Rabu, 17 Juni 2026 WIB

Peringatan Hari Jadi ke-513 Bengkalis, Kental Budaya Melayu

Redaksi - Rabu, 30 Juli 2025 13:58 WIB
Peringatan Hari Jadi ke-513 Bengkalis, Kental Budaya Melayu
Bupati Bengkalis Kasmarni saat puncak Hari Jadi Bengkalis ke-513.(Foto: Diskominfotik)
BENGKALIS - Rangkaian acara puncak Peringatan Hari Jadi ke-513 Bengkalis mencerminkan Negeri Junjungan adalah tanah Melayu yang tradisinya sangat terjaga dengan baik. Puncak peringatan Hari Jadi Bengkalis ditandai dengan Sidang Paripurna Istimewa DPRD, di Kantor DPRD Bengkalis. Rabu (30/7/2025).


Kedatangan rombongan Bupati Kasmarni yang bergerak dari Wisma Daerah Sri Mahkota ke Kantor DPRD Bengkalis disambut dengan tabuhan kompang dan barisan bunga manggar. Dalam budaya Melayu, Kompang digunakan untuk menyambut tamu kehormatan.


Baca Juga:

Irama kompang yang dinamis dan khas Melayu menciptakan suasana yang lebih semarak dan bersemangat.


Baca Juga:

Kemudian bunga manggar khas Melayu, berupa hiasan yang terbuat dari kertas warna-warni, menyerupai pohon kelapa. Bunga manggar melambangkan kemeriahan dan kegembiraan, serta menjadi simbol penyambutan.


Usai melewati jajaran bunga manggar, rombongan Bupati Kasmarni yang didampingi Wakil Bupati dan Bupati ke-14 Bengkalis Amril Mukminin dan unsur Forkopimda Kabupaten Bengkalis dan diapit oleh bujang dan dara disambut dengan silat sambut.


Silat Sambut adalah seni bela diri yang ditampilkan untuk menyambut tamu dengan gerakan yang indah dan sopan santun khas Melayu. Selain sebagai atraksi penyambutan, silat ini juga memiliki makna simbolis, yaitu sebagai bentuk penghormatan, perlindungan, dan penyambutan yang hangat.


Sebelum mengikuti Sidang Paripurna Istimewa, Rombongan Bupati Kasmarni disuguhkan tari pesembahan dan tepak sirih.


Tari Persembahan adalah tarian yang secara khusus ditampilkan untuk menyambut tamu-tamu penting dengan tujuan menghormati dan menjamu mereka.


Tarian ini melibatkan pemberian sirih kepada tamu, yang memiliki makna filosofis mendalam. Sirih dianggap sebagai simbol keramahan, penghormatan, dan persaudaraan. Tarian ini mengandung nilai-nilai sopan santun, adab malu, dan tata krama yang dijunjung tinggi dalam budaya Melayu.



(Galeri Foto)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Momentum HUT Inhil Ke-61, Anggota DPRD Riau Ini Sebut Infrastruktur Keluhan Utama
Hitungan Jam, TRC BPBD Inhil Taklukkan Dua Titik Karhutla
Api Masih Menyala di Tanjung Kapal, Alat Berat Dikerahkan
Tambah Kekuatan Penanganan Karhutla, Satu Heli Water Bombing BNPB Mendarat di Riau
Wako Agung Nugroho Launching Logo HUT Pekanbaru Ke-242, Ini Maknanya
Manggala Agni Dikerahkan Padamkan Karhutla Rupat
komentar
beritaTerbaru