100 Anak Ikuti Sunat Massal di RS Syafira Pekanbaru
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebanyak 100 anak mengikuti Sunatan Massal dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Pekanbaru ke242 Tahun 2026
Sosial
KAMPAR - UPT SMPN 1 Bangkinang Kota menggelar kegiatan Panen Karya P5 Tema Kearifan Lokal, Rabu (6/3/2024). Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) ini diisi dengan hidangan masakan khas kabupaten Kampar serta makan bajambau yang merupakan tradisi Kampar. Selain itu juga ditampilkan basiacuong, kesenian khas Kampar.
Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Muhammad Amar, siswa UPT SMPN 1 Bangkinang Kota. Selanjutnya sambutan dari pengawas, Muhammad Hatta.
Dalam penyampaiannya, pengawas mengucapkan terima kasih kepada kepala sekolah, koordinator P5 serta fasilitator Kelas VIII yang telah melaksanakan gelar karya P5 tema Kearifan Lokal ini.
Baca Juga:
Muhammad Hatta menyampaikan, yang dipentingkan dalam P5 yang merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka ini adalah proses yang menunjukkan profil seorang pelajar Pancasila.

Baca Juga:
"Semoga Kurikulum Merdeka dengan P5 ini menjadi pembelajaran bagi anak-anak kami," ujar Muhammad Hatta.
Usai sambutan pengawas, Kepala UPT SMPN 1 Bangkinang Kota, Hj. Masniar, S. Pd, MM dalam sambutannya saat membuka kegiatan Panen Karya P5 Kearifan Lokal Masakan Khas Kampar menyampaikan ucapan terima kasih kepada pengawas Muhammad Hatta atas sambutannya.
Hj. Masniar juga mengapresiasi serta menyampaikan ucapan terima kasih kepada para guru serta koordinator P5, Fini Oktavia bersama tim fasilitator Kelas VIII yang telah menyukseskan kegiatan hari ini.
"Terima kasih juga atas kerja sama orang tua siswa. Berkat kerja samanya menyiapkan makan bajambau ini, kegiatan dapat terlaksana dengan baik," kata Hj. Masniar.
Selain makan bajambau, kegiatan juga diselingi dengan pembacaan syair oleh siswi UPT SMPN 1 Bangkinang Kota. Yakni Amanda Putri Kelas 8 J dan Maydina Hasan kelas 8 D.Kegiatan ditutup usai makan bajambau yang diikuti oleh seluruh warga sekolah.
Yang lebih menarik yakni dua siswa yang membawakan basiacuong. Yakni Mujahid Islami kelas VIII F dan Fauzan Firdaus kelas VIII I.
Untuk diketahui, basiacuong adalah tradisi lisan yang dipakai dalam setiap upacara adat masyarakat Kampar. Basiacuong digunakan oleh para ninik mamak, datuk dan pemuka adat dalam kerapatan adat yang ada di setiap persukuan di Kampar.
Basiacuong berasal dari kata siacuong dan acuong yang berarti meninggikan atau menyanjung.(Andi)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebanyak 100 anak mengikuti Sunatan Massal dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Pekanbaru ke242 Tahun 2026
Sosial
kabarmelayu.com,RIAU Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau resmi mencabut keanggotaan Dahari secara permanen setelah terbukti m
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Plt Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Mukhlisin, yang kini menjabat sebagai Plt Bupati pascapenahanan Bupati S
Hukrim
kabarmelayu.com,ROHIL Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi menerima kunjungan kerja dari Kepala Kantor Wilayah (Kakanw
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Wakil Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Mukhlisin menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Pelaksana Tugas (Plt)
Pemerintahan
kabarmelayu.com,JAKARTA Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto didampingi Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. memimpin Uji Na
TNI/Polri
Bupati Siak Afni Zulkifli Masuk Daftar 22 Sosok Reset Indonesia
Pemerintahan
Pemkab Bengkalis Gelar Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies 2026
Pemerintahan
Dapat Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti dari Presiden, Kapolda Riau Disambut Antusias Personel dan Ratusan Masyarakat
TNI/Polri
kabarmelayu.com,MERANTI Di tengah hamparan lahan jagung yang mulai menghijau, harapan akan terwujudnya swasembada pangan nasional terus
Hukrim