Minggu, 03 Mei 2026 WIB

Teror Dokter di Subulussalam, Polisi Jaga Ketat Pusat-Pusat Layanan kesehatan

Harijal - Sabtu, 22 Agustus 2020 01:09 WIB
Teror Dokter di Subulussalam, Polisi Jaga Ketat Pusat-Pusat Layanan kesehatan
(Foto: iNews/Ropi Rahendra)
Salah satu ancaman terhadap tenaga medis RSUD Subulussalam, Aceh, yang beredar di media sosial, Kamis (20/8/2020).

MEULABOH - Sejumlah dokter dan perawat yang bertugas di Kota Subulussalam, Aceh, sejak beberapa hari terakhir mendapatkan teror dan intimidasi pembunuhan oleh sejumlah pengguna media sosial. Teror tersebut  terkait meningkatnya jumlah warga yang positif Covid-19 di daerah itu.

Akibat intimidasi dan terror di media sosial, sejumlah dokter memilih eksodus ke daerah lain.

“Ancaman dan intimidasi tersebut diduga dilakukan melalui jaringan media sosial oleh sejumlah pengguna akun, termasuk ada upaya melakukan bully kepada paramedis,” kata Kapolres Kota Subulusaalam AKBP Qori Wicaksono, Jumat (21/8/2020).

Baca Juga:

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, kata kapolres, sudah dilakukan antisipasi dengan menempatkan petugas kepolisian di beberapa lokasi, termasuk di sarana layanan kesehatan.

Hal ini dimaksudkan agar paramedis yang bertugas agar lebih nyaman dan tidak dalam keadaan waswas atau pun khawatir.

Baca Juga:

Kapolres juga mengakui juga sudah mendapatkan surat pemberitahuan yang dilayangkan oleh organisasi profesi dokter di Subulussalam terkait upaya intimidasi, ancaman maupun dugaan ujaran kebencian melalui media sosial kepada para dokter.

“Kalau laporan secara resmi belum ada, sejauh ini baru sebatas surat pemberitahuan saja dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Subulussalam,” kata Kapolres Qori Wicaksono.

Meskipun demikian, kapolres mengimbau kepada masyarakat di daerah ini agar tidak melakukan tindakan pengancaman termasuk ujaran kebencian melalui media sosial, karena tindakan tersebut dapat merupakan bentuk tindak pidana, dan pelakunya bisa dipidana.

“Kami imbau masyarakat agar tidak lagi melakukan tindakan pengancaman, karena pelakunya bisa dipinda,” kata AKBP Qori Wicaksono.

Sebelumnya, pascameninggalnya satu orang pasien positif Covid-19 di RSUD Kota Subulussalam, beredar ujaran kebencian dan intimidasi di media sosial kepada tenaga kesehatan di Kota Subulussalam, Provinsi Aceh. Saat ini sejumlah dokter yang merasa terancam memilih untuk isolasi mandiri ke luar daerah.

Selain membakar, berbagai ancaman dari warga kepada tenaga kesehatan beredar di media sosial Facebook. Ada pula isi ancaman yang mengarah pada pembunuhan para tenaga medis di RSUD Kota Subulussalam.

(iNews.id)

SHARE:
beritaTerkait
Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025
komentar
beritaTerbaru