Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sambut HPN ke80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sosial
PADANG - Puluhan warga Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mengusir tim medis yang ingin memakamkan jenazah pasien positif Covid-19, Senin (24/8) malam. Mereka bahkan membongkar peti mati dan mengambil jenazah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota, Tien Septino, mengatakan bahwa orang-orang yang menolak pemakaman oleh tim Gugus Tugas Covid-19 tersebut ialah keluarga pasien positif Covid-19, YS, dan warga Jorong Padang Parit Panjang, Kenagarian Taeh, Kecamatan Payakumbuh.
Tien menyebut pasien tersebut adalah jenazah YS (47). Ia, yang diketahui memiliki riwayat asma, mulanya mendatangi RSUD Adnaan WD Payakumbuh, pada Senin (17/8), dengan keluhan sesak napas. Ia lalu dirawat di rumah sakit tersebut.
Baca Juga:
Pada Rabu (19/8), pihak rumah sakit mengambil sampel swab YS dan hasil tesnya keluar pada Kamis (20/8). Karena kondisinya makin lemah, YS dirujuk ke RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi. Pada Senin (24/8) YS meninggal di ruangan isolasi RSUD tersebut pada 16.30 WIB.
Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Limapuluh Kota, yang di dalamnya ada Wakil Bupati Limapuluh Kota, Kepala Bidang Dinas Kesehatan, dan Camat beserta Kapolsek Payakumbuh, kemudian menjelaskan kepada keluarga bahwa jenazah sudah dimandikan, dikafani, dibungkus plastik, dan disalatkan oleh tim RSUD Achmad Mochtar, yang disaksikan oleh istrinya dari kejauhan.
Baca Juga:
"Tim mempersilakan keluarga jika ingin menyalatkan jenazah kembali asalkan tidak membuka plastik dan memandikan jenazah karena itu berbahaya. Tetapi, keluarga menolak penjelasan itu dan mengusir tim Gugus Tugas," tutur Tien kepada CNNIndonesia.com, Selasa (25/8).
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen
Mereka, katanya, kemudian membuka peti mati dan membuka plastik yang membungkus jenazah, lalu memandikan, dan menyalatkan jenazah di rumah duka.
Sebelum meninggalkan rumah duka malam itu, kata Tien, tim Gugus Tugas memberikan alat pelindung diri (APD) kepada keluarga yang ingin menyelenggarakan jenazah agar tidak tertular Covid-19. Namun, hari ini ia mendapatkan informasi bahwa mereka tidak menggunakan APD itu.
Pihaknya mengaku akan menelusuri orang-orang yang terlibat dalam penyelenggaraan jenazah itu, termasuk pelayat. Setelah itu, Gugus Tugas akan mengambil sampel mereka untuk dites PCR untuk mencegah penyebaran Covid-19.
(CNNIndonesia.com)
Sambut HPN ke80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sosial
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Pemerintahan
Aksi Hardiknas Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Peristiwa
kabarmelayu.comJAKARTA Indonesia pernah menjadi kiblat pendidikan di Asia Tenggara, bahkan sampai diminta negara tetangga untuk membantu m
Article
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
kabarmelayu.comINHIL Wakil Bupati Indragiri Hilir Yuliantini S.Sos, M.Si menghadiri Rapat Paripurna Ke 7 DPRD Kab. Inhil Masa Persidan
Pemerintahan
kabarmelayu.comKUANSING Puluhan tahun menunggu kepastian, kesabaran Kelompok Tani Kelompok Tani SKB akhirnya memuncak Rabu (29/4/2026). Me
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, H Zufra Irwan SE, MM, SpAp mengecam sikap Kadisdik Provinsi Riau,
Pemerintahan
kabarmelayu.comROHIL Warga binaan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi berinisial SN alias KN menjadi sorotan di kalangan masyarakat Rokan Hilir.
Hukrim
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musr
Parlemen