Selasa, 04 Agustus 2026 WIB

Sejumlah Kerbau di Kampar Riau Terpapar Penyakit Sapi Ngorok

Harijal - Kamis, 01 September 2022 17:01 WIB
Sejumlah Kerbau di Kampar Riau Terpapar Penyakit Sapi Ngorok
istimewa

PEKANBARU - Sejumlah kerbau milik masyarakat Desa Gunung Bungsu, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau mati akibat terpapar Septicaemia Epizootica (SE) atau biasa disebut penyakit sapi ngorok sejak 16 Agustus 2022 lalu. 

"Iya, kita sudah mendapat laporan dari Dinas Peternakan Kampar ada ratusan kerbau mati akibat SE atau bahasa kita disebut penyakit sapi ngorok," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau, Herman melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, dr Faralinda Sari, Kamis (1/9/2022). 

Faralinda Sari menyampaikan, kerbau tersebut mati disebabkan karena bakteri Pasteurella Multocida Serotype. 

Baca Juga:

"Sebenarnya penyakit ini sudah lama, hanya saja kalau musim hujan panas timbul. Terutama hewan ternak yang stres, dan penyakit ini menular sesama hewan ternak," terangnya. 

Faralinda mengatakan, saat ini pihak Dinas Perternakan Kampar sudah turun ke lokasi kerbau mati terpapar SE tersebut. Di mana kerbau yang belum terpapar di wilayah penyebaran sudah ditangani.

Baca Juga:

"Jadi kendalanya itu kerbau peternak yang mati mendapat vaksin. Karena peternak di sana tidak mau sapinya divaksin. Makanya sekarang petugas kesehatan hewan Kampar saat ini tengah melakukan sosialisasi kepada peternak agar kerbaunya mau divaksin," terangnya. 

Ditanya total kerbau yang mati akibat SE, Juru Bicara Satgas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Provinsi Riau ini tidak ingat angka pastinya. 

"Yang jelas sudah ratusan yang mati. Dan penemuan kasus ini sudah kita sampaikan ke Kementerian Pertanian (Kementan) RI," tukasnya.(mcr)

SHARE:
beritaTerkait
Serda Muhammad Raihan Fadhila Raih Emas pada 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026
Program Nasional Revitalisasi Sekolah, Siak Sudah Terima Rp61 Miliar
Pemotor Diduga ODGJ Terobos Tol Permai 
Wako Lantik Zulhelmi Arifin Sebagai Sekdako Pekanbaru
HGB Ratusan Ruko STC Pekanbaru Tak Bisa Diperpanjang
Dinilai Terafiliasi Wahabi, GP Ansor Inhil Tolak Peningkatan Status Surau di Sungai Beringin
komentar
beritaTerbaru