Minggu, 03 Mei 2026 WIB

DPRD Riau Tanggapi Wacana KBM Tatap Muka

Harijal - Rabu, 13 Januari 2021 21:27 WIB
DPRD Riau Tanggapi Wacana KBM Tatap Muka
Anggota Komisi V DPRD Riau, Dra Hj Ade Hartati Rahmat MPd

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Satu dari 14 Provinsi di Indonesia yang dinilai siap menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka, adalah Riau. Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Riau harus menentukan pola strategi.

"Ada ada dua pola yang harus dilakukan Pemprov Riau jika KBM tatap muka digelar", ujar anggota Komisi V DPRD Riau Dra Hj Ade Hartati Rahmat MPd menanggapi wacana KBM tatap muka di Riau, Rabu (13/01/21.

Pertama, pola pembelajaran yang tepat dan kedua, menyiapkan infrastruktur minimal sehingga  dampak pandemi covid-19 tidak meluas.

Baca Juga:

Ade Hartati mengakui, tidak adanya pembelajaran tatap muka saat ini akan menimbulkan efek kedepan. Alasannya, karena anak-anak tidak menemukan nilai-nilai yang diambil dari pembelajaran tatap muka itu.

Ia mencontohkan, belajar PPKN.  PPKN itu mengajarkan tentang budi pekerti.

Baca Juga:

"Budi pekerti itu kan contoh, tidak sekedar teori. Nah, anak- anak akan mengalami learning los. Jadi walaupun ada daring tapi tidak bisa
 diharapkan 100 persen menyerap apa yang disampaikan guru", ujarnya.

Oleh karena itu kata Ade, ada dua strategi yang harus ditentukan pemerintah dari pola pembelajaran yang tepat.

Strategi kedua ulas Ade, bagaimana dampak Pendemi tidak meluas. Karena bagi anak mampu nggak ada masalah. Tetapi bagi anak yang berada di daerah 3 T (terdepan, terluar, termiskin, red). Kemudian anak-anak yang termajinalkan yang miskin di perkotaan.

"Dia tidak punya HP, nggak punya uang bagaimana dia bisa daring, anak-anak disabilitas", ucap anggota dewan dari fraksi PAN.

Menurutnya, pemerintah harus memikirkan langkah-langkah jika KBM tatap muka digelar. Sehingga walaupun tidak 100 persen, tapi mengadopsi new normal.

Ade juga mengatakan bahwa, bilamana si orangtua siswa tidak berkenan anaknya belajar tatap muka, maka harus diberi keleluasaan.

"Bagi orangtua yang memang  memiliki keyakinan anaknya punya imun yang bagus dan menyetujui, ya silahkan. Akan tetapi jika orang tua yang menunjukkan bahwa anaknya tidak memiliki imun yang bagus, ya kita hormati", tandasnya. (fin)

SHARE:
beritaTerkait
Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025
komentar
beritaTerbaru