Jumat, 04 September 2026 WIB

Insiden Berdarah di Sumbul, Ekskavator Hangus Dibakar, 4 orang luka Bacok

Redaksi - Jumat, 04 September 2026 10:40 WIB
Insiden Berdarah di Sumbul, Ekskavator Hangus Dibakar, 4 orang luka Bacok
Salah seorang korban pembacokan saat mendapat perawatan medis.(Foto: Ist)
kabarmelayu.com,DAIRI – Kekecewaan yang sangat mendalam dugaan pembiaran yang mencuat dalam insiden bentrokan saat pembukaan jalan Dusun III Lumban Siboro menuju kawasan Tombak Lama, Desa Pangguruan, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, Sabtu (29/8/2026).

Sebelum kegiatan berlangsung, pihak yang akan melakukan pembukaan jalan disebut telah meminta pendampingan kepada Polsek Sumbul secara tertulis. Pada pagi hari sebelum kegiatan, Syahril Siboro juga menghubungi salah seorang personel Polsek Sumbul, Aipda P. Simanjuntak, untuk mengingatkan terkait rencana kegiatan tersebut.

Menurut Syahril, personel Polsek Sumbul menyampaikan akan hadir di lokasi untuk melakukan pengamanan. Namun, hingga bentrokan terjadi, tidak terlihat adanya personel Polsek Sumbul di tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi disebut pengayom masyarakat tapi kena apa waktu dibutuh kan didak di hiraukan,sehingga terjadi bentrok di lapangan melempari batu sehingga 4 luka,dan tidak jelas paktornya apa ?

Baca Juga:

Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan dari pihak yang terlibat mengenai alasan tidak hadirnya personel kepolisian, meski sebelumnya telah diminta untuk melakukan pendampingan.

Baca Juga:

Bentrokan terjadi ketika kegiatan pembukaan jalan berlangsung. Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh pemilik lokasi, pembukaan jalan ter sebut dirasa tidak ada masalah dengan pihak lain atau belum bersentuhan dengan lahan yang dipersoalkan oleh kelompok warga yang melakukan penolakan.

Namun, situasi tiba-tiba memanas setelah terjadi aksi pelemparan batu dan botol kaca dari arah atas tebing. Bentrokan kemudian terjadi dan berujung pada pembakaran satu unit ekskavator.

Terkait dugaan pelanggaran hukum dalam insiden tersebut, P. Manjuntak menyebut penanganannya merupakan ranah pihak Reskrim untuk dilakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut supaya persoalannya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi mengenai tidak hadirnya personel pengamanan di lokasi saat bentrokan terjadi, Kapolsek Sumbul AKP Rapolo Tambunan, SH, memberikan penjelasan.

Saat ditemui di Kantor Polsek Sumbul, Kecamatan Sumbul, Senin (31/8/2026), Kapolsek mengatakan bahwa tidak hadirnya personel di lokasi merupakan atas perintahnya.

"Itu atas perintah saya. Saya perintahkan mereka tidak pergi. Mau pergi atau tidak, itu perintah saya. Dipanggil pun saya ke Polda, saya sudah siap menjawab," ujar Rapolo dengan nada tegas.

Pernyataan Kapolsek tersebut menjadi bagian penting untuk dikonfirmasi lebih lanjut guna mengetahui alasan dan pertimbangan kepolisian tidak menempatkan personel di lokasi, meski sebelumnya telah ada permintaan pendampingan pengamanan.(CN)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Lahan Aset Desa Junjangan Dikelola Kelompok Tani, Pemdes Bersikap Tertutup
Ngeri! Nelayan Inhil di Inhil Selamat dari Terkaman Buaya, Bertahan 6 Jam di Atas Pohon
PPWI Inhil, BDPN, Kades dan Warga Pungkat Bahu Membahu Padamkan Api yang Membakar Kebun Warga
Ratusan Anggota Koperasi Produsen Tani Aman Makmur Didampingi Pengacara dan LSM Penjara Rohul Tuntut PT. SRL Tinggalkan Lahan 2.050 Hektare
Pimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Karhutla, Wabup Siak Dorong Perusahaan Ikut Jaga Lahan Sekitar
Luruskan Informasi, Pengawas dan Tim Ahli Koperasi JMB Tegaskan Pertemuan di Kantor Camat Adalah Rapat Koordinasi
komentar
beritaTerbaru