Minggu, 23 Agustus 2026 WIB

Cegah Stunting, Mahasiswa Kukerta UNRI Demonstrasi Pembuatan MPASI di Desa Koto Damai, Kampar Kiri Tengah

Harijal - Selasa, 15 Agustus 2023 21:02 WIB
Cegah Stunting, Mahasiswa Kukerta UNRI Demonstrasi Pembuatan MPASI di Desa Koto Damai, Kampar Kiri Tengah
Mahasiswa Kukerta UNRI 2023

KAMPAR - Dalam rangka pencegahan stunting bagi bayi dan balita, Mahasiswa kuliah kerja nyata (Kukerta) Universitas Riau yang dibimbing oleg Dosen Pembimbing Lapangan RA. Rizka Qori Yuliani Putri, S.ST., M.T mengadakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Stunting serta demonstrasi pembuatan MPASI bagi Ibu-ibu yang memiliki balita di Posyandu Mawar 1 desa Koto Damai, kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kamis (10/08/2023).

Sosialiasi ini bertujuan memberikan edukasi kepada ibu-ibu terkait apa yang dimaksud dengan stunting, faktor penyebab terjadinya stunting, hingga cara pencegahannya. 

Salah satu caranya adalah dengan memperhatikan gizi yang terkandung dalam makanan yang akan diberikan pada bayi dan balita. Dengan begitu, gizi akan tercukupi dengan baik guna mencengah stunting. 

Baca Juga:

Angka Stunting sendiri di Indonesia cukup tinggi, hal tersebut terjadi karena beberapa faktor. Faktor utama terjadinya stunting yakni rendahnya asupan gizi pada anak. 

Asupan gizi sangat ditentukan oleh pola makan yang diberikan sang ibu. Meskipun bahan makanan yang disediakan dalam jumlah yang cukup, namun hal tersebut belum bisa mencengah stunting jika tidak diiringi dengan pengetahuan mengenai asupan gizi yang baik pada bayi dan balita. 

Baca Juga:

Makanan pendamping ASI (MPASI) merupakan pemberian makanan lain sebagai pendamping ASI yang diberikan pada bayi dan balita usia 6-24 bulan. 

Makanan pendamping ASI harus diberikan setelah anak berusia 6 bulan karena pada masa tersebut produksi ASI semakin menurun sehingga asupan zat gizi dari ASI tidak lagi memenuhi kebutuhan gizi anak yang semakin meningkat. Apabila terlambat dalam pemberiannya, maka akan menyebabkan masalah gizi bagi bayi dan anak.

Maka dari itu penting bagi para Ibu yang memiliki bayi maupun balita untuk mengetahui resep dan tata cara membuat MPASI yang baik dan benar, termasuk pemilihan bahan yang akan digunakan. 

Demonstrasi Pembuatan MPASI yang diperagakan oleh Mahasiswa Kukerta Universitas Riau 2023 dihadiri oleh Ibu-ibu Kader, Bidan Desa, dan Ibu-ibu bayi dari Dusun 1 dan 4 di Desa Koto Damai, Kecamatan Kampar Kiri Tengah. 

Menu MPASI yang dipraktekkan yakni bubur hati ayam wortel. Bahan yang digunakan mengandung nutrisi  yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang si kecil. Hati ayam mengandung zat besi yang baik untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan otak.

Wortel dinilai memiliki kandungan yang mampu menjaga tumbuh kembang bayi secara optimal, yaitu beta karoten dan vitamin A untuk menjaga kesehatan mata bayi. Sedangkan bubur memiliki kandungan karbohidrat yang menjadi sumber energi bagi tubuh.(*)

SHARE:
beritaTerkait
Panglima TNI Dampingi Presiden RI Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat
Sumatera Dikepung Hotspot! Terpantau 1589 Titik Panas
LT II Kwarran Binawidya 2026 Resmi Dibuka, Siapkan Regu Berprestasi Menuju Tingkat Cabang Kota Pekanbaru
Bahayakan Heli Waterbombing. BPBD Riau Larang Drone di Area Karhutla
Peringati Hari Pramuka ke-65, Bupati Siak Ajak Generasi Muda Sukseskan Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045
Buah Melimpah, Harga Turun, Nilai Ekonomi Kelapa Inhil Hilang
komentar
beritaTerbaru