Senin, 04 Mei 2026 WIB

Ramai-ramai Mengeluh Tagihan Listrik & Token PLN Bengkak!

Harijal - Senin, 04 Mei 2020 12:30 WIB
Ramai-ramai Mengeluh Tagihan Listrik & Token PLN Bengkak!
Foto: Infografis/Tarif Listrik Non Subsidi Tidak Naik/Edward Ricardo

JAKARTA - PT PLN (Persero) memastikan tarif dasar listrik seluruh golongan tarif tidak naik, termasuk rumah tangga daya 900 Volt Ampere (VA), Rumah Tangga Mampu (RTM), dan di atasnya.

Hal tersebut disampaikan PLN saat netizen ramai-ramai memprotes. Protes netizen muncul saat tagihan listrik membengkak. Para pengguna token-pun mengalami hal serupa seakan-akan lebih mahal.

Asrie misalnya, salah satu warganet yang melalui Twitter mengeluhkan tagihan April 2020 yang keluar pada Mei terlihat membengkak 2 kali lipat.

Baca Juga:

"Saya sudah foto tagihan saya bulan lalu ke WA PLN. Bulan ini naiknya 2x lipat padahal pemakaian seperti biasa," katanya.

Sama halnya dengan Elok, yang mengatakan tagihan listrik bengkak dari Rp 260 ribuan menjadi Rp 525 ribu.

Baca Juga:

Penetapan tarif PLN dilakukan 3 bulan sekali oleh pemerintah. Executive Vice President Corporate Communcation and CSR PLN, I Made Suprateka mengatakan untuk tarif April hingga saat ini dinyatakan tetap, yakni sama dengan periode 3 bulan sebelumnya.

"Kami pastikan saat ini tidak ada kenaikan listrik, harga masih tetap sama dengan periode tiga bulan sebelumnya. Bahkan sejak tahun 2017 tarif listrik ini tidak pernah mengalami kenaikan," Made Suprateka, dalam siaran pers, dikutp Senin (2/5/2020). Besaran tarif yang berlaku saat ini sebagai berikut:

1. Tarif untuk tegangan rendah sebesar Rp 1.467/kWh
2. Tarif untuk R-1/900 VA RTM sebesar Rp 1.352/kWh
3. Tarif untuk tegangan menengah sebesar Rp 1.115/kWh
4. Tarif untuk tegangan tinggi sebesar Rp 997/kWh

Made menjelaskan, adanya peningkatan tagihan rekening listrik pada pelanggan rumah tangga lebih disebabkan oleh meningkatnya penggunaan masyarakat akibat adanya pandemi virus corona yang membuat masyarakat banyak melakukan aktifitas di rumah.

"Kami memahami di tengah pandemi ini, kebutuhan masyarakat akan listrik bertambah. Peningkatan penggunaan listrik sangat wajar terjadi dengan banyaknya aktifitas di rumah. Biasanya siang hari tidak ada aktifitas, saat ini kita harus bekerja dari rumah, otomatis penggunaan bertambah, misalnya untuk laptop dan pendingin ruangan," tambah Made.

Selain itu, guna membantu masyarakat menghadapi pandemi virus corona, PLN juga telah menjalankan keputusan pemerintah untuk memberikan stimulus berupa pembebasan tagihan rekening listrik pelanggan rumah tangga daya 450 VA, pelanggan bisnis dan industri kecil daya 450 VA, serta potongan tagihan sebesar 50% untuk pelanggan rumah tangga 900 VA bersubsidi.

Sebagai upaya mencegah penyebaran wabah virus corona atau Covid-19, PLN juga telah menangguhkan sementara proses pencatatan dan pemeriksaan stand meter bagi pelanggan pascabayar.

Sebagai gantinya, untuk mulai rekening bulan Mei 2020, PLN menyiapkan layanan melalui WhatsApp terpusat bagi pelanggan yang ingin melaporkan angka stan dan foto kWh meter.

Pelanggan pascabayar dapat mengirimkan angka stan kWh meter melalui layanan WhatsApp terpusat PLN dengan nomor 08122 123 123. Pelaporan angka stan meter dapat dilakukan oleh pelanggan sesuai tanggal pencatatan meter masing-masing pelanggan yang akan diinformasikan pada awal proses pelaporan mandiri melalui WhatsApp.


(CNBCIndonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025
komentar
beritaTerbaru