Bupati Kasmarni Buka Asistensi IEPK 2026, Perkuat Komitmen Pemerintahan Bersih dan Berintegritas
Bupati Kasmarni Buka Asistensi IEPK 2026, Perkuat Komitmen Pemerintahan Bersih dan Berintegritas
Pemerintahan
PONTIANAK - Pulang dari MOS dan meminum minuman bersoda campur susu, Satria Tri Anggoto, siswa kelas 1 SMA di Kota Pontianak, Kalimantan Barat ini meninggal dunia, Senin (17/7/2017). Hasil pemeriksaan sementara oleh kepolisian, warga Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya itu memiliki riwayat jantung bocor.
Kapolsek Sungai Raya, AKP Haryanto menjelaskan, hasil pemeriksaan sementara, diketahui korban bermotor dari rumahnya sekitar pukul 06.28 Wib, untuk menjemput temannya, Riyan di Jalan Parit Bugis, Desa Arang Limbung. "Korban jemput temannya, untuk mengikuti kegiatan MOS hari pertama di salah satu SMA yang menerimanya sekolah disitu," kata Haryanto, Senin sore.
Kemudian, lanjut Haryanto, pukul 10.00 Wib, kegiatan MOS selesai. Korban dan Riyan tak langsung pulang ke rumah mereka. "Mereka berdua pergi ke Cafe The Legend di kawasan Pontianak Timur. Korban memesan minuman kaleng bersoda campur susu untuk diminum bersama," jelasnya.
Baca Juga:
Lalu, tak berapa lama korban merasa pusing dan mengigil. Korban kemudian minta diantar pulang. Sebagai teman yang baik, Riyan langsung bergegas menunggangi sepeda motor korban untuk mengantarnya.
Sekitar pukul 11.00 Wib, korban tiba di rumah Riyan. Korban minta istirahat dulu. Kemudian korban minta air putih. "Setelah minum, korban minta bantal untuk berbaring di ruang tamu rumah Riyan," jelas Haryanto.
Baca Juga:
Hari semakin siang, sekira pukul 13.00 Wib, korban tak bangun-bangun. Riyan yang curiga melihat korban terbaring dan tak bergerak gerak, mencoba membangunkan korban.
"Riyan mencoba menggoyang tubuh korban namun tak bergerak juga. Lalu Riyan memberitahukan tetangga depan rumah dan melapor ke Polsek," tutur Haryanto.
Kepolisian dibantu warga kemudian melarikan korban ke rumah sakit terdekat untuk diberi pertolongan medis. Namun, nyawanya tak dapat ditolong.
Lanjut Haryanto menjelaskan, penyebab meninggalnya korban masih dalam penyelidikan pihaknya. "Penyebab meninggalnya korban belum dikatahui. Namun menurut pihak keluarga, korban mempunyai riwayat jantung bocor," ujar Haryanto.
Haryanto menegaskan, sejauh ini hasil pemeriksaan sejumlah saksi, meninggalnya korban tidak ada kaitan dengan kegiatan MOS. Kini korban sudah berada di rumah duka untuk segera disemayamkan.
Bupati Kasmarni Buka Asistensi IEPK 2026, Perkuat Komitmen Pemerintahan Bersih dan Berintegritas
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Langkah inovatif Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang yang memberdayakan para kader Tim Penggerak Pemberdayaan
Pemerintahan
Lantik 215 Kepala Sekolah, Bupati Kasmarni Tegaskan Zero Tolerance Terhadap Pungli PPDB
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Hanya selang beberapa hari setelah kejadian yang menewaskan 5 korban, kecelakaan maut kembali terjadi di ruas To
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kelompok Kerja (Pokja) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Pekanbaru menyatakan komitmen penuh dampingi Pe
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Riau 1, Hendry Munief MBA meminta para kepala daerah di Provinsi Riau dapat me
Parlemen
kabarmelayu.com,PEKANBARU Program Satu ASN Satu RW bertujuan memperkuat pendataan warga. Program ini bertujuan mendukung penyaluran bantua
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap seorang warga Bandung yang dilaporkan tenggelam di Sungai Ka
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini 1 (PD 1) tsunami pagi ini untuk
Lingkungan
DUNIA keimigrasian Indonesia kembali didera sorotan tajam menyusul mencuatnya serangkaian dugaan kasus pemerasan sistemik yang menyasar warg
Opini