Tuntut Plasma 20 Persen PTPN V Regional III, Warga Ngaso Temui DPRD Riau
kabarmelayu.com,PEKANBARU Perwakilan masyarakat Desa Ngaso, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), mendatangi DPRD Provinsi R
Sosial
Tiga dari lima orangtua diduga pelaku, Hendri (39) Sudar (38) dan Ari Sitorus (39), Sabtu (31/5/2025) menerangkan bahwa anak mereka tidak melakukan pengeroyokan terhadap siswa insial KB sehingga meninggal dunia.
Hendri mengatakan, anaknya pernah berkelahi dengan korban karena sering ejek ejekan. "Anak saja diejek dengan gelar "papan" dan korban memukul anak saya sehingga terjadi perkelahian. Perkelahian terjadi sudah lama satu minggu sebelum meninggal dunia," ujar Hendri.
Baca Juga:
Sementara Sudar, orangtua siswa yang dituduh mengeroyok korban menjelaskan bahwa anaknya pernah berkelaho dengan korban lantaran anaknya diejek oleh korban. "Anak saya pernah kelahi dengan korban karena korban mengejek anak saya dengan mengolok nama orangtua. Perkelahian terjadi pada akhir bulan April 2025, jadi jarak perkelahian dengan meninggalnya korban jauh sekali," jelasnya.
Kemudian Ari Sitorus mengungkapkan anaknya pernah berkelahi dengan korban pada awal bulan April 2025 sebelum ujian sekolah. "Anak saya berkelahi dengan korban karena anak saya dilempar batu oleh korban sehingga anak saya marah dan terjadi perkelahian," ungkapnya.
Baca Juga:
Ketiga orangtua diduga pelaku ini membantah jika anak mereka disebut mengeroyok korban sehingga meninggal dunia. Karena perkelahian korban dengan diduga pelaku secara terpisah dan waktu yang berbeda.
Sebelumnya, korban inisial KB adalah siswa kelas 2 SDN dilaporkan meninggal dunia karena dibully dan dikeroyok oleh teman sekolahnya siswa kelas 5 dan kelas 6. Saat ini, penyidik kepolisian sedang melakukan penyelidikan dan telah melakukan autopsi pada jenazah korban.
Para orangtua yang diduga anaknya sebagai pelaku menyampaikan turut berdukacita dan permohonan maaf jika anak mereka pernah berkelahi dengan anak korban. Namun, mereka membantah bahwa korban meninggal dunia karena dibully atau dikeroyok oleh anak mareka.
KB dikabarkan meninggal dunia pada hari Senin (26/5/2025) dini hari di RSUD Indrasari. Meninggalnya siswa SDN ini viral di medsos dan media online disebut karena dibully dan dikeroyok teman sekolahnya.(Yudi)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Perwakilan masyarakat Desa Ngaso, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), mendatangi DPRD Provinsi R
Sosial
kabarmelayu.com,DUMAI Persiapan Konferensi Kota (Konferkot) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Dumai telah mencapai 98 persen. Agenda ya
TNI/Polri
kabarmelayu.com,RIAU Mekanisme penyelesaian sengketa informasi publik di Komisi Informasi (KI) kembali menjadi sorotan. Akademisi hukum, D
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sepanjang tahun 2026 ini sebanyak 65 orang ditetapkan sebagai tersangka dugaan melakukan pembakaran hutan dan la
Hukrim
Kapolsek Teluk Meranti Pasang 6 Plang Peringatan di Lokasi Karhutla
Hukrim
kabarmelayu.com,BENGKALIS Unit Pelaksana Teknis Daerah Laboratorium Kesehatan Masyarakat (UPTD Labkesmas) Kabupaten Bengkalis berhasil m
Pemerintahan
kabarmelayu.com,INHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil) diwakili Sekdakab H. Tantawi Jauhari, mengambil sumpah sekaligus melantik 18 Pejabat
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berkomitmen tinggi dalam menyediakan fasilitas pendidikan. Pemko membuka jala
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau membutuhkan alokasi anggaran sekitar Rp22 triliun untuk meningkatkan kualitas
Pemerintahan
kabarmelayu.com,JAKARTA Dewan Penasihat (DP) bersama Pengurus Harian Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar rapat di Kantor PW
TNI/Polri