Mengurai Gurita Pemerasan WNA dan Urgensi Penegakan Hukum Radikal
DUNIA keimigrasian Indonesia kembali didera sorotan tajam menyusul mencuatnya serangkaian dugaan kasus pemerasan sistemik yang menyasar warg
Opini
JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan merevitalisasi sejumlah jurusan SMK. Tujuannya, untuk disesuaikan dengan kebutuhan industri.
"Memang ada beberapa jurusan yang harus direvitalisasi untuk disesuaikan dengan kebutuhan industri," kata Direktur Pembinaan SMK Mustagfirin saat dihubungi Republika, Senin (8/5).
Ia mencontohkan salah satu jurusan yang akan direvitalisasi, yakni, bisnis dan manajemen. Menurutnya, saat ini jurusan tersebut kurang relevan dengan kebutuhan industri yang bergerak. Pun lulusannya, juga bersaing dengan lulusan perguruan tinggi yang kesulitan mendapat pekerjaan.
Baca Juga:
Selama ini, ia menjelaskan, jurusan manajemen dan bisnis banyak diminati oleh SMK swasta. Alasannya, karena biaya operasionalnya yang murah dibanding jurusan lainnya.
Kendati demikian, Mustagfirin enggan menyebut lulusan SMK menyumbang pengangguran terbanyak. Ia membenarkan, apabila melihat data BPS, sebanyak 9,27 persen dari 7,01 juta lulusan SMK menyumbang angka pengangguran. Namun, apabila melihat prestasi lulusan yang bekerja, SMK juga menyumbang pekerja terbanyak. "Berapa juta yang nganggur itu, bukan siswa SMK yang terbanyak," jelasnya.
Baca Juga:
Menurut Mustagfirin, salah satu penyebab tingginya angka pengangguran, yakni karena pertumbuhan ekonomi yang rendah. "Kalau pertumbuhan ekonomi kita kunci, pasti lapangan pekerjaan akan berkurang," lanjutnya.
Ia menjabarkan, pemerintah menargetkan 150 ribu lulusan SMK dapat lapangan pekerjaan. Sehingga, wajar apabila kebutuhan bekerja semakin lama semakin besar. "Jadi memang cukup berat. Sehingga ekonomi harus tumbuh," ujarnya.
Ia membanggakan, sebanyak 92 persen lulusan SMK lebih memilih bekerja. Sementara, apabila melihat lulusan SMA dan Madrasah, sebanyak 85 pesern lulusannya memilih melanjutkan ke perguruan tingg.
Mustagfirin menyebut, SMK memiliki 142 jurusan. Sementara itu, jurusan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri sold out artinya semua bisa bekerja, misalnya, animasi, rekayasa perangkat lunak, teknologi, industri kreatif, pariwisata, maritim, infrastruktur. "Memang ada beberapa jurusan yang belum bisa menyesuaikan, contohnya bisnis dan manajemen," jelasnya.(ROL)
DUNIA keimigrasian Indonesia kembali didera sorotan tajam menyusul mencuatnya serangkaian dugaan kasus pemerasan sistemik yang menyasar warg
Opini
kabarmelayu.com,INHIL Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dr. H. Udin Syafriudin, M. Kes, menanggapi pemberitaan da
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upaya pemberantasan peredaran narkotika terus digencarkan oleh Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru. Dala
Hukrim
kabarmelayu.com,INHIL Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir bergerak cepat menangani
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan dan memperkuat ketahanan iklim, Pemprov
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR Kasus dugaan korupsi penyelewengan dana program digitalisasi desa yang melibatkan oknum kepala desa dan pihak ven
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Upaya membangun ekosistem industri film nasional yang inklusif dan berdaya saing terus didorong melalui kolab
Parlemen
Kecelakaan Maut di Tol Permai, 5 Orang Tewas dan 5 Lainnya Lukaluka
Peristiwa
kabarmelayu.com,MEDAN Suara kekecewaan dan ketidakpercayaan masyarakat asal Kepulauan Nias bergema di depan Markas Kepolisian Daerah Sum
Peristiwa
Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pekanbaru ke242 tahun ini, Pemko Pekanbaru akan menghadirkan dua legia
Peristiwa