Minggu, 05 Juli 2026 WIB

Hari Guru Nasional 2020, Mendikbud Nadiem Makarim Apresiasi Semangat Juang Tenaga Pendidik

Harijal - Rabu, 25 November 2020 15:46 WIB
Hari Guru Nasional 2020, Mendikbud Nadiem Makarim Apresiasi Semangat Juang Tenaga Pendidik
(Liputan6.com/Angga Yuniar)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim

JAKARTA - Peringatan Hari Guru Nasional 2020, hari ini, 25 November, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim mengapresiasi, semangat juang seluruh tenaga pendidik di Indonesia, yang tetap memberikan pendidikan di masa pandemi COVID-19. Para tenaga pendidik terus mencari solusi proses belajar.

Dikutip dari liputan6.com, Nadiem memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tenaga pendidik, "Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tenaga pendidik, pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan pendidikan yang telah menciptakan perubahan dan inovasi yang sangat luar biasa," ucap Nadiem melalui video sambutan saat Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2020 di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Rabu (25/11/2020).

"Dengan semangat juang tinggi, pembelajaran (di masa pandemi COVID-19) tetap terus berjalan dengan segala keterbatasan. Melihat dan mendengar cerita-cerita kesungguhan Bapak dan Ibu Guru mencari solusi agar proses belajar anak-anak berjalan."

Baca Juga:

Nadiem mencontohkan, pembelajaran pada masa pandemi COVID-19, misal membuat anak-anak terbagi menjadi kelompok kecil dan didatangi secara bergiliran. Ada juga yang masuk sekolah dengan menggunakan jadwal.

"Ada juga guru yang mendatangi rumah siswa dan berdiskusi dengan orang tua siswa untuk membantu proses belajar dan mengajar. Bahkan ada yang mencari sinyal di seberang sungai," lanjutnya.

Baca Juga:

"Semua ini menjadi bukti bahwa kita semua adalah pewaris para pejuang dengan cinta serta mampu beradaptasi belajar berbagi dan berkolaborasi."

1,3 Miliar Siswa di Dunia Belajar dari Rumah

Nadiem menyampaikan, 1,3 miliar siswa di dunia belajar dari rumah selama pandemi COVID-19. Para tenaga pendidik harus melakukan pembelajaran jarak jauh.

"Di seluruh dunia, lebih dari 90 persen atau di atas 1,3 miliar populasi siswa harus belajar dari rumah. Jutaan pendidik dituntut untuk bisa melakukan pembelajaran jarak jauh atau belajar virtual," tutur Nadiem.

"Hal ini dilakukan agar kita bisa menjaga diri dari potensi terkena virus Corona sekaligus memutus rantai penularan COVID-19. Sebagai manusia biasa, situasi sulit ini membuat kita merasa tidak nyaman dan tidak berdaya."

Walaupun begitu, kita tidak menyerah dan membuat bangkit berjuang.

"Ini karena keyakinan bahwa kita tetap bisa mengupayakan keberlanjutan pembelajaran bagi murid-murid yang kita cintai, walau dengan segala keterbatasan," imbuh Nadiem.

(sumber: liputan6.com)

SHARE:
beritaTerkait
9.184 ASN Pemko Pekanbaru Serentak Baca Surah Al-Mulk di Masjid An Nur
Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Gerebek Dua Tersangka Narkoba di SM Amin
Keanggotaan Dicabut, Dahari Kembalikan KTA PWI
Menkopolkam Kutuk Keras Pembakaran dan Pembunuhan Pilot AMA Air Oleh KKB Papua  Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal
Polsek Kandis Perkuat Budaya Gotong royong Bersama Petani, Wujudkan Hasil Ketahanan Pangan yang Melimpah
Hadiri MUSANCAB PDI Perjuangan, Sekda Siak Harapkan Lahir Kepengurusan yang Berkontribusi bagi Daerah
komentar
beritaTerbaru