Senin, 04 Mei 2026 WIB

Modus Bantu Periksa Tugas Ulangan, Murid SMP di Oral Sex Guru

Harijal - Rabu, 12 April 2017 21:07 WIB
Modus Bantu Periksa Tugas Ulangan, Murid SMP di Oral Sex Guru
ilustrasi

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Seorang oknum guru sebuah sekolah SMP dan SMK di Pekanbaru berinisial Raf bakal berurusan dengan pihak Kepolisian, Selasa (11/4/2017) sore, sekitar pukul 17.30 WIB.

Raf yang juga sebagai pengajar di SMP itu dilaporkan ke polisi, karena diduga telah melakukan tindak pencabulan kepada sorang muridnya WDT (13), pelajar sebuah SMP warga Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo Sik MM mengatakan, oknum guru tersebut dilaporkan lantaran diduga telah melakukan perbuatan cabul terhadap seorang muridnya berinisial WDT pada Senin (10/4/2017) siang, sekitar pukul 12.30 WIB.

Baca Juga:

Guntur mengatakan, modus asusila yang dilakukan oleh tenaga pendidik berumur empat puluh lima tahun itu adalah dengan mengajak korban untuk datang kerumah pelaku di Kecamatan Tampan, dengan alasan membantu sang guru untuk memeriksa tugas Ulangan Sekolah SMK, tempat sang guru mengajar selain SMP.

"Karena diajak gurunya, korban (WDT) menyanggupi ajakan sang guru yang merangkap wali kelas tersebut," kata Guntur, Rabu (12/4/2017).

Baca Juga:

Dirumah sang guru, lanjut Guntur, korban awalnya diajak makan siang oleh pelaku. Setelah makan siang, pelaku kemudian membuka baju korban dan memeriksa alat kelamin korban.

Setelah membuka baju korban, pelaku lalu memegang alat kelamin korban dan memasukan ke mulutnya untuk oral seks. Namun, saat itu korban berontak dan menolak ajakan sang guru.

"Pelaku kemudian membujuk dan merayu korban sambil berkata bahwa hal ini hanya korban dan pelaku yang tau. Puas melakukan aksinya, pelaku lalu memberikan uang Rp20 ribu sewaktu korban pulang," bebernya.

Guntur menjelaskan, terbongkarnya kasus tersebut terungkap setelah korban menceritakan permasalahan kepada orang tuanya. Keluarga korban tidak terima lantas melaporkannya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Pekanbaru.

"Saat ini kasus pencabulan ini sedang dalam penyelidikan, korban juga sudah dimintai keterangannya," tutup Guntur. (gam/rec)

SHARE:
beritaTerkait
Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025
komentar
beritaTerbaru