Minggu, 03 Mei 2026 WIB

Pedagang Masker: "Meski Saya Sekeluarga Makan Dari Berjualan Masker, Namun Berharap Pandemi Cepat Berlalu"

Penulis: Ariq Aflah Riadi (Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNRI)
Harijal - Sabtu, 02 Januari 2021 19:20 WIB
Pedagang Masker: "Meski Saya Sekeluarga Makan Dari Berjualan Masker, Namun Berharap Pandemi Cepat Berlalu"
Foto: Ariq Aflah Riadi

PEKANBARU - Panas terik kota Pekanbaru tidak membuat Yogi Putra menyerah guna menyambung hidup. Yogi yang bekerja sehari-hari sebagai pedagang masker di pinggir jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru ini harus menghidupi dua adiknya, Rafi dan Yana di tengah pandemi ini.

Yogi berjualan masker sejak awal pandemi Virus Corona melanda Indonesia pada Maret lalu. Dia melihat ada peluang yaitu masker sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk terhindar dari penyebaran virus Corona. 

Ditambah Yogi yang awalnya pedagang baju di Pasar Pagi Arengka ini harus menerima pil pahit dimana lelaki berambut ikal ini tidak mampu lagi membayar sewa kios yang ditempatinya karena pendapatan penjualan baju berkurang sejak awal pandemi.

Baca Juga:

Saat ditanyai perihal pendapatan dari hasil penjualan masker, pria asal Pariaman, Sumatera Barat ini mengatakan cukup untuk menghidupi keluarganya. 

"Alhamdulillah cukuplah untuk makan sehari-hari, terus untuk mencukupi kebutuhan yang lain, kayak beli paket internet, beli bensin dan lain-lain," jelasnya.

Baca Juga:

Namun, setelah 8 bulan menjalani profesi sebagai pedagang masker pinggir jalan ini, Yogi terjebak dalam sebuah dilema.

"Meskipun saya sekeluarga makan dari jualan masker, tapi saya tetap berharap pandemi ini cepat berlalu," ungkapnya.

Kalimat melankolis tersebut keluar dari seorang pedagang masker. Memang berjualan masker ini mendatangkan keuntungan, namun di sisi lain Yogi melihat kondisi selama pandemi ini cukup menyulitkannya. 

"Jualan masker ini mau tidak mau harus saya jalani, demi sesuap nasi. Tapi ini keadaan sangat sulit, saya ingin kehidupan kembali normal di mana saya bisa kembali berjualan baju seperti sebelum pandemi melanda negara ini," tutup pria berumur 27 tahun ini.(*)

SHARE:
beritaTerkait
Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025
komentar
beritaTerbaru