UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Gelar Upacara Hardiknas 2026
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota, melaksanakan uoacara peringatan Hari Pendidikan Nasion
Pendidikan
GARUT - Pria yang menggugat mertuanya senilai Rp 1,8 miliar karena utang piutang, Handoyo Adianto akhirnya dilaporkan ke Polres Garut. Pelapor atas nama Asep Ruhendi merupakan salah satu anak Siti Rokayah (Mak Amih) yang juga jadi tergugat dalam kasus utang piutang yang dimasalahkan oleh Handoyo dan istrinya, Yani Suryani.
Dalam laporan tertanggal 20 April 2017 dengan nomor LP/B/137/IV/2017/JBR/RES GRT tersebut, Handoyo diduga sudah memalsukan surat dan menjadikannya sebagai bahan bukti di persidangan dalam kasus gugatannya terhadap Mak Amih dan Asep Ruhendi. Penasihat hukum keluarga Mak Amih, Sepranadja mengatakan, pihaknya telah melaporkan Handoyo ke Polres Garut pada tanggal 20 April lalu.
"Ya benar sudah kami laporkan terkait pemalsuan surat yang dijadikannya sebagai bahan bukti di pengadilan dalam gugatannya," ujarnya, Rabu (27/4) sore.
Baca Juga:
Sementara itu, juru bicara keluarga Mak Amih, Eef Rusdiana mengatakan, gugatan Handoyo penuh dengan rekayasa alat bukti. Menurutnya, hal ini terlihat dalam persidangan ke sepuluh dimana saksi ahli yang dihadirkan Handoyo sebagai penggugat membantah alat bukti yang ditandatanganinya.
Alhasil, alat bukti tersebut digugurkan oleh majelis hakim. Hal ini pula yang akhirnya membuat pihak keluarga melaporkan Handoyo ke Polres Garut.
Baca Juga:
Selain itu, Eef meyakini terdapat kejanggalan lain alat bukti yang diajukan oleh Handoyo, yaitu keterangan dari saksi ahli atas nama Afifudin. Saksi itu menerangkan uang senilai Rp 41,5 juta dijadikan modal usaha agribisnis selama 16 tahun bisa menghasilkan keuntungan hingga Rp 1,8 miliar.
"Setelah ditelusuri ke tempat tinggalnya, ternyata Afifudin karyawan aktif Handoyo di perusahaan Handoyo, ayahnya Afifudin dan kakaknya meragukan hal yang dibuat Afifudin," ungkapnya.
Apalagi, ia menilai Afifudin yang usianya baru 22 tahun belum mempunyai pengalaman di dunia bisnis agribisnis. Sehingga, pihaknya bersama pengacara akan kembali melaporkan Handoyo ke Polres Garut terkait keterangan saksi yang dibuat Afifudin
"Dia hanya lulusan SD pengalamannya hanya kerja biasa belum pernah bertindak sebagai pelaku usaha agribisnis," ucapnya.
Di sisi lain, Kabag Humas Polres Garut, AKP Ridwan Tampubolon mengonfirmasi pihaknya sudah menerima laporan atas nama pelapor Asep Ruhendi dengan terlapor Handoyo Adianto. Tetapi pihaknya belum merencanakan pemanggilan terhadap pihak terkait.(ROL)
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota, melaksanakan uoacara peringatan Hari Pendidikan Nasion
Pendidikan
Sambut HPN ke80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sosial
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Pemerintahan
Aksi Hardiknas Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Peristiwa
kabarmelayu.comJAKARTA Indonesia pernah menjadi kiblat pendidikan di Asia Tenggara, bahkan sampai diminta negara tetangga untuk membantu m
Article
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
kabarmelayu.comINHIL Wakil Bupati Indragiri Hilir Yuliantini S.Sos, M.Si menghadiri Rapat Paripurna Ke 7 DPRD Kab. Inhil Masa Persidan
Pemerintahan
kabarmelayu.comKUANSING Puluhan tahun menunggu kepastian, kesabaran Kelompok Tani Kelompok Tani SKB akhirnya memuncak Rabu (29/4/2026). Me
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, H Zufra Irwan SE, MM, SpAp mengecam sikap Kadisdik Provinsi Riau,
Pemerintahan
kabarmelayu.comROHIL Warga binaan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi berinisial SN alias KN menjadi sorotan di kalangan masyarakat Rokan Hilir.
Hukrim