Sabtu, 29 Agustus 2026 WIB

Usir Tim Medis, Keluarga Pasien Buka Plastik Jenazah Covid

Harijal - Selasa, 25 Agustus 2020 16:10 WIB
Usir Tim Medis, Keluarga Pasien Buka Plastik Jenazah Covid
(ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA)
Ilustrasi. Petugas medis dari tim Satgas Covid-19.

PADANG - Puluhan warga Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mengusir tim medis yang ingin memakamkan jenazah pasien positif Covid-19, Senin (24/8) malam. Mereka bahkan membongkar peti mati dan mengambil jenazah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota, Tien Septino, mengatakan bahwa orang-orang yang menolak pemakaman oleh tim Gugus Tugas Covid-19 tersebut ialah keluarga pasien positif Covid-19, YS, dan warga Jorong Padang Parit Panjang, Kenagarian Taeh, Kecamatan Payakumbuh.

Tien menyebut pasien tersebut adalah jenazah YS (47). Ia, yang diketahui memiliki riwayat asma, mulanya mendatangi RSUD Adnaan WD Payakumbuh, pada Senin (17/8), dengan keluhan sesak napas. Ia lalu dirawat di rumah sakit tersebut.

Baca Juga:

Pada Rabu (19/8), pihak rumah sakit mengambil sampel swab YS dan hasil tesnya keluar pada Kamis (20/8). Karena kondisinya makin lemah, YS dirujuk ke RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi. Pada Senin (24/8) YS meninggal di ruangan isolasi RSUD tersebut pada 16.30 WIB.

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Limapuluh Kota, yang di dalamnya ada Wakil Bupati Limapuluh Kota, Kepala Bidang Dinas Kesehatan, dan Camat beserta Kapolsek Payakumbuh, kemudian menjelaskan kepada keluarga bahwa jenazah sudah dimandikan, dikafani, dibungkus plastik, dan disalatkan oleh tim RSUD Achmad Mochtar, yang disaksikan oleh istrinya dari kejauhan.

Baca Juga:

"Tim mempersilakan keluarga jika ingin menyalatkan jenazah kembali asalkan tidak membuka plastik dan memandikan jenazah karena itu berbahaya. Tetapi, keluarga menolak penjelasan itu dan mengusir tim Gugus Tugas," tutur Tien kepada CNNIndonesia.com, Selasa (25/8).

Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen

Mereka, katanya, kemudian membuka peti mati dan membuka plastik yang membungkus jenazah, lalu memandikan, dan menyalatkan jenazah di rumah duka.

Sebelum meninggalkan rumah duka malam itu, kata Tien, tim Gugus Tugas memberikan alat pelindung diri (APD) kepada keluarga yang ingin menyelenggarakan jenazah agar tidak tertular Covid-19. Namun, hari ini ia mendapatkan informasi bahwa mereka tidak menggunakan APD itu.

Pihaknya mengaku akan menelusuri orang-orang yang terlibat dalam penyelenggaraan jenazah itu, termasuk pelayat. Setelah itu, Gugus Tugas akan mengambil sampel mereka untuk dites PCR untuk mencegah penyebaran Covid-19.

(CNNIndonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta, Komitmen Bersama Kawal Industri Sawit Nasional
Ratusan Anggota Koperasi Produsen Tani Aman Makmur Didampingi Pengacara dan LSM Penjara Rohul Tuntut PT. SRL Tinggalkan Lahan 2.050 Hektare
Dinkes Bersama KONI Pekanbaru dan PMI Riau Bagikan 2000 Masker ke Pengguna Jalan
Peduli Stunting, Kwarcab Pramuka Pekanbaru Salurkan Bantuan di Senapelan
Karhutla di Tembilahan Menjalar Mendekati Pemukiman Warga
Menhut Soroti Penegakan Hukum Kasus Karhutla di Riau, Jikalahari: Belum Ada Korporasi Tersangka
komentar
beritaTerbaru