Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sambut HPN ke80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sosial
JAKARTA - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh mencatat puluhan tenaga kesehatan di wilayah provinsi itu telah terkonfirmasi terinfeksi virus corona (Covid-19).
"Sampai saat ini yang sudah saya catat, hampir 60 orang yang positif tenaga medis, perawat maupun dokter. Jumlah itu akan terus bertambah jika pemerintah tidak memperketat sistem penapisan di setiap fasilitas kesehatan," kata Ketua IDI Aceh, Safrizal Rahman di Banda Aceh, Selasa (4/8) seperti dilansir Antara.
Safrizal mengatakan dari 60 tenaga medis tersebut, sekitar 25 orang merupakan dokter, termasuk di dalamnya peserta program dokter spesialis (PPDS), dan selebihnya perawat.
Baca Juga:
Umumnya mereka yang terinfeksi itu tanpa bergejala, cuma membutuhkan isolasi mandiri yang diawasi ketat agar tidak menularkan ke orang lain.
Dia menerangkan ada beberapa orang (bergejala) dan satu orang dokter sekarang di respiratory intensive care unit (RICU) harus diberikan alat bantu nafas, sangat memprihatinkan, tapi sebagian besar tanpa gejala.
Baca Juga:
"Angka ini fluktuatif ya, akan terus meningkat, karena memang pemeriksaan kita kadang-kadang butuh waktu sedikit lama, mereka diperiksa dan mereka harus diisolasi sementara menunggu hasil swab. Karena kalau mereka bekerja takutnya hasil positif, maka sudah banyak lagi yang harus di-tracing," katanya.
Menurut Safrizal, selama ini layanan di fasilitas kesehatan terkait Covid-19 dan perlindungan terhadap tenaga medis masih terkesan lemah. Alhasil, para tenaga medis yang terpapar dan konfirmasi positif sejauh ini terus bertambah.
Oleh karena itu, pihaknya mendorong upaya penapisan atau skrining awal di setiap fasilitas kesehatan harus diperketat.
Ketika ada pasien masuk, maka terdapat prosedur yang jelas dan sejumlah pertanyaan yang disodorkan guna melihat potensi risiko Covid-19.
"Kalau memang pasien ini mengarah ke Covid-19, maka langsung dipindahkan ke tempat perawatan Covid-19. Kalau yang tidak, baru boleh masuk ke fasilitas biasa," ujarnya.
Apabila penapisan tidak ketat, kata Safrizal, pasien yang ternyata terpapar Covid-19 itu bisa saja diarahkan ke ruang biasa. Padahal fasilitas dan metode perawatan di sana tak dipersiapkan khusus untuk pasien Covid-19.
Alhasil, bisa memicu risiko tinggi tenaga medis di sana tertular Covid-19 juga.
"Dan itu terjadi beberapa sekali dan sering sekali bahkan, lolos pasien masuk ke ruang biasa, ternyata belakangan diketahui Covid-19, sehingga siapa saja berkontak dekat dengan pasien ini harus diperiksa semuanya," katanya.
(Antara/CNNIndonesia)
Sambut HPN ke80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sosial
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Pemerintahan
Aksi Hardiknas Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Peristiwa
kabarmelayu.comJAKARTA Indonesia pernah menjadi kiblat pendidikan di Asia Tenggara, bahkan sampai diminta negara tetangga untuk membantu m
Article
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
kabarmelayu.comINHIL Wakil Bupati Indragiri Hilir Yuliantini S.Sos, M.Si menghadiri Rapat Paripurna Ke 7 DPRD Kab. Inhil Masa Persidan
Pemerintahan
kabarmelayu.comKUANSING Puluhan tahun menunggu kepastian, kesabaran Kelompok Tani Kelompok Tani SKB akhirnya memuncak Rabu (29/4/2026). Me
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, H Zufra Irwan SE, MM, SpAp mengecam sikap Kadisdik Provinsi Riau,
Pemerintahan
kabarmelayu.comROHIL Warga binaan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi berinisial SN alias KN menjadi sorotan di kalangan masyarakat Rokan Hilir.
Hukrim
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musr
Parlemen