Kamis, 23 April 2026 WIB

418 Murid Bergantian Gunakan 7 Ruang Kelas di SDN 035 Tarai Bangun

Harijal - Kamis, 08 Juni 2023 08:16 WIB
418 Murid Bergantian Gunakan 7 Ruang Kelas di SDN 035 Tarai Bangun
Evi Yenti, S.Pd, Kepala UPT SDN 035 Tarai Bangun.(Foto: Ist)
KAMPAR - Cukup memprihatinkan, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 035 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar ytang berada di tengah pemukiman padat penduduk, minim ruang kelas. Sebanyak 418 peserta didiknya harus bergantian menggunakan 7 ruang kelas yang ada dan ditambah satu ruang perpustakaan.
 
Kondisi ini tentunya perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Perbandingan antara jumlah anak didik dengan ruang kelas yang tersedia ini tentu sangat tak layak.
 
"Iya, terpaksa kita melaksanakan pembelajaran tiga sesi, pagi, siang dan sore. Seluruhnya ada 17 rombel (rombongan belajar)," kata Evi Yenti, S. Pd, Kepala UPT SDN 035 Tarai Bangun.
 
Untuk shift pagi dimulai pukul 07.00 WIB hingga 12.45 WIB, selanjutnya dari pukul 12.45 WIB hingga pukul 15.00 WIB dan terakhir pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.15 WIB. Sementara, untuk jumlah murid dalam satu lokal ada yang mencapai 35 murid.
 
Selama tiga tahun bertugas di SDN 035 Tarai Bangun, Evi Yenti sudah melakukan berbagai upaya, termasuk mengajukan proposal ke Pemkab Kampar melalui Disdikpora.
 
Evi Yenti juga sudah berkomunikasi dengan DPRD Kabupaten Kampar, namun hingga saat ini tak kunjung mendapat respon yang memuaskan.
 
Sebenarnya, Evi Yenti menjelaskan, untuk menambah bangunan di sekolahnya ini memang tak memungkinkan, karena keterbatasan lahan yang memang sempit. Kalau pun ingin memanfaatkan lahan yang ada saat ini, maka harus merombak total bangunan yang ada dan dibangun kembali bertingkat.
 
Sebagai solusi lainnya yakni memanfaatkan lahan seluas 30X50 meter yang ada di sebelah sekolah. Sudah beberapa kali pihaknya mencoba mengkomunikasikan dengan aparat pemerintah setempat, namun belum ada solusi.
 
"Sekolah kami ini memang bisa dikatakan darurat. Bayangkan saja, 7 ruang kelas digunakan untuk 418 anak didik, ini memang sangat dipaksakan," ujar Evi Yenti.
 
Ditambah lagi dengan beberapa fasilitas sekolah yang tak tersedia. Sebut saja ruang kantor, ruang kepala sekolah, UKS dan lainnya, "apalagi aula yang seharusnya dibutuhkan oleh pihak sekolah, gudang pun kita tak punya. Memang terlalu minim sekali," papar Evi Yenti.
 
Bahkan, untuk berolah raga di luar ruangan dan upacara, para murid memanfaatkan fasos yang berada di depan sekolah di luar pagar. Anak-anak juga tak memiliki halaman untuk bermain saat istirahat.
 
Selain itu, 7 ruang kelas yang ada pun saat ini kondisinya juga sudah rusak. Pada bagian atap bahkan sudah sangat lapuk dimakan usia. Termasuk lantai ruang kelas yang hanya disemen dan sudah mulai pecah.
 
"Apalagi tembok pagar sekolah yang tingginya hanya sepinggang, sekolah kita sangat rawan sekali dengan aksi pencurian dan pengrusakan aset sekolah, itu sudah seringkami alami," tambah Evi Yenti.
 
Evi Yenti mengaku, pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun lalu, pihaksekolah terpaksa membatasi peserta didik yang masuk karena keadaan yang takmemungkinkan. Padahal, sejak dua tahun lalu calon peserta didik yang mendaftar di SDN 035 Tarai Bangun terus bertambah.
 
Pihak SDN 035 sangat mengharapkan perhatian pemerintah, baik DPRD Kamparmaupun Pemkab melalui Disdikpora, mengingat lagi pertumbuhan penduduk di wilayah ini, jumlah anak usia sekolah dasar terus bertambah.
 
"Sudah kita ajukan proposal pembangunan dan revitalisasi sejak 2020 lalu kepada pihak Disdikpora dan anggota dewan DPRD Kampar, namun hingga kini belum ada jawaban," sebut Evi Yenti lagi.
 
Lagi, Evi Yenti yang pernah menjadi guru di SDN 024 Tarai Bangun ini berharap sekolahnya dapat bersaing dengan sekolah-sekolah lain di Kabupaten Kampar. Tentunya itu harus didukung dengan sarana prasarana dan fasilitas yang memadai.(Andi)

SHARE:
beritaTerkait
Lampung Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027
Masih Dalam Proses Banding, Jekson Sihombing Dipindah ke Nusakambangan
Polda Riau Bongkar Puluhan Kasus Penyelewengan BBM Bersubsidi
Dukung Efisiensi Energi Nasional, Polda Riau Terapkan Skema Kerja Fleksibel Tanpa Ganggu Layanan Publik
Polisi Tanam Harapan di Hari Bumi 2026, Kandis Bergerak untuk Masa Depan Hijau
Polisi Sahabat Anak: Polsek Kandis Tanamkan Tertib Lalu Lintas Sejak Dini
komentar
beritaTerbaru