Minggu, 05 Juli 2026 WIB

DPRD Riau Tanggapi Wacana KBM Tatap Muka

Harijal - Rabu, 13 Januari 2021 21:27 WIB
DPRD Riau Tanggapi Wacana KBM Tatap Muka
Anggota Komisi V DPRD Riau, Dra Hj Ade Hartati Rahmat MPd

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Satu dari 14 Provinsi di Indonesia yang dinilai siap menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka, adalah Riau. Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Riau harus menentukan pola strategi.

"Ada ada dua pola yang harus dilakukan Pemprov Riau jika KBM tatap muka digelar", ujar anggota Komisi V DPRD Riau Dra Hj Ade Hartati Rahmat MPd menanggapi wacana KBM tatap muka di Riau, Rabu (13/01/21.

Pertama, pola pembelajaran yang tepat dan kedua, menyiapkan infrastruktur minimal sehingga  dampak pandemi covid-19 tidak meluas.

Baca Juga:

Ade Hartati mengakui, tidak adanya pembelajaran tatap muka saat ini akan menimbulkan efek kedepan. Alasannya, karena anak-anak tidak menemukan nilai-nilai yang diambil dari pembelajaran tatap muka itu.

Ia mencontohkan, belajar PPKN.  PPKN itu mengajarkan tentang budi pekerti.

Baca Juga:

"Budi pekerti itu kan contoh, tidak sekedar teori. Nah, anak- anak akan mengalami learning los. Jadi walaupun ada daring tapi tidak bisa
 diharapkan 100 persen menyerap apa yang disampaikan guru", ujarnya.

Oleh karena itu kata Ade, ada dua strategi yang harus ditentukan pemerintah dari pola pembelajaran yang tepat.

Strategi kedua ulas Ade, bagaimana dampak Pendemi tidak meluas. Karena bagi anak mampu nggak ada masalah. Tetapi bagi anak yang berada di daerah 3 T (terdepan, terluar, termiskin, red). Kemudian anak-anak yang termajinalkan yang miskin di perkotaan.

"Dia tidak punya HP, nggak punya uang bagaimana dia bisa daring, anak-anak disabilitas", ucap anggota dewan dari fraksi PAN.

Menurutnya, pemerintah harus memikirkan langkah-langkah jika KBM tatap muka digelar. Sehingga walaupun tidak 100 persen, tapi mengadopsi new normal.

Ade juga mengatakan bahwa, bilamana si orangtua siswa tidak berkenan anaknya belajar tatap muka, maka harus diberi keleluasaan.

"Bagi orangtua yang memang  memiliki keyakinan anaknya punya imun yang bagus dan menyetujui, ya silahkan. Akan tetapi jika orang tua yang menunjukkan bahwa anaknya tidak memiliki imun yang bagus, ya kita hormati", tandasnya. (fin)

SHARE:
beritaTerkait
9.184 ASN Pemko Pekanbaru Serentak Baca Surah Al-Mulk di Masjid An Nur
Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Gerebek Dua Tersangka Narkoba di SM Amin
Keanggotaan Dicabut, Dahari Kembalikan KTA PWI
Menkopolkam Kutuk Keras Pembakaran dan Pembunuhan Pilot AMA Air Oleh KKB Papua  Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal
Polsek Kandis Perkuat Budaya Gotong royong Bersama Petani, Wujudkan Hasil Ketahanan Pangan yang Melimpah
Hadiri MUSANCAB PDI Perjuangan, Sekda Siak Harapkan Lahir Kepengurusan yang Berkontribusi bagi Daerah
komentar
beritaTerbaru