Diiming-iming Lolos Seleksi Penerimaan Polri, Warga Meranti Ditipu Rp307 Juta
kabarmelayu.com,MERANTI Harapan seorang warga Kabupaten Kepulauan Meranti berinisial MN untuk mengantarkan anaknya menjadi anggota Polri b
Hukrim
Sebelum kegiatan berlangsung, pihak yang akan melakukan pembukaan jalan disebut telah meminta pendampingan kepada Polsek Sumbul secara tertulis. Pada pagi hari sebelum kegiatan, Syahril Siboro juga menghubungi salah seorang personel Polsek Sumbul, Aipda P. Simanjuntak, untuk mengingatkan terkait rencana kegiatan tersebut.
Menurut Syahril, personel Polsek Sumbul menyampaikan akan hadir di lokasi untuk melakukan pengamanan. Namun, hingga bentrokan terjadi, tidak terlihat adanya personel Polsek Sumbul di tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi disebut pengayom masyarakat tapi kena apa waktu dibutuh kan didak di hiraukan,sehingga terjadi bentrok di lapangan melempari batu sehingga 4 luka,dan tidak jelas paktornya apa ?
Baca Juga:
Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan dari pihak yang terlibat mengenai alasan tidak hadirnya personel kepolisian, meski sebelumnya telah diminta untuk melakukan pendampingan.
Baca Juga:
Bentrokan terjadi ketika kegiatan pembukaan jalan berlangsung. Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh pemilik lokasi, pembukaan jalan ter sebut dirasa tidak ada masalah dengan pihak lain atau belum bersentuhan dengan lahan yang dipersoalkan oleh kelompok warga yang melakukan penolakan.
Namun, situasi tiba-tiba memanas setelah terjadi aksi pelemparan batu dan botol kaca dari arah atas tebing. Bentrokan kemudian terjadi dan berujung pada pembakaran satu unit ekskavator.
Terkait dugaan pelanggaran hukum dalam insiden tersebut, P. Manjuntak menyebut penanganannya merupakan ranah pihak Reskrim untuk dilakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut supaya persoalannya.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi mengenai tidak hadirnya personel pengamanan di lokasi saat bentrokan terjadi, Kapolsek Sumbul AKP Rapolo Tambunan, SH, memberikan penjelasan.
Saat ditemui di Kantor Polsek Sumbul, Kecamatan Sumbul, Senin (31/8/2026), Kapolsek mengatakan bahwa tidak hadirnya personel di lokasi merupakan atas perintahnya.
"Itu atas perintah saya. Saya perintahkan mereka tidak pergi. Mau pergi atau tidak, itu perintah saya. Dipanggil pun saya ke Polda, saya sudah siap menjawab," ujar Rapolo dengan nada tegas.
Pernyataan Kapolsek tersebut menjadi bagian penting untuk dikonfirmasi lebih lanjut guna mengetahui alasan dan pertimbangan kepolisian tidak menempatkan personel di lokasi, meski sebelumnya telah ada permintaan pendampingan pengamanan.(CN)
kabarmelayu.com,MERANTI Harapan seorang warga Kabupaten Kepulauan Meranti berinisial MN untuk mengantarkan anaknya menjadi anggota Polri b
Hukrim
kabarmelayu.com,CIBINONG Pengadilan Negeri Cibinong, Kabupaten Bogor, menggelar sidang perdana perkara perdata perbuatan melawan hukum t
Hukrim
kabarmelayu.com,DAIRI Kekecewaan yang sangat mendalam dugaan pembiaran yang mencuat dalam insiden bentrokan saat pembukaan jalan Dusun I
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Setelah tiga waktu berturutturut mengalami kenaikan, hari ini, Jumat (4/9/2026) jumlah hotspot (titik panas) di
Lingkungan
kabarmelayu.comKAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota menggelar tablig akbar dalam rangla petingatan Maulid Nab
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga dua kali li
Kesehatan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi tidak menyurutkan langkah POBSI dan KONI Kota Pekanbaru untuk m
Sport
Mengangkat Cita Rasa Senama Nenek KKN Kelompok 17 Perkenalkan Ayam Salai sebagai Kuliner Khas Desa Senama nenek
Article
KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab Gelar Edukasi MultiProgram di SMA Negeri 3 Tapung Hulu
Article
kabarmelayu.com,INHIL Siapa sebenarnya yang mengelola lahan aset Desa Junjangan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), masih misteri. Meski K
Pemerintahan