Jumat, 24 April 2026 WIB

UPT SDN 024 Tarai Bangun Gelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Pelayanan Siswa Inklusif

Andi - Sabtu, 07 Maret 2026 18:05 WIB
UPT SDN 024 Tarai Bangun Gelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Pelayanan Siswa Inklusif
Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Pelayanan Siswa Inklusif di UPT SDN 024 Tarai Bangun.(Foto: Andi)
kabarmelayu.comKAMPAR - UPT Sekolah Dasar Negeri (SDN) 024 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, menggelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Pelayanan Siswa Inklusif, Sabtu (7/3/2024). Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan kompetensi guru sebagai pelayan bagi seluruh peserta didik, khususnya bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Kegiatan diisi oleh narasumber Zakiyah Ulya, M. Psi, Dosen Psikolog Universitas Riau (UNRI). Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan inklusif, yakni memberikan kesempatan kepada semua peserta didik, termasuk ABK yang memiliki kelainan untuk belajar bersama di sekolah reguler.

Salah satu yang ditekankan oleh narasumber yakni, pendidikan adalah untuk semua, tidak memandang latar belakang, kondisi kebutuhan khusus dan sebagainya. Dalam artian, semua anak mendapatkan hak yang sama untuk menerima pembelajaran.

Baca Juga:


"Artinya, sekolah inklusif harus bisa menjamin kebutuhan pembelajaran anak-anak tersebut, yakni dengan menyesuaikan dengan kondisi setiap anak," terang Zakiyah Ulya.

Baca Juga:

Jika sebelumnya cara belajar seluruh anak sama, dengan sekolah inklusif, ada perbedaan perlakuan, mulai dari metode belajar, capaian pembelajaran dan sebagainya.

Lantas, seperti apa guru menghadapi anak-berkebutuhan khusus di sekolah? Menurut Zakiyah itu dilihat dari karakteristik masing-masing ABK. Guru harus mengenal terlebih dahulu seperti apa karakteristik ABK tersebut.

"Dengan begitu, guru dapat menyesuaikan target pembelajaran dengan kemampuan si anak," tutur Zakiya Ulya lagi.


Pada pelatihan yang dilaksanakan di aula sekolah tersebut, para guru tampak sangat antusias mendengarkan pemaparan narasumber. Pada sesi tanya jawab, para guru juga menerima jawaban yang dapat menjadi solusi.

Di kesempatan yang sama, Kepala UPT SDN 024 Tarai Bangun, Yunita Epi, S. Pd menuturkan, saat ini terpantau sedikitnya ada 26 murid ABK di sekolahnya. Mereka umumnya terdiri dari ABK yang lamban dan kesulitan dalam belajar.

Atas dasar itu, kepala sekolah ingin para guru memiliki kompetensi dan kemampuan agar ABK ini mendapatkan pelayanan yang maksimal dalam pembelajaran, bagaimana agar mereka mendapatkan kebahagiaan dan kepuasan dalam kegiatan belajar.

"Para guru sangat perlu dan dibekali dengan ilmu tentang pembelajaran inklusif terutama untuk peserta didik dengan kebutuhan khusus. Setelah rapat dengan tim kombel (komunitas belajar), maka hari ini kami mengundang psikolog untuk memberikan ilmu dan pengetahuannya," terang Yunita Epi.

Selama ini, kepala sekolah juga mengaku menerima keluhan dari beberapa guru tentang ABK di sekolah tersebut. Dari pemaparan narasumber hari ini, para guru pun telah mendapat pencerahan.

"Nah, ke depannya, setelah pelatihan ini, baik anak normal maupun ABK mendapat pelayanan yang maksimal dari guru, tentunya dengan perlakuan dan metode yqng berbeda," ujar Yunita Epi.

Yunita Epi menegaskan lagi, bahwasanya guru adalah pelayan bagi para peserta didik, sehingga itu, jangan ada siswa yang merasa tidak puas dengan pelayanan tersebut. Perlu diingat, salah satu tugas utama guru adalah mendidik dengan semampunya.

Yunita Epi juga meyakini, pada setiap kekurangan individu, pasti ada kelebihan, meskipun anak itu ABK. Kini bagaimana agar para guru bisa menerima keadaan peserta didik ABK dan memahaminya, sehingga pembelajaran dapat dilaksanakan dengan baik.

Editor
: Andi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sinkronkan Pelatihan Vokasi dengan Industri KEK, Kemnaker Siapkan 60 Ribu Kuota Pelatihan
Terima Aspirasi DPW NasDem Riau, PWI Dorong Penyelesaian Sesuai Mekanisme Pers
Penampakan Harimau Sumatera di Duri Field, BBKSDA Riau Sisir Area PHR
Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Dimulai, Lebih dari 10 Ribu Peserta Ikuti Batch I
Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi Nasional 2026, Batasan Tahun Kelulusan Dihapus
Sebanyak 170 Murid UPT SDN 011 Desa Baru Antusias Ikuti Gladi Bersih TKA
komentar
beritaTerbaru