UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Gelar Upacara Hardiknas 2026
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota, melaksanakan uoacara peringatan Hari Pendidikan Nasion
Pendidikan
PEKANBARU, kabarmelayu.com - Sekitar 500 orang massa demonstran masyarakat Suku Sakai Desa Kandis Kabupaten Siak Provinsi Riau berunjukrasa di depan kantor Gubernur Riau menuntut tanah ulayat mereka yang katanya dirampas PT Ivo Mas Tunggal seluas 24.000 hektare, Rabu (15/3/2017).
Koordinator Lapangan Dapson kepada wartawan mengatakan, massanya siap menumpahkan darah demi memperjuangkan tanah ulayat mereka yang dirampas PT Ivo Mas Tunggal seluas 24.000 hektare.
"Kami juga siap membangun tenda dan bermalam di depan gerbang pintu Kantor Gubernur Riau ini sampai Gubernur Riau Ir Arsyadjuliandi Rahman mendengar dan mencari solusi masalah kami ini," kata Dapson.
Baca Juga:
Gubernur Riau Ir Arsyadjuliandi Rahman sempat menemui massa demonstran dan mengatakan sedang mengumpulkan data dan bukti-bukti kepemilikan lahan Suku Sakai ini dan akan mengadakan rapat. Namun massa tak sabaran dan ingin Gubernur hari ini juga memutuskan.
Hingga Rabu petang (15/3/2017) Gubernur Riau dan jajarannya masih mengadakan rapat. Massa tetap berorasi dan memberi waktu 15 menit agar gubernur memberi keputusan kalau tidak massa akan masuk menerobos pintu besi kantor Gubernur Riau.
Baca Juga:
Sekretaris massa aksi dari Persatuan Suku Sakai Menggugat PSSM) Desa Kandis, Friyanto Saputra (Uri) kepada wartawan di sela-sela demo menjelaskan, sejak 1982 PT Ivo Mas Tunggal meminta anak-anak masyarakat Suku Sakai mengisi polibag (plastik) berisi bibit sawit kemudian ditanam di tanah masyarakat Suku Sakai dengan perjanjian secara lisan akan memberikan tanah masyarakat suku Sakai.
Tapi hingga saat ini perjanjian itu tidak direalisasikan oleh perusahaan. Sebelumnya pada tahun 2012 lalu masyarakat Sakai menuntut kembalinya tanah ulayatnya, dan PT Ivo Mas Tunggal masih memberikan janji dengan meminta masyarakat mencari lahan kosong untuk dibangunkan kebun.
Akan tetapi masyarakat Suku Sakai tidak memiliki lahan selain lahan yang dikuasai PT Ivo mas Tunggal. Hingga saat itu perusahaan tetap tidak mau memberikan lahan tersebut kepada masyarakat, walau sudah diukur ulang.
Mirisnya lagi masyarakat ingin membersihkan kuburan neneak moyang mereka di tengah lahan yang dikuasaipun tidak diizinkan.
"Saat ini PT Ivo Mas tunggal sudah menguasai tanah ulayat Suku Sakai di kawasan Kandis seluas 24.000 hektare, sehingga Suku Sakai berusaha meminta kembali tanah mereka baik bertemu dengan perusahaan, bahkan pemerintah setempat melalui Camat Kandis bahkan Bupati Siak. Namun hasilnya tidak juga diberikan," kata Friyanto.
Mirisnya lagi, setiap masyarakat menuntut dikembalikannya lahan tersebut, pihak perusahan selalu berdalih, "Untuk apa kalian duduki lahan kalian kan perusahaan tidak mau memberikan, kalau mau dapatkan kembali lahan kalian ini minta sana sama Pemerintah, kalian jangan terus duduki lahan ini percuma perusahaan juga tidak perduli dengan kalian," jawab mereka, ujar Friyanto.
Untuk itu Persatuan Suku Sakai Menggugat (PSSM) meminta Gubernur Riau dapat menyelesaikan konflik tanah ulayat yang terjadi antara masyarakat Suku Sakai dengan PT Ivo Mas Tunggal dengan cepat.
Masyarakat Suku Sakai berharap dikembalikannya tanah mereka demi kelangsungan hidup. Karena sumber pencarian mereka sebelumnya memanfaatkan sungai, sekarang sudah dicemari limbah. Sementara perkebunan, mereka tidak lagi punya tanah, karena sudah habis digarap perusahaan. Hutan juga sudah gundul akibat pembukaan lahan, kemana lagi masyarakat harus mengadu kalau bukan kepada Pemerintah. Sekarang hidup Suku Sakai bergantung kebijakan Gubernur Riau.
Tuntutan warga Sakai pertama, Gubri harus mengembalikan tanah ulayat masyarakat Suku sakai yang telah dikuasai PT Ivo mas Tunggal seluas 24.000 hektare. Kedua, Gubri harus memeriksa kembali izin HGU PT Ivo Mas Tunggal. Ketiga Gubri harus membuka mata melihat perekonomian masyarakat Suku Sakai sebagai masyarakat pribumi Provinsi Riau.(har/di)
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota, melaksanakan uoacara peringatan Hari Pendidikan Nasion
Pendidikan
Sambut HPN ke80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sosial
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Pemerintahan
Aksi Hardiknas Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Peristiwa
kabarmelayu.comJAKARTA Indonesia pernah menjadi kiblat pendidikan di Asia Tenggara, bahkan sampai diminta negara tetangga untuk membantu m
Article
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
kabarmelayu.comINHIL Wakil Bupati Indragiri Hilir Yuliantini S.Sos, M.Si menghadiri Rapat Paripurna Ke 7 DPRD Kab. Inhil Masa Persidan
Pemerintahan
kabarmelayu.comKUANSING Puluhan tahun menunggu kepastian, kesabaran Kelompok Tani Kelompok Tani SKB akhirnya memuncak Rabu (29/4/2026). Me
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, H Zufra Irwan SE, MM, SpAp mengecam sikap Kadisdik Provinsi Riau,
Pemerintahan
kabarmelayu.comROHIL Warga binaan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi berinisial SN alias KN menjadi sorotan di kalangan masyarakat Rokan Hilir.
Hukrim