Keanggotaan Dicabut, Dahari Kembalikan KTA PWI
kabarmelayu.com,BENGKALIS Dahari ,anggota PWI Bengkalis resmi mengembalikan Kartu Tanda Anggota (KTA) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
Peristiwa
JAKARTA - Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Pusat Muhammadiyah memutuskan tetap mundur sebagai peserta Program Organisasi Penggerak (POP).
Keputusan ini sudah bulat meskipun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim sudah menyampaikan permintaan maaf langsung ke kantor PP Muhammadiyah di Jakarta.
"Muhammadiyah dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan Majelis Pendidikan Tinggi dan Litbang (Dikti Litbang), Muhammadiyah memutuskan untuk tetap tidak berperan serta dalam program POP," ungkap Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu`ti melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (3/8).
Baca Juga:
Ia menyatakan hal ini merupakan keputusan yang diambil pimpinan pusat bersama majelis pendidikan Muhammadiyah dalam rapat seusai kunjungan Nadiem pada Rabu (29/7) lalu.
Dalam hal ini pihaknya menilai anggaran yang diberikan kepada Muhammadiyah pada POP lebih baik digunakan untuk menangani permasalahan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Terlebih karena di tengah pandemi masih banyak keluhan soal PJJ yang belum terselesaikan.
Baca Juga:
"[Namun begitu] Muhammadiyah mengapresiasi silaturahmi Mendikbud ke PP Muhammadiyah serta keputusan mengevaluasi program POP," tambahnya.
Ketika berkunjung ke PP Muhammadiyah, Nadiem meminta Muhammadiyah kembali bergabung di POP. Langkah ini menyusul permintaan maaf yang disampaikan melalui rekaman video kepada tiga organisasi masyarakat yang mundur POP.
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), yang juga turut mundur, sebelumnya mengatakan tidak bisa memutuskan kembali bergabung sebelum POP dievaluasi. Mereka juga mengharapkan rekrutmen POP diulang kembali.
"Kalau PGRI berharap tahun depan diadakan ulang rekrutmen baru dengan mengedepankan asas keterbukaan, transparansi, dan track record-nya jelas siapa yang dapat," ungkap Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi.
Hal serupa juga diungkap Ketua LP Ma`arif NU Arifin Junaidi. Ia menilai evaluasi menyeluruh mulai dari konsep sampai integritas peserta yang lolos POP harus dicermati.
"Kriteria penerimaannya tidak jelas begitu kok. Macam-macam sekali organisasi penerimanya. Ada perkumpulan pecinta budaya, keluarga alumni, kan enggak jelas kriterianya," katanya.
Organisasi Penggerak sendiri merupakan program pelatihan guru besutan Kemendikbud yang melibatkan organisasi masyarakat bidang pendidikan. Bentuknya, ormas membuat pelatihan dan Kemendikbud memberikan dana.
Namun seiring hasil seleksi diumumkan, kritik membanjiri program ini. Kemendikbud diprotes karena meloloskan sejumlah ormas yang dinilai tidak kompeten dan tidak jelas latar belakangnya.
(CNNIndonesia.com)
kabarmelayu.com,BENGKALIS Dahari ,anggota PWI Bengkalis resmi mengembalikan Kartu Tanda Anggota (KTA) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
Peristiwa
kabarmelayu.com,JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago mengutuk keras pembakara
Peristiwa
Polsek Kandis Perkuat Budaya Gotong royong Bersama Petani, Wujudkan Hasil Ketahanan Pangan yang Melimpah
Lingkungan
Hadiri MUSANCAB PDI Perjuangan, Sekda Siak Harapkan Lahir Kepengurusan yang Berkontribusi bagi Daerah
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Yuliantini, S. Sos., M. Si, menghadiri malam penutupan Musabaqah Tilawatil Qur
Pemerintahan
Siak Raih Peringkat VI pada MTQ ke44 Tingkat Provinsi Riau, Wabup Syamsurizal Terus Tingkatkan Prestasi
Pemerintahan
kabarmelayu.com,BENGKALIS Bea Cukai Bengkalis menemukan sebanyak 652 Iphone ilegal di Pelabuhan Internasional Bandar Sri Setia Raja (BSS
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dewan Kehormatan PWI Pusat, H. Helmi Burman, mendesak manajemen Riau Pos Grup segera menyelesaikan seluruh hak
Sosial
Polri untuk Masyarakat, Kapolda Riau Tinjau Jembatan Merah Putih di Dumai
TNI/Polri
Pastikan Keamanan Stok Beras, Menko Polkam Tinjau Gudang Bulog di Sumut
TNI/Polri