Minggu, 05 Juli 2026 WIB

Jelang Asesmen Nasional 2021, Nadiem Minta Pelajar Banyak Baca Buku dan Koran

Harijal - Selasa, 24 Agustus 2021 22:22 WIB
Jelang Asesmen Nasional 2021, Nadiem Minta Pelajar Banyak Baca Buku dan Koran
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim saat rapat dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019). Rapat membahas penghapusan Ujian Nasional (UN) pada 2021 dan sistem zonasi. (Liputan6.com/Johan Tallo)

JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Pendidikan Tinggi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim berencana menggelar Asesmen Nasional (AN) 2021 pada September mendatang. AN kali pertama ini diperkirakan berlangsung masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Nadiem meminta tak perlu ada persiapan khusus bagi calon peserta AN 2021 dalam menghadapi asesmen pengganti Ujian Nasional (UN) tersebut. Nadiem hanya meminta calon peserta banyak membaca buku hingga koran.

“Untuk meningkatkan AKM dalam hal literasi, peserta AN sebaiknya membaca buku, koran, majalah sebanyak-banyaknya. Sedangkan untuk meningkatkan kompetensi numerasi, tidak ada jalan pintas selain meningkatkan kemampuan berpikir kritis murid-murid secara sistematis. itu semua butuh proses dan memang tidak dapat dibimbelkan,” ungkap Nadiem dalam keterangan tulis, Selasa (24/8/2021).

Baca Juga:

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian, Pengembangan, dan Perbukuan Kemendikbudristek, Anindito Aditomo menjelaskan bahwa satu-satunya hal yang perlu disiapkan dalam menghadapi AN adalah melakukan persiapan teknis yang dilakukan oleh proktor, pengawas, dan dinas pendidikan. Bukan oleh guru dan murid yang berlomba-lomba untuk meningkatkan skornya.

“Tidak ada keperluan sama sekali untuk menyiapkan diri supaya skornya bagus,” tegasnya.

Baca Juga:

Anindito mengatakan, Kemendikbudristek telah menyediakan informasi melalui laman https://pusmenjar.kemdikbud. go.id. Melalui laman tersebut, siswa, guru, dan orang tua bisa mencoba soal-soal Asesmen Kompetensi Minimum atau AKM baik literasi maupun numerasi.

Sediakan 500 Soal

Ada lebih dari 500 soal yang disediakan untuk publik. Selain itu juga ada buku saku, tanya jawab, video pembelajaran, dan video mengenai protokol kesehatan. Tercatat, laman ini sudah diakses hingga 18 juta akses unik.

“Semua informasi ada di laman Pusmenjar sehingga siswa tidak perlu ikut bimbel. Kalau sekadar ingin melihat contoh soal dan mengalami atau mencoba sendiri, di laman ini sudah kita sediakan secara gratis. Ini mengurangi sumber daya tambahan untuk mempersiapkan AN,” terang Anindito. 

Menurutnya, dari perspektif guru dan kepala sekolah, AN justru mengurangi beban administratif. Sebab, AN mengintegrasikan berbagai program pendataan yang sebelum ini kurang terintegrasi dan cenderung bersifat administratif.

Sebelum AN, guru dan kepsek harus mengisi berbagai borang pendataan dari pihak yang berbeda-beda. Misalnya borang evaluasi diri dari LPMP, borang UN dari Balitbang, dan borang akreditasi dari BAN S/M. 

“Dengan AN, ketiga borang ini terintegrasi. Baik sekolah, guru, tidak perlu mengisi tiga kali. Hanya perlu mengisi satu kali saja yaitu kuesioner AN. Harapannya ini menjadi pengurangan beban administratif sehingga guru dan kepala sekolah punya lebih banyak waktu untuk fokus kepada pembelajaran,” katanya. 

Baca artikel aslinya di sini>>>> Liputan6.com

SHARE:
beritaTerkait
9.184 ASN Pemko Pekanbaru Serentak Baca Surah Al-Mulk di Masjid An Nur
Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Gerebek Dua Tersangka Narkoba di SM Amin
Keanggotaan Dicabut, Dahari Kembalikan KTA PWI
Menkopolkam Kutuk Keras Pembakaran dan Pembunuhan Pilot AMA Air Oleh KKB Papua  Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal
Polsek Kandis Perkuat Budaya Gotong royong Bersama Petani, Wujudkan Hasil Ketahanan Pangan yang Melimpah
Hadiri MUSANCAB PDI Perjuangan, Sekda Siak Harapkan Lahir Kepengurusan yang Berkontribusi bagi Daerah
komentar
beritaTerbaru