak menginap di asrama. Dengan tidak adanya boarding ini tentu target untuk mencapai hafiz alquran akan terhambat," terangnya.
Menurutnya, keberanian pemerintah untuk membuat kebijakan khusus ditengah rasionalisasi anggaran yang ada, sangat diperlukan. Jika tidak sekolah itu dipastika tinggal embel saja.
"Karena mereka (siswa,red) disini tidak bisa maksimal dalam belajar," ungkapnya.
Kepala Sekolah SMP Madani kota Pekanbaru, Edy Suhendri, menjelaskan, saat ini SMP madani sendiri memiliki 6 rombel (kelas). Yang terdiri dari 3 rombel putra, dan 3 rombel putri. Selain itu, 4 guru tahfiz. Guru PNS dan guru bantu masing-masing 4 orang, sisanya guru honor. "Harapan kita sebagai kepala sekolah guru tahfiz bisa ditambah lagi," pintanya. (eza)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim SAR gabungan berhasil menemukan seorang anak lakilaki yang sebelumnya dilaporkan hilang tenggelam saat mand
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pasien Puskesmas Simpang Tiga Pekanbaru mengeluh. Ratusan pasien hari ini hanya dilayani oleh satu dokter pada S
Kesehatan
INHIL Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di MTsN 2 Indragiri Hilir kembali menuai sorotan publik. Sejumlah persoalan mulai
Pendidikan
Aparat Lambat Tutup Warung RemangRemang Cafe KE Lipat Kain, Masyarakat Siap Turun Tangan
Hukrim
Kapolsek Kandis Cup 2026 Resmi Ditutup, Ajang Pererat Silaturahmi dan Lahirkan Atlet Berbakat
Sport
kabarmelayu.com,DUMAI Penyelundupan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal ke Malaysia kembali berhasil digagalkan oleh Direktorat Po
Hukrim
kabarmelayu.com,MANADO Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Utara periode 20262031 resmi dilantik dan dikukuhk
Sosial
kabarmelayu.com,KAMPAR Pimpinan Daerah Salimah Kampar kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat organisasi melalui Pelatihan Kepe
Sosial
Kemnaker Buka Pendaftaran Bantuan TKM Pemula 2026
TNI/Polri
kabarmelayu.com,SEORANG guru di Papua Selatan membuat surat terbuka untuk Presiden RI, Prabowo Subianto. Dirinya merasa menjadi korban kezol
Pendidikan