Selasa, 11 Agustus 2026 WIB

Upaya Evakuasi Harimau di Pulau Burung Inhil, BBKSDA Kirim Box Trap ke Desa Danai

Riki - Selasa, 11 Agustus 2026 13:46 WIB
Upaya Evakuasi Harimau di Pulau Burung Inhil, BBKSDA Kirim Box Trap ke Desa Danai
Pengiriman box trap dari Tembilahan ke Desa Danai, Pulau Burung, Inhil.(Foto: Istimewa)
kabarmelayu.com,PEKANBARU - Upaya evakuasi Harimau Sumatera yang beberapa pekan ini meresahkan warga Desa Danai, Kecamatan Pulau Burung Kabupaten Indragiri Hilir, terus dilakukan. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengirimkan kandang perangkap (box trap) ke lokasi tersebut, Senin (10/8/2026).

Kandang perangkap tersebut dikirim dari Tembilahan menggunakan speedboat sekitar pukul 11.30 WIB. Kandang itu berukuran panjang 180 sentimeter, lebar 70 sentimeter, dan tinggi 100 sentimeter dengan berat mencapai 135 kilogram.

Tiga petugas BBKSDA Riau turut berangkat bersama seorang dokter hewan dari Tembilahan menuju Pulau Burung yang memakan waktu sekitar tiga jam.

Baca Juga:

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, Junaidy, turut melepas keberangkatan petugas BBKSDA Riau bersama kandang perangkap tersebut. Kandang perangkap ini menjadi salah satu langkah penanganan untuk mengamankan harimau yang keberadaannya telah membuat warga Desa Danai khawatir.

"Kandangnya dikirim kemarin menggunakan speedboat," kata Junaidy, Selasa (11/8/26).

Baca Juga:

Sementara Humas BBKSDA Riau, Reni mwnuturkan, setelah tiba di Pulau Burung, tepatnya di Desa Danai, kandang perangkap langsung dipasang oleh petugas.

"Setibanya di Desa Danai, kandang perangkap langsung dipasang. Petugas BBKSDA terus berupaya melakukan evakuasi terhadap harimau tersebut," ungkap Reni.

Upaya evakuasi dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan warga maupun petugas. Tim BBKSDA juga terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan satwa liar tersebut.

Sementara, Kepala Desa (Kades) Danai, Halim, berharap proses evakuasi dapat segera membuahkan hasil. Ia mengatakan, selama harimau masih berkeliaran di sekitar permukiman dan wilayah aktivitas warga, masyarakat masih dihantui rasa takut.

"Harapan kami harimau ini segera dievakuasi. Selama masih berkeliaran, warga masih takut beraktivitas," ujar Halim.

Kekhawatiran warga semakin meningkat setelah jejak baru yang diduga merupakan jejak harimau kembali ditemukan. Masyarakat setempat menyebut harimau tersebut dengan panggilan Datuk Belang.

Halim mengatakan, temuan jejak baru menjadi tanda bahwa keberadaan satwa tersebut masih berada di sekitar wilayah Desa Danai.

Kades Danai mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengurangi aktivitas di kawasan yang diduga menjadi lintasan harimau, hingga proses evakuasi berhasil dilakukan.

Diberitakan sebelumnya, akibat kejadian pebampalan si raja rimba tersebut, suasana Desa Danai mencekam. Bahkan para siswa sekolah harus mengikuti pembelajaran secara daring.

Keputusan pembelajaran secara tatap muka ditiadakan sementara, merupakan keputusan dari Pemkab Inhil melalui dinas pendidikan setempat guna menghindari terjadinya hal-hal yang membahayakan siswa di daerah tersebut.

Harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) merupakan satwa dilindungi dan keberadaannya harus tetap dijaga. Namun, ketika satwa tersebut masuk atau mendekati kawasan aktivitas manusia, penanganan harus dilakukan secara hati-hati untuk mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Rentang Januari-Juli 2026, DPKP Pekanbaru Evakuasi 72 Ekor Ular di Permukiman Warga
Buaya Muara Mengamuk di Desa Undan Inhil, Naik ke Darat Kejar Warga
Seekor Monyet Ditangkap di Tembilahan, BBKSDA Riau Lakukan Identifikasi
Petani di Pelalawan Diserang Beruang Liar
Teror Monyet Kian Meresahkan Warga Tembilahan  Inhil, Belasan Korban Dilarikan ke Rumah Sakit
Monyet Liar Resahkan Warga Tembilahan, Dalam 6 Hari 10 Orang Jadi Korban
komentar
beritaTerbaru