Minggu, 05 Juli 2026 WIB

Serikat Guru Minta Nadiem Bersuara soal Pembukaan Sekolah

Harijal - Jumat, 05 Juni 2020 12:24 WIB
Serikat Guru Minta Nadiem Bersuara soal Pembukaan Sekolah
(CNN Indonesia/Khaira Ummah Junaedi Putri)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim di Kabupaten Bogor.

JAKARTA - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menagih janji Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait keputusan pembukaan sekolah di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah Muhammad Hamid sebelumnya mengatakan syarat pembukaan sekolah kemungkinan diumumkan Mendikbud Nadiem pekan ini.

"Apakah sekolah akan dibuka di zona hijau dengan protokol kesehatan? Atau perpanjangan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sampai Desember? Atau bagaimana?" ujar Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Satriwan Salim melalui keterangan pers dikutip Jumat (5/6).

Baca Juga:

Satriwan mengatakan pihaknya menunggu keputusan Mendikbud terkait ini. Pasalnya beberapa daerah sudah menyatakan sikap soal jalannya pendidikan di tengah pandemi.

Gubernur Ridwan Kamil sebelumnya menyatakan belum ada rencana pembukaan sekolah pada tahun ini. PJJ bakal tetap berlangsung sampai tahun ajaran baru.

Baca Juga:

Sedangkan Pemerintah Kota Bukittinggi sempat menyatakan rencana bakal membuka sekolah pertengahan Juli dengan sejumlah ketentuan.

"Ini terkesan jalan masing-masing. Daerah tak bisa seperti itu. Kemdikbud juga jangan diam saja, seolah lepas tangan. Memberikan kebebasan kepada daerah dan sekolah," kata Satriwan.

Aktivitas belajar di sekolah diliburkan selama pandemi Covid-19. (ANTARA FOTO/Syaiful Arif)

Ia menilai pembukaan sekolah tanpa koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan koordinasi pusat bisa membahayakan warga sekolah.

Terlebih jika pembukaan sekolah, lanjutnya, tidak dibarengi dengan dukungan infrastruktur seperti masker, hand sanitizer, wastafel sampai alat pelindung diri.

Jika tidak ada koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, Satriwan mempertanyakan sumber anggaran untuk mendukung infrastruktur sekolah.

"Kami para guru, orang tua, siswa cemas. Belum ada keputusan yang jelas dari Kemdikbud, apakah perpanjangan PJJ atau membuka sekolah dengan protokol kesehatan di zona hijau?" ungkapnya.

FSGI sendiri menilai perpanjangan PJJ sebaiknya jadi pilihan pemerintah demi keselamatan warga sekolah. Namun keputusan ini harus dibarengi dukungan infrastruktur dan pelatihan guru untuk PJJ.

Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud menyatakan pengumuman keputusan pembukaan sekolah tak jadi dilakukan pekan ini.

"Tampaknya mundur lagi," kata Muhammad Hamid melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com.

Namun ia tak menjelaskan lebih lanjut pertimbangan di balik absennya keputusan Kemendikbud soal pembukaan sekolah, serta kapan hal ini akan diumumkan.

Sebelumnya Hamid menyatakan pembukaan sekolah hanya berlaku untuk daerah pada zona hijau. Sedangkan sekolah di zona kuning dan merah akan tetap melaksanakan PJJ.

Nadiem sendiri belum memberikan pernyataan terkait hal ini. Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ainun Naim juga belum merespon panggilan telepon dan pesan instan yang dikirim. 


(CNNIndonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Menkopolkam Kutuk Keras Pembakaran dan Pembunuhan Pilot AMA Air Oleh KKB Papua  Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal
Polsek Kandis Perkuat Budaya Gotong royong Bersama Petani, Wujudkan Hasil Ketahanan Pangan yang Melimpah
Hadiri MUSANCAB PDI Perjuangan, Sekda Siak Harapkan Lahir Kepengurusan yang Berkontribusi bagi Daerah
Wabup Inhil Hadiri Penutupan MTQ ke-44 Provinsi Riau, Stand Bazar Inhil Juara Kedua
Siak Raih Peringkat VI pada MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau, Wabup Syamsurizal: Terus Tingkatkan Prestasi
Penyelundupan 652 iPhone Ilegal via Pelabuhan Bengkalis Digagalkan
komentar
beritaTerbaru