Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sambut HPN ke80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sosial
MASJID Raya pinggir Kuantan Desa Kota Medan kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu, provinsi Riau merupakan masjid pertama di Desa Kota Medan.
Masjid ini terletak di tebing tinggi tepi sungai Kuantan yang diperkirakan sudah ada sejak zaman nenek moyang masyarakat Kota Medan yang hingga kini masih berdiri kokoh. Beberapa bangunan terlihat sudah banyak direnovasi.
Masjid ini dahulunya beratapkan ijuk, sekarang sudah diganti dengan bahan seng. Bangunan masjid yang semula terletak di tebing sungai Kuantan ini hampir jatuh ke sungai, sekarang sudah direnovasi dan digeser ke darat agar terhindar dari abrasi sungai.
Baca Juga:
Kayu yang digunakan untuk membangun masjid ini merupakan hasil dari gotong-royong masyarakat yang didapat di sungai Sengkilo.
Awal mula berdirinya masjid ini dibangun dari swadaya masyarakat dengan cara bergotong-royong. Sejak kisaran tahun 60-an masjid raya sudah direnovasi.
Baca Juga:
Karena semakin banyak penduduk desa Kota Medan dibangunlah masjid kedua yang lebih besar jauh dari pinggiran sungai Kuantan.
Masjid raya Kota Medan sampai saat ini masih digunakan masyarakat untuk melakukan ibadah keagamaan.
Di samping kanan masjid ini terdapat sebuah makam yang kini menjadi situs sejarah yang dikenal dengan makam Garin yang sudah ada sejak zaman nenek moyang mereka.

Makam Garin
Sebagian masyarakat desa kota medan percaya bahwa makam Garin merupakan makam keramat, sehingga banyak masyarakat berziarah atau bernazar di makam ini agar diabulkan permohonannya berdoa di makam ini.
"Tidak ada makam keramat, orang-orang saja yang menamakannya, yang ada orangnya yang keramat, bukan makamnya. Disebut orang keramat karena beliau tidak basah walau terkena hujan, jadi jangan salah paham," ujar H. Sirajudin orang tetua Desa Kota Medan.
Semasa hidupnya Garin ini sangat menyukai sholawat, ke mana pun pergi sholawat tidak pernah ditinggalkan. Garin ini tidak asli orang Kota Medan, tetapi beliau asli dari desa Baserah. Garin ini meninggal kisaran tahun 40-an. Dahulu, Makam garin ini terletak disamping kanan masjid.
"Makam garin dekat dengan batang jambu biji dan tidak ada lagi, karena sudah jatuh ke air Kuantan, yang ada bukanlah makam garin asli tetapi orang lain. Makam yang disebut makam Garin itu merupakam makam perampok yang kerjanya merampok di laut yang bernama datuk hakim," begitu penuturan H. Sirajudin.(*)
Sambut HPN ke80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sosial
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Pemerintahan
Aksi Hardiknas Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Peristiwa
kabarmelayu.comJAKARTA Indonesia pernah menjadi kiblat pendidikan di Asia Tenggara, bahkan sampai diminta negara tetangga untuk membantu m
Article
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
kabarmelayu.comINHIL Wakil Bupati Indragiri Hilir Yuliantini S.Sos, M.Si menghadiri Rapat Paripurna Ke 7 DPRD Kab. Inhil Masa Persidan
Pemerintahan
kabarmelayu.comKUANSING Puluhan tahun menunggu kepastian, kesabaran Kelompok Tani Kelompok Tani SKB akhirnya memuncak Rabu (29/4/2026). Me
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, H Zufra Irwan SE, MM, SpAp mengecam sikap Kadisdik Provinsi Riau,
Pemerintahan
kabarmelayu.comROHIL Warga binaan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi berinisial SN alias KN menjadi sorotan di kalangan masyarakat Rokan Hilir.
Hukrim
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musr
Parlemen