Minggu, 03 Mei 2026 WIB

Disdik Riau Kurangi 75 Persen Angka Putus Sekolah Lewat Program SMA Terbuka

Harijal - Rabu, 24 November 2021 09:43 WIB
Disdik Riau Kurangi 75 Persen Angka Putus Sekolah Lewat Program SMA Terbuka

PEKANBARU - Dinas Pendidikan (Disdik) provinsi Riau bertekad mengurangi angka putus sekolah setidaknya sampai 75 persen di akhir masa jabatan Gubernur Riau, Syamsuar mendatang. 

Untuk mencapai target itu, dalam dua tahun terakhir sudah ada program SMA Terbuka. Dimana, sasarannya adalah anak usia sekolah yang tak kesulitan mengakses lembaga pendidikan. 

"Anak-anak di pelosok kampung, di parit-parit, di pesisir, yang tidak ada kesempatan bersekolah kita undang dan kita berikan pembelajaran," tutur Kepala Disdik Riau, Zul Ikram S.Pd, M.Pd, Selasa (23/11/2021). 

Baca Juga:

Zul Ikram menegaskan, kehadiran SMA Terbuka penting untuk mengatasi masalah putus sekolah di beberapa wilayah. Saat ini, SMA Terbuka sudah hadir di lima daerah. Tahun pertama, hadir di Indragiri Hilir (Inhil), Kampar dan Kepulauan Meranti. 

Di tiga kabupaten itu, baik angka partisipasi kasar (APK) maupun angka partisipasi murni (APM) tergolong rendah. Artinya, angka putus sekolah tinggi di wilayah itu. Kemudian, di tahun kedua, SMA Terbuka hadir Siak dan Rokan Hulu.

Baca Juga:

Sejauh ini, sudah ada 49 Tempat Kegiatan Belajar (TKB). TKB bekerjasama dengan SMA negeri terdekat. 

"Inilah yang kita sebut SMA Terbuka. Jadi, TKB ini merupakan sekolah formal juga," kata Kadisdik.

Zul Ikram menekankan, angka putus sekolah, terutama di usia SMA sederajad bukan akibat faktor sosiologis. Tapi lebih kepada akses. Karena kondisi geografis, ada anak yang sulit mengakses sekolah. 

Sebab itulah, solusinya menghadirkan TKB. Jadi, lembaga, termasuk gurunya langsung hadir ke daerah terpencil. Kadisdik mencontohkan di Inhil yang wilayahnya luas dan terpisahkan oleh laut. Alhasil, TKB banyak hadir di sana.

"Salah satu cara kita adalah membuka TKB dengan beberapa moda. Moda yang paling banyak dilakukan adalah pembelajaran jarak jauh. Bisa dengan modul, buku teks pembelajaran atau model yang lain," kata Kadisdik.

Dia menargetkan, tiap tahun angka putus sekolah berkurang 0,22 persen. Tidak hanya lewat SMA Terbuka, tapi berkolaborasi juga dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di tiap kabupaten/kota.

Kadisdik optimis, target ini tercapai. Tahun pertama, tambahnya, sudah 1.060 anak putus sekolah terlayani. Tahun kedua, dengan angka yang sama sudah ada 2.120 orang. Di tahun selanjutnya, tentu sudah lebih dari 3 ribu orang.

Sementara Kepala Bidang PKPLK Disdik Riau, Pahmijan M.Pd yang hadir menjelaskan, lewat pelatihan ini diharapkan peserta mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kompetensi tim di masing-masing satuan pendidikan.

Peserta juga diharap mampu memahami tata kelola sekolah, memiliki pemahaman tentang kinerja masing-masing serta meningkatkan keterampilan guru pembina saat memberi pembelajaran dan pendampingan di TKB. (MCR)

SHARE:
beritaTerkait
Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025
Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan
Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras
komentar
beritaTerbaru