Minggu, 05 Juli 2026 WIB

Pedagang Masker: "Meski Saya Sekeluarga Makan Dari Berjualan Masker, Namun Berharap Pandemi Cepat Berlalu"

Penulis: Ariq Aflah Riadi (Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNRI)
Harijal - Sabtu, 02 Januari 2021 19:20 WIB
Pedagang Masker: "Meski Saya Sekeluarga Makan Dari Berjualan Masker, Namun Berharap Pandemi Cepat Berlalu"
Foto: Ariq Aflah Riadi

PEKANBARU - Panas terik kota Pekanbaru tidak membuat Yogi Putra menyerah guna menyambung hidup. Yogi yang bekerja sehari-hari sebagai pedagang masker di pinggir jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru ini harus menghidupi dua adiknya, Rafi dan Yana di tengah pandemi ini.

Yogi berjualan masker sejak awal pandemi Virus Corona melanda Indonesia pada Maret lalu. Dia melihat ada peluang yaitu masker sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk terhindar dari penyebaran virus Corona. 

Ditambah Yogi yang awalnya pedagang baju di Pasar Pagi Arengka ini harus menerima pil pahit dimana lelaki berambut ikal ini tidak mampu lagi membayar sewa kios yang ditempatinya karena pendapatan penjualan baju berkurang sejak awal pandemi.

Baca Juga:

Saat ditanyai perihal pendapatan dari hasil penjualan masker, pria asal Pariaman, Sumatera Barat ini mengatakan cukup untuk menghidupi keluarganya. 

"Alhamdulillah cukuplah untuk makan sehari-hari, terus untuk mencukupi kebutuhan yang lain, kayak beli paket internet, beli bensin dan lain-lain," jelasnya.

Baca Juga:

Namun, setelah 8 bulan menjalani profesi sebagai pedagang masker pinggir jalan ini, Yogi terjebak dalam sebuah dilema.

"Meskipun saya sekeluarga makan dari jualan masker, tapi saya tetap berharap pandemi ini cepat berlalu," ungkapnya.

Kalimat melankolis tersebut keluar dari seorang pedagang masker. Memang berjualan masker ini mendatangkan keuntungan, namun di sisi lain Yogi melihat kondisi selama pandemi ini cukup menyulitkannya. 

"Jualan masker ini mau tidak mau harus saya jalani, demi sesuap nasi. Tapi ini keadaan sangat sulit, saya ingin kehidupan kembali normal di mana saya bisa kembali berjualan baju seperti sebelum pandemi melanda negara ini," tutup pria berumur 27 tahun ini.(*)

SHARE:
beritaTerkait
Keanggotaan Dicabut, Dahari Kembalikan KTA PWI
Menkopolkam Kutuk Keras Pembakaran dan Pembunuhan Pilot AMA Air Oleh KKB Papua  Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal
Polsek Kandis Perkuat Budaya Gotong royong Bersama Petani, Wujudkan Hasil Ketahanan Pangan yang Melimpah
Hadiri MUSANCAB PDI Perjuangan, Sekda Siak Harapkan Lahir Kepengurusan yang Berkontribusi bagi Daerah
Wabup Inhil Hadiri Penutupan MTQ ke-44 Provinsi Riau, Stand Bazar Inhil Juara Kedua
Siak Raih Peringkat VI pada MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau, Wabup Syamsurizal: Terus Tingkatkan Prestasi
komentar
beritaTerbaru