Koleksi Hotspot Riau Terus Berkurang, Sore Ini Tersisa 12 Titik
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Riau terus berkurang dalam beberapa waktu terakhir. Sore ini, S
Lingkungan
Tiga dari lima orangtua diduga pelaku, Hendri (39) Sudar (38) dan Ari Sitorus (39), Sabtu (31/5/2025) menerangkan bahwa anak mereka tidak melakukan pengeroyokan terhadap siswa insial KB sehingga meninggal dunia.
Hendri mengatakan, anaknya pernah berkelahi dengan korban karena sering ejek ejekan. "Anak saja diejek dengan gelar "papan" dan korban memukul anak saya sehingga terjadi perkelahian. Perkelahian terjadi sudah lama satu minggu sebelum meninggal dunia," ujar Hendri.
Baca Juga:
Sementara Sudar, orangtua siswa yang dituduh mengeroyok korban menjelaskan bahwa anaknya pernah berkelaho dengan korban lantaran anaknya diejek oleh korban. "Anak saya pernah kelahi dengan korban karena korban mengejek anak saya dengan mengolok nama orangtua. Perkelahian terjadi pada akhir bulan April 2025, jadi jarak perkelahian dengan meninggalnya korban jauh sekali," jelasnya.
Kemudian Ari Sitorus mengungkapkan anaknya pernah berkelahi dengan korban pada awal bulan April 2025 sebelum ujian sekolah. "Anak saya berkelahi dengan korban karena anak saya dilempar batu oleh korban sehingga anak saya marah dan terjadi perkelahian," ungkapnya.
Baca Juga:
Ketiga orangtua diduga pelaku ini membantah jika anak mereka disebut mengeroyok korban sehingga meninggal dunia. Karena perkelahian korban dengan diduga pelaku secara terpisah dan waktu yang berbeda.
Sebelumnya, korban inisial KB adalah siswa kelas 2 SDN dilaporkan meninggal dunia karena dibully dan dikeroyok oleh teman sekolahnya siswa kelas 5 dan kelas 6. Saat ini, penyidik kepolisian sedang melakukan penyelidikan dan telah melakukan autopsi pada jenazah korban.
Para orangtua yang diduga anaknya sebagai pelaku menyampaikan turut berdukacita dan permohonan maaf jika anak mereka pernah berkelahi dengan anak korban. Namun, mereka membantah bahwa korban meninggal dunia karena dibully atau dikeroyok oleh anak mareka.
KB dikabarkan meninggal dunia pada hari Senin (26/5/2025) dini hari di RSUD Indrasari. Meninggalnya siswa SDN ini viral di medsos dan media online disebut karena dibully dan dikeroyok teman sekolahnya.(Yudi)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Riau terus berkurang dalam beberapa waktu terakhir. Sore ini, S
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Koalisi Masyarakat Sipil Riau Penyokong Kaukus Parlemen Hijau Daerah Riau secara resmi dideklarasikan oleh Joh
Lingkungan
kabarmelayu.com,JAKARTA Memasuki hari kelima operasi pencarian, Tim SAR gabungan mengerahkan Helikopter Dauphin AS 365 N3 HR3604 untuk m
Peristiwa
kabarmelayu.com,JAKARTA Presiden Rusia Vladimir Putin, Jumat (11/9), mengatakan Eropa telah mendorong negaranegaranya menuju perang denga
Peristiwa
kabarmelayu.com,SEMARANG Kafilah Provinsi Riau mengawali kemeriahan Musabaqah Tilawatil Qur&039an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Sema
Budaya
kabarmelayu.com,ROHUL Unit Reskrim Polsek Kepenuhan mengungkap kasus dugaan pencurian dengan pemberatan yang terjadi di rumah warga di Des
Hukrim
Putus Mata Rantai Peredaran Narkoba, Wabup Syamsurizal Apresiasi Polres Siak
Pemerintahan
Antisipasi Narkoba, Polisi Razia Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, 17 Pengunjung Tes Urine
Hukrim
kabarmelayu.com,ROHUL Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan terus mendukung pemenuhan hak warga binaan dalam memperole
Hukrim
kabarmelayu.com,JAKARTA Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mafirion Syamsuddin Rogo, mendesak pemerin
Parlemen