Minggu, 05 Juli 2026 WIB

Belajar Daring Memberatkan Siswa, Wagubri Minta Masyarakat Bersabar

Harijal - Sabtu, 25 Juli 2020 19:30 WIB
Belajar Daring Memberatkan Siswa, Wagubri Minta Masyarakat Bersabar
istimewa
Wakil Gubernur Riau H Edy Natar Nasution

PEKANBARU - Proses belajar sekolah dengan menerapkan sistim Daring di saat Pandemi Covid-19 ini, dinilai sangat memberatkan bagi orang tua siswa.

Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur Riau H Edy Natar mengatakan jika kondisi ini memang harus dilakukan demi terlaksananya proses belajar siswa mulai jenjang SD hingga SMA. Karena proses belajar tatap muka di sekolah, belum bisa diterapkan akibat pandemi Covid-19.

"Sementara ya kita lakukan dululah ya. Masyarakat diminta untuk bersabar, hingga kondisinya memang benar-benar sudah aman,"sebut Wagubri, Jumat (25/7/20) di Pekanbaru.

Baca Juga:

Wagubri mengakui, jika proses belajar dengan sistim daring ini memang kurang efisien. Belum lagi, orang tua harus mengeluarkan biaya untuk membeli kuota internet bagi siswa di rumah.

"Jangankan sekolah, kita melakukan webinar (web seminar-red) saja kadang kala sering terganggu sinyalnya. Jadi itu memang kita maklumi,"ungkapnya.

Baca Juga:

Saat disinggung apakah Pemprov Riau akan mengeluarkan kebijakan belajar tatap muka di sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Wagubri mengatakan, hal itu kemungkinan belum bisa dilakukan. Namun pihaknya akan mengevaluasi sistim belajar Daring itu.

"Sampai saat inikan belum, tetapi itu akan dievaluasilah. Yang jelas kemarin, Pak Gubernur belum ada mengeluarkan kebijakan untuk itu,"ulasnya.

Sementara Sri (43), seorang ibu rumah tangga di Pekanbaru mengaku sejak pandemi Covid-19, seluruh proses belajar sekolah dilakukan di rumah dengan sistim daring. Para guru memberikan pelajaran melalui handphone (HP). 

"Belajar lewat HP ini tidak maksimal. Anak kita sulit memahami apa yang disampaikan gurunya. Belum lagi kita harus mengeluarkan biaya untuk membeli kuota internet yang banyak untuk belajarnya,"ungkap Sri, seorang ibu rumah tangga.

Dia berharap, pemerintah daerah secepatnya untuk membolehkan siswa belajar tatap muka di sekolah karena dinilai lebih efektif dan efisien. Tentunya dengan membatasi jumlah siswa yang belajar di kelas dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. (MCR)

SHARE:
beritaTerkait
Keanggotaan Dicabut, Dahari Kembalikan KTA PWI
Menkopolkam Kutuk Keras Pembakaran dan Pembunuhan Pilot AMA Air Oleh KKB Papua  Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal
Polsek Kandis Perkuat Budaya Gotong royong Bersama Petani, Wujudkan Hasil Ketahanan Pangan yang Melimpah
Hadiri MUSANCAB PDI Perjuangan, Sekda Siak Harapkan Lahir Kepengurusan yang Berkontribusi bagi Daerah
Wabup Inhil Hadiri Penutupan MTQ ke-44 Provinsi Riau, Stand Bazar Inhil Juara Kedua
Siak Raih Peringkat VI pada MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau, Wabup Syamsurizal: Terus Tingkatkan Prestasi
komentar
beritaTerbaru